Daftar Obat Pelancar ASI Ini Aman Dikonsumsi Ibu Menyusui


Untuk meningkatkan produksi ASI dan melancarkannya, Anda dapat mengonsumsi ASI booster alami maupun obat pelancar ASI yang aman untuk busui seperti chlorpromazin.

(0)
06 Dec 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Air susu dalam botol dan tempat tersebut menandakan ASI yang melimpah karena obat pelancar ASIProduksi ASI dapat ditingkatkan dengan obat pelancar ASI
Produksi air susu ibu (ASI) tidak selamanya melimpah. Merupakan hal yang wajar juga untuk ibu menyusui merasa tidak akan mampu memenuhi kebutuhan ASI bayi karena masalah tersebut. Namun, jangan khawatir karena ada obat pelancar ASI atau ASI booster yang dapat membantu memecahkan masalah produksi ASI ini.Dalam dunia medis, obat pelancar ASI atau ASI booster disebut sebagai laktogogue (galactogogue). Laktogogue dapat menaikkan pasokan ASI dan paling efektif diberikan 3 minggu setelah melahirkan, namun dapat juga dikonsumsi saat ibu merasa produksi ASI-nya berkurang.Banyak obat yang dikategorikan sebagai laktogogue ini. Namun, dokter biasanya tidak akan sembarangan meresepkan obat pelancar ASI karena obat ini juga memiliki efek samping yang harus menjadi pertimbangan ibu sebelum meminumnya.

Mengenal jenis obat pelancar ASI dan suplemen penambah ASI

Produksi ASI adalah peristiwa kompleks yang terjadi pada tubuh manusia. Banyak faktor yang mengakibatkan banyak atau sedikitnya pasokan ASI yang dimiliki oleh ibu menyusui, mulai dari kondisi fisik, mental, hingga kerja hormon di dalam tubuh.Salah satu hormon yang paling berperan dalam meningkatkan produksi ASI adalah prolaktin. Namun, hormon ini dapat dihambat dengan kehadiran hormon dopamin. Ada juga hormon oksitosin yang dapat melancarkan ASI, tapi bisa dihambat oleh catecholamine yang terbentuk saat ibu mengalami stres atau sakit secara fisik.Untuk mengatasi masalah ASI seret karena hal-hal di atas, sebelum menyerah dan beralih ke susu formula, ada baiknya ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau konselor laktasi.Bila dipandang perlu, ibu akan diberikan obat pelancar ASI di apotek atau suplemen penambah ASI sebagai berikut:

1. Metoklopramid

Obat pelancar ASI ini sebetulnya adalah obat mual yang sering digunakan untuk mengatasi refluks gastroesofagus pada bayi. Namun dalam beberapa penelitian, metoklopramid dapat digunakan sebagai laktogogue yang bekerja dengan menghambat pelepasan dopamin di saraf pusat sehingga kadar prolaktin meningkat.Ketika meminum obat pelancar ASI ini, Anda mungkin akan mengalami efek samping berupa diare, mengantuk, dan letih, tapi itu adalah reaksi yang wajar sehingga konsumsi obat dapat dilanjutkan. Tanda Anda harus berhenti minum metoklopramid adalah ketika terjadi penurunan kesadaran, sakit kepala, kebingungan, hingga depresi.Oleh karena itu, dokter tidak akan meresepkan booster ASI ini kepada ibu yang memiliki riwayat epilepsi, obstruksi intestinal, dan hipertensi yang tidak terkontrol. Selain itu, obat ini juga tidak boleh diminum berbarengan dengan konsumsi obat antikejang.

2. Domperidone

Mirip dengan metoklopramid, domperidone juga biasanya digunakan sebagai obat mual dan muntah. Namun, obat ini juga sudah biasa digunakan sebagai obat pelancar ASI sejak 1983, dan bekerja dengan meningkatkan prolaktin. Domperidone paling efektif digunakan sebagai ASI booster pada ibu menyusui yang sudah pernah memiliki minimal satu anak sebelumnya.Sementara itu, efek samping domperidone adalah mulut kering, sakit kepala (dapat berkurang dengan mengurangi dosis), dan kram perut. Konsumsi domperidone dalam jangka panjang disebut menimbulkan tumor payudara, tapi klaim ini belum terbukti pada manusia. Domperidone tidak boleh diberikan pada pasien yang memiliki riwayat pendarahan saluran cerna.

3. Sulpirid

Obat pelancar ASI di apotek ini bekerja dengan meningkatkan kerja hormon pelepas prolaktin. Namun, ia juga memiliki efek samping mirip dengan penggunaan metoklopramid serta peningkatan berat badan.

4. Chlorpromazin

Chlorpromazin sebetulnya adalah obat antipsikotik yang juga sering digunakan sebagai laktogogue. Dalam perannya sebagai ASI booster, obat ini dapat menekan produksi dopamin sehingga meningkatkan kadar prolaktin dalam tubuh. Namun, efek sampingnya dapat menaikkan berat badan Anda.

5. Thyrotrophin-Releasing Hormone (TRH)

Di Amerika Serikat, TRH digunakan sebagai bahan untuk menilai fungsi tiroid yang juga dapat meningkatkan pelepasan hormon prolaktin. Penggunaan TRH sebagai ASI booster dalam jangka panjang dihubungkan dengan hipotiroid, namun klaim ini belum terbukti secara ilmiah. Yang jelas, penggunaan TRH untuk inisiasi dan mempertahankan produksi ASI memang tidak umum di Indonesia.

6. Lactamam

Selain mengonsumsi obat, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen penambah ASI seperti salah satunya Lactamam. Suplemen ini diperuntukkan untuk ibu menyusui guna memperlancar ASI.Bagi ibu menyusui dengan riwayat diabetes, hipoglikemia, asma, migren dan tekanan darah tinggi atau hipertensi harus memperhatikan penggunaan suplemen ini dengan hati-hati. Konsultasikan dengan dokter sebelum membeli obat terkait efek samping maupun dosis penggunaan yang tepat.

7. Suplemen makanan dengan kandungan daun katuk

Salah satu sayuran ASI booster yang terkenal ampuh untuk menambah produksi ASI dan melancarkannya adalah daun katuk. Pilihlah suplemen makanan yang mengandung tinggi ekstrak daun katuk, vitamin B kompleks dan zat besi yang penting untuk menunjang fase menyusui.

8. Suplemen dengan nutrisi penting asam folat dan vitamin

Selain zat besi dan vitamin B, pilih juga suplemen makanan yang mengandung 1000 UI vitamin D3, iodine, asam folat dan kaya DHA. Kandungan tersebut baik untuk perkembangan otak bayi dan mendorong kemampuan penglihatan serta sistem saraf bayi.

ASI booster yang alami

Tanpa mengonsumsi obat pelancar ASI pun, sebetulnya Anda dapat meningkatkan produksi ASI secara alami. Kuncinya adalah sering mengosongkan payudara. Semakin sering payudara dikosongkan, semakin banyak produksi ASI itu sendiri.Untuk melancarkan ASI dengan cara mengosongkan payudara sendiri pada dasarnya ada dua jenis, yakni dengan membiarkan bayi menyusu langsung pada payudara dan dengan memompa ASI. Pastikan bayi menyusu di kedua payudara, begitu pula pastikan Anda memompa payudara hingga relatif tidak ada lagi ASI yang keluar untuk memberikan ASI berkualitas.Jika cara tersebut tidak berhasil, Anda juga dapat menbantunya dengan mengonsumsi ASI booster alami, seperti fenugreek, kacang almond dan marshmallow. Di Indonesia, ASI booster yang terkenal adalah daun bangun-bangun dan daun katuk.Penggunaan daun katuk sebagai ASI booster pun sudah terbukti secara ilmiah. Konsumsi ekstrak daun katuk selama 15 hari beruntun dapat meningkatkan produksi ASI hingga 50,7 persen, serta tidak mengubah nutrisi yang terdapat dalam ASI itu sendiri, terutama pada kadar protein dan lemak ASI.
produksi asiasi eksklusifasi perah
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5828930/
Diakses pada 6 Desember 2019
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/laktogogue-seberapa-besar-manfaatnya
Diakses pada 6 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-increase-breast-milk
Diakses pada 6 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait