Obat Pengencer Darah: Cara Kerja Hingga Efek Sampingnya

(0)
24 Sep 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Obat pengencer darah yang sering digunakan antara lain warfarin dan heparinObat pengencer darah biasa digunakan untuk mengatasi stroke dan penyakit jantung
Terbentuknya gumpalan darah bisa menjadi biang keladi berbagai penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung dan stroke. Karena itu, untuk mengatasinya dokter biasanya akan meresepkan obat pengencer darah pada pasien-pasien yang memiliki kondisi tersebut.Obat pengencer darah sendiri bukanlah obat bebas dan konsumsinya harus melalui resep dokter. Sebab, jika dikonsumsi sembarangan, obat ini bisa menimbulkan berbagai efek samping berbahaya, seperti membuat tubuh jadi lebih mudah berdarah dan darah yang keluar jadi sulit membeku. Lebih lanjut, berikut ini penjelasan soal obat yang biasa digunakan untuk mengencerkan darah yang perlu Anda ketahui.

Contoh obat pengencer darah

Ada banyak jenis obat pengencer darah yang beredar di pasaran. Namun, secara umum obat ini bisa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu obat antikoagulan dan antiplatelet.

Contoh obat antikoagulan

  • Warfarin
  • Heparin
  • Rivaroxaban
  • Dabigtran
  • Apixaban
  • Edoxaban
  • Enoxaparin
  • Fondaparinux

Contoh obat antiplatelet

  • Clopidogrel
  • Ticagrelol
  • Prasugrel
  • Dipyridamole
  • Aspirin
  • Ticlopidine
  • Eptifibatide

Cara kerja dan jenis obat pengencer darah

Pertama, perlu diketahui bahwa obat pengecer darah tidak akan benar-benar membuat darah Anda encer. Namun, obat ini memang dirancang untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah. Obat ini juga dapat memperlambat proses terbentuknya gumpalan darah. Berikut ini cara kerja dari masing-masing jenisnya:

• Antikoagulan

Gumpalan darah sebenarnya berguna untuk menghentikan perdarahan yang terjadi akibat luka. Namun, jika terbentuk di pembuluh darah, maka gumpalan ini akan menghambat darah untuk mengalir ke organ vital seperti otak, jantung, serta paru-paru.Obat jenis antikoagulan bekerja dengan cara menghambat proses terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah. Faktor pembekuan adalah protein yang dibuat di hati, dan protein ini tidak dapat dibuat tanpa adanya vitamin K. Obat pengencer darah jenis antikoagulan “melawan” vitamin K, yang akan berusaha membentuk gumpalan tersebut.

• Antiplatelet

Berbeda dari obat antikoagulan, obat pengencer darah jenis antiplatelet bekerja dengan cara mencegah platelet (sel-sel darah) menempel satu sama lain, serta melekat di dinding pembuluh darah.Efek obat antiplatelet lebih lemah dari antikoagulan. Sehingga, obat ini biasanya akan diresepkan pada orang yang berisiko mengalami penyumbatan aliran darah, daripada mengobati penyumbatan yang sudah terjadi.Cara kerja obat pengencer darah, juga bisa terpengaruh jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain. Interaksi obat pengencer darah dengan obat lain bisa membuat efeknya sama sekali hilang, atau bahkan meningkat sehingga membahayakan kesehatan.Obat yang dapat menimbulkan interaksi dengan obat pengencer darah antara lain:
  • Antibiotik
  • Antidepresan
  • Obat golongan kortikosteroid (obat untuk meredakan peradangan)
  • Antikonvulsan (obat untuk mengatasi epilepsi)
  • Obat golongan antiinflamasi non-steroid (AINS) seperti ibuprofen

Efek samping obat pengencer darah

Perdarahan berlebih merupakan efek samping yang paling umum terjadi pada penggunaan obat pengencer darah. Perdarahan ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti:
  • Darah menstruasi yang keluar berlebihan
  • Urine dan feses yang keluar dengan disertai darah
  • Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Darah yang tidak kunjung berhenti saat terluka
Selain itu, konsumsi obat pengencer darah juga bisa menimbulkan efek samping berupa pusing, lemah otot, rambut rontok, dan bintik-bintik merah di kulit. Ketika mengonsumsi obat ini, risiko Anda terkena perdarahan internal saat mengalami cedera juga jadi semakin tinggi.Karena itu, apabila Anda termasuk rutin mengonsumsi obat pengencer darah, segera periksakan diri ke dokter setelah mengalami benturan atau kecelakaan.Sampaikan juga ke dokter gigi jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah. Sebab, beberapa prosedur perawatan gigi, bisa membuat Anda mengalami perdarahan. Dengan adanya obat ini di tubuh, maka darah akan sulit berhenti.

Catatan dari SehatQ

Gumpalan darah bisa menyebabkan serangan jantung. Sehingga, dokter sering meresepkan obat pengencer darah pada pasien-pasien yang berisiko mengalaminya. Untuk mengurangi risiko efek samping yang mungkin muncul, selalu patuhi dosis dan aturan minum saat mengonsumsi obat ini.Jangan mengonsumsi obat orang lain meski Anda merasa memiliki kondisi dan keluhan yang sama. Gejala serupa belum tentu menunjukkan penyakit yang sama pula. Agar lebih aman, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat pengencer darah.
penyumbatan pembuluh darahstrokeaspirin
WebMD. https://www.webmd.com/dvt/dvt-treatment-tips-for-taking-heparin-and-warfarin-safely#1
Diakses pada 11 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/blood-thinnersD
Diakses pada 11 Oktober 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anticoagulants/considerations/
Diakses pada 11 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/anticoagulant-and-antiplatelet-drugs
Diakses pada 11 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait