logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kecantikan

7 Obat Jamur Kulit di Apotek yang Efektif Atasi Infeksi

open-summary

Obat jamur di apotek yang kerap digunakan salah satunya clotrimazole. Obat ini bisa mengatasi infeksi jamur di kulit seperti kutu air, kurap, ruam popok, dan intertigo. Sementara itu obat ketoconazole biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi jamur kulit jenis panu hingga infeksi jamur di selangkangan.


close-summary

9 Sep 2022

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Obat jamur di apotek antara lain ketoconazole, trebinafine, dan nistatin

Obat jamur di apotek antara lain clotrimazole dan ketoconazole

Table of Content

  • Obat jamur kulit di apotek
  • Sediaan obat jamur kulit di apotek

Infeksi jamur kulit memang bukan penyakit mematikan, namun rasa gatal yang ditimbulkan kadang bisa ‘mematikan’ rasa nyaman pada kegiatan Anda sehari-hari. Tidak salah bila Anda mencari obat jamur kulit yang dirasa paling ampuh untuk menghilangkan masalah ini. Ada banyak obat jamur kulit yang tersedia di apotek. Anda bisa memilih yang paling sesuai dengan kondisi.

Advertisement

Obat jamur kulit di apotek

no caption
Obat jamur kulit di apotek yang ampuh ada beragam

Ada banyak sekali pilihan obat jamur kulit di apotik. Jenis obat yang disarankan tergantung pada jenis infeksi jamur dan tingkat keparahannya. Beberapa jenis obat jamur antara lain adalah:

1. Clotrimazole

Obat jamur di apotek yang pertama adalah clotrimazole. Ini adalah obat antijamur yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai infeksi kulit akibat jamur, seperti misalnya kutu air, kurap, ruam popok, dan intertrigo.

Clotrimazole tersedia dalam bentuk krim, semprotan dan larutan yang digunakan langsung pada kulit. Biasanya diperlukan waktu sekitar tujuh hari hingga kondisi infeksi jamur kulit terlihat membaik.

Durasi penggunaan obat ini bisa berbeda-beda tergantung jenis infeksi yang Anda miliki. Umumnya, clotrimazole diaplikasikan ke area yang terinfeksi sebanyak 2-3 kali sehari selama 2-4 minggu.

Meskipun semua tanda infeksi telah hilang dalam beberapa hari, sebaiknya tetap gunakan obat ini setidaknya selama 2 minggu untuk mencegah infeksi muncul kembali.

2. Terbinafine

Obat jamur kulit di apotik lainnya adalah terbinafine yang dapat membantu mengatasi kondisi tinea pedis, kurap, tinea cruris, atau pityriasis versicolor. Terbinafine dapat diperoleh dalam bentuk krim, gel semprotan dan juga cairan.

Terbinafine juga tersedia dalam bentuk tablet untuk mengobati infeksi jamur kuku dan infeksi jamur lainnya. Dokter biasanya akan merespekan terbinafine tablet jika krim, gel, semprotan, atau cairan tidak menyembuhkan infeksi.

Tablet terbinafine hanya bisa ditebus dengan resep dokter.

Efek samping yang paling umum adalah iritasi di area tempat obat diaplikasikan. Sementara jika mengonsumsi dalam bentuk tablet, efek samping yang paling umum adalah berkurangnya nafsu makan, nyeri pada persendian atau otot, atau sakit perut.

Secara umum, dosis penggunaan obat jamur terbinafine meliputi:

  • Krim atau gel dioleskan pada area yang terinfeksi 1-2 kali sehari selama 1-2 minggu.
  • Obat semprot diberikan pada area yang terinfeksi 1-2 kali sehari selama 1-2 minggu .
  • Larutan terbinafine tersedia dalam kemasan sekali pakai. Gunakan larutan pada kedua kaki meskipun salah satu kaki terlihat lebih baik. Gunakan larutan pada kaki yang terlihat tidak terlalu terinfeksi terlebih dahulu.
  • Untuk terbinafine tablet, dosis biasanya 1 tablet sekali sehari dan diminum selama 2-6 minggu tergantung dari jenis dan tingkat keparahan infeksi.

3. Ketoconazole

Ketoconazole adalah obat antijamur yang tersedia dalam bentuk krim dan sampo. Ini termasuk obat jamur kulit yang dapat dibeli di apotik dengan atau tanpa resep dokter.

Ketoconazole bisa digunakan sebagai salah satu obat kutu air. Selain itu, salep dan sampo ketoconazole juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi jamur, termasuk:

  • Tinea cruris (infeksi jamur yang menyebabkan gatal di selangkangan)
  • Intertrigo, ruam yang biasanya muncul di lipatan kulit
  • Ketombe dan dermatitis seboroik, di mana kulit kepala Anda atau area lain dari kulit Anda menjadi bersisik dan kering atau berminyak
  • Tinea versikolor atau panu 

Umumnya ketoconazole bekerja dalam waktu 2-3 minggu untuk sebagian besar infeksi jamur, tetapi untuk tinea pedis mungkin dapat memakan waktu hingga 6 minggu.

Untuk sebagian besar infeksi, krim biasanya digunakan 1-2 kali sehari. Sementara sampo untuk infeksi kulit kepala biasanya digunakan 1-2 kali seminggu. Sampo ketoconazole juga dapat digunakan sekali setiap satu atau dua minggu untuk membantu mencegah ketombe datang kembali.

Efek samping yang paling umum dari krim dan sampo ketoconazole adalah iritasi atau kemerahan pada kulit.

4. Nistatin

Nistatin adalah obat antijamur yang dapat digunakan untuk mengobati atau mencegah infeksi yang disebabkan oleh jamur atau ragi. Selain untuk mengobati infeksi kulit, nistatin juga dapat digunakan untuk mengatasi oral thrush alias infeksi jamur di rongga mulut.

Obat ini tersedia dalam bentuk cairan (suspensi), krim serta salep dan hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Dalam sediaan krim atau salep, nistatin telah dikombinasikan dengan steroid, antiseptik atau antibakteri.

Nistatin cair diminum 4 kali sehari setelah makan atau sebelum tidur. Jangan makan atau minum apa pun selama 30 menit setelah mengonsumsi obat ini.

Anda biasanya akan mulai melihat perbaikan kondisi dalam waktu dua hari. Agar infeksi tidak kembali, sebaiknya terus gunakan nistatin selama dua hari setelah kondisi membaik.

5. Econazole

Econazole adalah obat pembasmi jamur penyebab infeksi kulit yang tersedia sebagai krim dan bisa diperoleh di apotik dengan atau tanpa resep dokter.

Cara penggunaannya dengan mengoleskan sedikit krim econazole ke area yang terkena sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari lalu usap dengan lembut.

Econazole tidak menyebabkan efek samping yang serius, tetapi bisa menyebabkan iritasi saat pertama kali digunakan atau reaksi alergi ringan pada beberapa orang. Konsultasikan hal ini kepada dokter jika Anda mengalaminya.

6. Miconazole

Miconazole adalah obat jamur kulit di apotik yang bisa dibeli dengan atau tanpa resep. Obat ini tersedia salam bentuk krim, salep, bubuk dan semprot.

Untuk mengobati infeksi kulit, oleskan sedikit salep miconazole dua kali setiap hari ke area yang terkena dan usap dengan lembut.

Miconazole juga dapat dikombinasikan dengan kortikosteroid ringan. Kombinasi ini mungkin disarankan saat infeksi telah menyebabkan kulit menjadi meradang dan sakit.

7. Itraconazole

Itraconazole adalah obat triazol yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur dan efektif melawan spektrum jamur yang luas. Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul 100 mg atau sediaan cair 10 mg/mL.

Obat oral dapat diserap lebih baik jika diminum dengan makanan berlemak atau minuman asam seperti jus jeruk.

Dosis obat jamur di apotik ini bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis infeksi. Pemberian obat dapat diulang dan pengobatan dapat dilanjutkan selama berbulan-bulan jika perlu.

Contoh pemberian dosis itraconazole untuk mengobati infeksi jamur di kulit antara lain:

  • Tinea corporis, tinea cruris: 200 mg setiap hari selama satu minggu atau 100mg setiap hari selama 2 minggu
  • Tinea pedis, tinea manuum: 200 mg dua kali sehari selama satu minggu atau 100 mg setiap hari selama 2-4 minggu
  • Pitiriasis versicolor: 200 mg/hari selama 10 hari, dengan dosis pencegahan 200 mg sebulan sekali selama 6 bulan.

Dosis itraconazole pada anak-anak biasanya 5 mg per kg berat badan per hari hingga maksimum 200 mg per hari. Itraconazole merupakan obat yang relatif aman dengan efek samping yang biasanya ringan dan lebih mungkin terjadi pada pengobatan jangka panjang.

Baca Juga: Rekomendasi Obat Kadas dan Kurap yang Ampuh

Sediaan obat jamur kulit di apotek

Obat jamur kulit di apotek juga tersedia dalam bentunk salep
Obat jamur kulit di apotek juga tersedia dalam bentuk salep

Ada beberapa jenis sediaan obat jamur kulit di apotek yang bisa Anda pilih, yaitu:

  • Obat topikal (oles): berbentuk krim, gel, salep, atau bahkan semprot yang penggunaannya dengan cara diaplikasikan langsung ke kulit yang terinfeksi jamur.
  • Obat minum: berbentuk kapsul, tablet, atau cairan yang harus diminum atau dikunyah terlebih dahulu.
  • Obat suntik: obat ini harus dimasukkan lewat pembuluh darah vena yang ada di lengan dan biasanya harus dilakukan dengan bantuan tenaga medis yang kompeten.
  • Obat intravagina (supositoria): berbentuk tablet lunak dan kecil yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui vagina.

Obat topikal yang dijual bebas biasanya mengandung clotrimazole, miconazole, maupun terbinafine.

Jika penyakit kulit ini sudah parah, Anda mungkin harus menggunakan obat jamur kulit berdasarkan resep dokter. Dokter mungkin meresepkan obat topikal yang mengandung bahan lain ataupun obat oral.

Pada infeksi kulit yang terjadi di vagina, Anda bisa memilih obat jamur kulit yang berbentuk topikal maupun supositoria. Sedangkan pada infeksi jamur di bagian dalam mulut, dokter bisa meresepkan obat kumur atau permen khusus untuk membunuh jamur mulut.

Bila Anda tidak yakin obat jamur kulit seperti apa yang harus digunakan, periksakan terlebih dahulu kondisi Anda dengan dokter kulit. Jangan tunda hal ini bila infeksi jamur kulit Anda tergolong parah atau sampai menyebabkan menurunnnya sistem imun tubuh.

Baca Juga

  • Salep Kutu Air yang Efektif Membasmi Kutu Air
  • 13 Cara Mengobati Ruam Kulit Berdasarkan Penyebabnya
  • Keputihan Saat Hamil: Normal atau Tidak?

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar obat jamur kulit yang tersedia di apotek, konsultasikan langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh gratis di App Store dan Google Play.

Advertisement

infeksi jamurinfeksi kulitjamur kuku

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved