logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Obat-obatan ACE Inhibitor untuk Hipertensi, Cermati Peringatan dan Efek Sampingnya

open-summary

ACE inhibitor adalah kelas obat antihipertensi untuk mengatasi tekanan darah tinggi. ACE inhibitor umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh banyak pasien, walau risiko efek samping dan peringatan lain tetap perlu dicermati.


close-summary

4

(17)

30 Jul 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

ACE inhibitor adalah kelompok obat hipertensi yang diresepkan dokter untuk mengatasi tekanan darah tinggi

Mengonsumsi ACE inhibitor untuk menurunkan hipertensi harus sesuai anjuran dokter

Table of Content

  • Mengenal obat ACE inhibitor 
  • Mekanisme kerja obat-obat ACE inhibitor
  • Contoh obat ACE inhibitor
  • Penyakit apa saja yang ditangani oleh ACE inhibitor?
  • Efek samping berisiko ditimbulkan ACE inhibitor
  • Peringatan penggunaan ACE inhibitor pada kelompok tertentu
  • Interaksi obat ACE inhibitor
  • Catatan dari SehatQ

Dalam mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi, dokter akan meresepkan golongan obat yang disebut dengan antihipertensi. Ada beberapa kelas obat dalam golongan antihipertensi, termasuk ACE inhibitor salah satunya. ACE inhibitor cukup umum diresepkan dokter karena dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien.  

Advertisement

Mengenal obat ACE inhibitor 

ACE inhibitor atau angiotensin-converting enzyme inhibitor adalah kelas obat-obatan yang diresepkan dokter untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Obat ACE inhibitor membantu merilekskan pembuluh darah, baik pembuluh balik (vena) maupun pembuluh nadi (arteri), agar tekanan darah dapat menurun.

ACE inhibitor sebagai obat antihipertensi telah digunakan sejak tahun 1981. Obat-obatan ini cenderung dapat ditoleransi oleh pasien sehingga cukup umum diresepkan dokter. 

Biasanya, ACE inhibitor dikonsumsi sekali sehari di pagi hari. Obat-obatan ini juga mungkin dikombinasikan dengan obat hipertensi lain, seperti diuretik atau calcium channel blocker.  

ACE inhibitor biasanya bekerja lebih efektif pada pasien muda sehingga dokter mungkin akan meresepkan obat yang berbeda pada pasien yang berusia lanjut.

Mekanisme kerja obat-obat ACE inhibitor

ACE inhibitor berfungsi dengan dua cara. Pertama, sesuai namanya, ACE inhibitor bekerja dengan menghambat enzim di tubuh agar tidak menghasilkan angiotensin II. Angiotensin II merupakan senyawa yang dapat menyempitkan pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah dapat memicu tekanan darah tinggi dan memaksa jantung bekerja lebih keras.

Tak hanya itu, angiotensin II juga perlu dikendalikan karena dapat melepaskan hormon yang meningkatkan tekanan darah. 

Kedua, obat-obatan ACE inhibitor turut membantu menurunkan kadar natrium yang tertahan di dalam ginjal. Kadar natrium yang berlebihan memang dapat memicu tekanan darah tinggi. 

Contoh obat ACE inhibitor

Berikut ini beberapa contoh obat yang masuk dalam kelompok ACE inhibitor:

  • Benazepril
  • Captopril 
  • Enalapril
  • Fosinopril 
  • Lisinopril 
  • Quinapril
  • Ramipril
  • Moexipril
  • Perindopril
  • Trandolapril

Penyakit apa saja yang ditangani oleh ACE inhibitor?

Hipertensi merupakan kondisi utama yang bisa ditangani oleh ACE inhibitor. Namun, beberapa penyakit lain juga bisa ditangani oleh obat-obat ini, termasuk:

  • Penyakit arteri koroner
  • Gagal jantung
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal kronis 
  • Serangan jantung
  • Scleroderma, yakni penyakit yang melibatkan pengerasan kulit dan jaringan ikat
  • Migrain

Efek samping berisiko ditimbulkan ACE inhibitor

Sebagian besar pasien sebenarnya dapat menerima ACE inhibitor dengan baik. Obat-obatan ini juga tidak terlalu sering menimbulkan efek samping sehingga menjadi pilihan yang umum diresepkan oleh dokter. 

Namun, efek samping ACE inhibitor tetap berisiko terjadi. Efek samping tersebut, misalnya:

  • Kelelahan
  • Ruam kulit
  • Penurunan kemampuan untuk mencicipi rasa
  • Batuk kering 
  • Tekanan darah rendah
  • Pingsan
  • Pusing

Menimbang efek samping dari ACE inhibitor, obat ini tidak direkomendasikan pada ibu hamil karena dapat meningkatkan risiko cacat lahir.

Baca Juga

  • Tak Kalah Gurih, Ini 8 Alternatif Pengganti Garam untuk Diet
  • Daftar Lengkap Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan Beserta Efek Sampingnya
  • Hati-hati, Pembengkakan Jantung Dapat Sebabkan Gagal Jantung

Peringatan penggunaan ACE inhibitor pada kelompok tertentu

Kelompok perokok dan penderita gangguan ginjal harus mendiskusikan dengan dokter sebelum mengonsumsi ACE inhibitor.

1. Pada perokok

Pada kasus yang jarang terjadi, ACE inhibitor berisiko menimbulkan pembengkakan pada bibir, lidah, dan tenggorokan. Hal ini dapat menyulitkan pasien untuk bernapas. 

Pembengkakan di area-area tersebut cenderung terjadi pada orang yang merokok. Untuk itu, orang yang merokok harus mendiskusikan peringatan ini sebelum mengonsumsi ACE inhibitor

2. Pada penderita gangguan ginjal

Orang yang fungsi ginjalnya terganggu harus berhati-hati dalam mengonsumsi ACE inhibitor. Sebab, obat jenis ini dapat meningkatkan kadar kalium di tubuh. Peningkatan kadar kalium berisiko memicu gagal ginjal pada orang yang memiliki gangguan pada organ ini.

Interaksi obat ACE inhibitor

ACE inhibitor juga dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Misalnya, ibuprofen, naproxen, dan obat anti-peradangan non-steroid lain dapat menurunkan efektivitas ACE inhibitor. Risiko interaksi dapat meningkat jika Anda rutin mengonsumsi obat di atas saat Anda juga sedang menggunakan ACE inhibitor

Selalu sampaikan dengan dokter obat yang tengah Anda konsumsi sebelum diresepkan ACE inhibitor. Diskusikan pula jika Anda ingin mengonsumsi obat lain saat masih dalam terapi dengan ACE inhibitor.

Catatan dari SehatQ

ACE inhibitor adalah kelas obat untuk mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi. Walau cenderung bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar pasien, orang yang merokok dan penderita gangguan ginjal harus berhati-hati dalam menggunakan obat ACE inhibitor.

Advertisement

hipertensitekanan darah tinggigagal jantung

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved