Obat Mata Merah yang Efektif untuk Hilangkan Sakit Mata


Berbagai jenis obat mata merah bisa Anda coba, mulai yang alami hingga dengan obat yang dapat dibeli di apotek. Tak hanya sekadar obat tetes mata, persoalan kebersihan diri penting utuk kondisi ini.

(0)
03 Oct 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tetes mata untuk obat mata merah ada beberapa jenis, pilih yang sesuai dengan kondisi AndaTetes mata masih menjadi obat mata merah paling efektif
Mata merah, mungkin kelihatannya hanya gangguan ringan. Namun, kita semua pasti setuju bahwa kondisi ini sangat mengganggu kegiatan sehari-hari. Beruntung, obat mata merah tidak sulit didapatkan.Cukup dengan pergi ke apotek, Anda bisa mendapatkan tetes mata yang sesuai kebutuhan. Meski begitu, pada saat-saat tertentu, mata merah tidak bisa ditangani sendiri, dan perlu penanganan dari dokter.

Obat mata merah medis yang efektif

Obat mata merah yang paling umum digunakan tentu adalah obat tetes mata. Tapi, obat tetes mata yang dapat digunakan untuk mengobati mata merah pun, ternyata terbagi menjadi beberapa jenis, seperti berikut ini.

• Air mata buatan

Penggunaan air mata buatan sebagai obat mata merah? Meski terdengar aneh, tapi cara ini dinilai cukup efektif untuk mengatasi mata merah, yang muncul akibat mata kering.Air mata buatan mirip seperti obat tetes mata, hanya saja fungsinya sebatas untuk melembapkan bola mata. Mata merah lama-kelamaan akan memudar jika bola mata sudah mulai lembap.Teteskan bahan ini setiap jam, pada enam jam pertama sejak mata merah. Setelah itu, Anda cukup teteskan air mata buatan sebanyak empat kali sehari, selama satu minggu, untuk mencegah mata mengering.

• Obat tetes mata antihistamin

Apabila mata merah yang Anda alami disertai rasa gatal, kemungkinan Anda mengalami alergi. Kondisi ini idealnya segera diperiksakan ke dokter. Namun, sebagai pertolongan pertama, Anda dapat mencoba obat tetes mata yang mengandung antihistamin.Obat mata merah ini hanya dapat digunakan sebagai pereda sementara. Anda perlu menggunakannya sebanyak empat kali sehari atau lebih. Namun, obat ini tidak dapat digunakan dalam jangka panjang, seperti air mata buatan.

• Obat tetes mata vasokonstriktor

Obat mata merah ini bekerja dengan cara memicu penyempitan pembuluh darah kecil di mata. Namun, banyak dokter mata yang tidak terlalu menyarankan penggunaannya. Sebab, obat ini bisa menimbulkan semacam efek “fenomena berulang”.Jadi, saat penggunaan obat ini dihentikan, pembuluh darah akan kembali membesar, bahkan lebih dari sebelumnya. Akibatnya, mata justru terlihat lebih merah.Namun, penggunaan obat ini dianggap masih aman untuk jangka pendek. Obat ini bisa digunakan dua kali sehari, masing-masing pada pagi hari dan sebelum tidur di malam hari.Jangan terlalu sering menggunakan obat ini apabila tidak ingin terkena dampak negatifnya. Segera berkonsultasi ke doker setelah menggunakan obat ini, karena obat tetes mata vasokonstriktor sebaiknya hanya dipakai untuk sementara.

Obat mata merah alami

Selain dengan menggunakan obat tetes mata, mata merah juga dapat diobati dengan cara-cara alami, seperti di bawah ini.

• Kompres hangat

Suhu hangat dapat membantu aliran darah di mata menjadi lebih lancar. Selain itu, cara ini juga bisa memicu produksi minyak di kelopak mata, sehingga mencegah mata kering.Untuk mengompres mata, gunakan handuk berbahan lembut dan celupkan ke air hangat. Lalu, kompres mata selama 10 menit untuk mendapatkan efek yang diinginkan.

• Kompres dingin

Jika kompres hangat tidak memberikan pengaruh yang diinginkan, Anda dapat mencoba cara sebaliknya, yaitu kompres air dingin. Suhu dingin dapat membantu meredakan bengkak maupun gatal yang disebabkan iritasi.

• Ganti lensa kontak Anda

Jika mata merah Anda disebabkan akibat penggunaan lensa kontak, maka segera hentikan penggunaannya. Bahan baku yang digunakan untuk membuat lensa kontak, bagi beberapa orang bisa memicu infeksi atau iritasi.Tidak hanya itu, cairan lensa kontak ternyata juga bisa menjadi biang keladi mata merah. Berkonsultasilah ke dokter untuk mengetahui tipe lensa kontak yang paling cocok untuk kondisi Anda.

• Jaga asupan

Kecukupan cairan di tubuh, ternyata juga berpengaruh pada kesehatan mata. Orang yang kekurangan cairan, bisa mengalami mata merah.Selain air, makanan yang Anda konsumsi ternyata juga berpengaruh pada kondisi mata merah. Mengonsumsi terlalu banyak makanan penyebab peradangan, seperti makanan cepat saji, bisa memicu peradangan mata jika dikonsumsi secara berlebihan.

• Jaga kebersihan tubuh

Mata merah tidak akan sembuh apabila Anda menyentuhnya terus-terusan, terutama jika belum mencuci tangan. Kebersihan tubuh penting dijaga, agar kondisi tidak semakin parah.Rajinlah cuci tangan, dan hindari paparan zat-zat yang bisa membuat mata menjadi merah, seperti asap rokok, debu, dan polusi udara.

Apa saja yang jadi penyebab mata merah?

Berbagai macam faktor dapat memicu mata merah. Beberapa faktor penyebab mata merah mulai dari paparan benda atau zat asing, hingga muncul sebagai tanda adanya masalah kesehatan serius.Berikut ini beberapa kondisi yang dapat menyebabkan mata merah:
  • Uveitis
  • Mata kering
  • Ulkus korne
  • Infeksi mata
  • Cedera mata
  • Udara kering
  • Paparan debu
  • Glaukoma akut
  • Paparan polusi udara
  • Paparan alergen melalui udara
  • Papapran asap, baik dari pembakaran maupun rokok
  • Paparan zat kimia, misalnya klorin dalam kolam renang
  • Paparan sinar matahari secara berlebih
  • Efek penggunaan lensa kontak
  • Terlalu lama menatap layar

Kapan mata merah harus diperiksakan ke dokter?

Mata merah tidak selalu memerlukan penanganan dokter. Namun, apabila setelah satu minggu kondisi mata tidak kunjung membaik, meski Anda telah mencoba obat mata merah di atas, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter. Bisa saja, hal ini menandakan infeksi di mata.Selain itu, Anda juga disarankan menjalani pemeriksaan oleh dokter mata, apabila mata merah yang dialami disertai dengan kondisi-kondisi berikut ini.
  • Muncul kotoran atau cairan berwarna kuning, cokelat, atau hijau di mata. Kondisi ini menandakan kemungkinan infeksi mata.
  • Nyeri di mata dan area sekitarnya.
  • Tidak seperti biasanya, mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Munculnya mata merah disertai dengan demam atau tidak enak badan.
  • Ada anggota keluarga yang sedang terinfeksi penyakit mata.
  • Penglihatan mulai terganggu.
  • Mata terasa seperti ditekan.
  • Selain merah, mata juga terasa sangat kering dan gatal.
  • Mata merah muncul di waktu-waktu yang spesifik. Hal ini bisa saja menandakan adanya alergi musiman yang perlu diwaspadai.

Cara mencegah mata merah

Mata merah sebenarnya cukup mudah dicegah, selama Anda menjaga kebersihan dengan baik, dan menghindari hal-hal yang bisa mengiritasi mata. Ini Berikut beberapa tips untuk mencegah mata merah.
  • Cuci tangan Anda setelah berpapasan dengan orang yang mengalami infeksi mata.
  • Bersihkan riasan mata dengan bersih, karena jika dibiarkan, bisa memicu iritasi.
  • Jangan menggunakan lensa kontak, lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Bersihkan lensa kontak secara rutin.
  • Hindari aktivitas yang membuat mata menjadi lelah.
  • Hindari bahan-bahan yang bisa memicu iritasi di mata.
  • Jika mata tidak sengaja terkontaminasi, segera cuci dengan air.

Catatan dari SehatQ

Jangan sembarangan dalam menggunakan obat mata merah, jika tidak ingin kondisi justru bertambah parah. Sebelum memakai obat tetes mata, pastikan Anda mengikuti instruksi sesuai dengan yang tertera di kemasan.Jika ingin menggunakan kompres dingin atau hangat, pastikan semua bahan serta alat yang digunakan benar-benar bersih. Selamat mencoba cara mengatasi mata merah di atas, dan semoga cepat sembuh!
mata keringair mataobat mata
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/red-eye-treatment-3422112
Diakses pada 3 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-health/how-to-get-rid-of-red-eyes
Diakses pada 3 Oktober 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315681.php
Diakses pada 3 Oktober 2019
American Academy of Opthalmology. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/home-remedies-bloodshot-eyes-when-to-see-doctor
Diakses pada 3 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-redness
Diakses pada 3 Oktober 2019
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/red-eyes.htm
Diakses pada 3 Oktober 2019
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait