Hanya Digunakan Sebulan Sekali, Obat HIV Terbaru Cabenuva Memiliki Efikasi Tinggi

0,0
29 Jun 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Obat HIV terbaru ini bernama CabenuvaObat HIV terbaru bernama Cabenuva dianggap memiliki efisiensi yang tinggi
Pada awal tahun 2021 silam, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) telah mengizinkan penggunaan obat HIV terbaru yang bernama Cabenuva. Ini adalah obat resep yang hanya digunakan tanpa obat HIV-1 lainnya.Cabenuva adalah obat untuk infeksi HIV-1 pada orang dewasa dan menggantikan pengobatan HIV-1 yang selama ini digunakan. Virus HIV-1 merupakan virus yang menyebabkan AIDS.

Cara kerja obat HIV terbaru Cabenuva

Cabenuva adalah obat HIV terbaru yang diproduksi oleh perusahaan farmasi ViiV Healthcare. Obat ini merupakan kombinasi dari dua pengobatan HIV sebelumnya, yakni cabotegravir milik ViiV dan versi injeksi dari rilpivirine, obat HIV yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Janssen.Cabenuva merupakan obat yang diindikasikan sebagai rejimen lengkap untuk perawatan infeksi virus HIV-1 pada orang dewasa. Obat HIV terbaru ini dapat digunakan untuk penderita HIV dengan kriteria:
  • Orang dewasa dengan riwayat rejimen antiretroviral yang stabil dan tidak memiliki riwayat kegagalan pengobatan HIV sebelumnya.
  • Tidak diketahui ataupun dicurigai resisten terhadap cabotegravir dan rilpivirine.
Sementara itu, Cabenuva dapat diberikan melalui dua suntikan yang terbagi menjadi:
  • Dosis awal (inisial)
  • Dosis lanjutan.
Dosis awal Cabuneva mengandung cabotegravir 600 mg/3 mL dan rilpivirine 900 mg/3 mL, sedangkan dosis lanjutannya mengandung cabotegravir 400 mg/2 mL dan rilpivirine 600 mg/2 mL.Sebelum mengambil rejimen jangka panjang pengobatan HIV dengan Cabenuva, pasien harus meminum tablet cabotegravir 30 mg dan rilpivirine 25 mg sekali sehari selama sebulan. Syarat ini diperlukan untuk menguji toleransi pasien terhadap obat-obatan ini.Selanjutnya, pasien bisa mendapatkan penanganan HIV berupa suntikan Cabenuva sebanyak sekali dalam sebulan. Obat terbaru HIV ini dapat menggantikan rejimen obat antiretroviral yang selama ini harus diminum setiap hari.Pengobatan HIV dengan Cabenuva mengubah dosis pemberian obat yang awalnya sekali setiap hari, menjadi hanya sekali dalam sebulan.

Efektivitas obat HIV terbaru Cabenuva

Efikasi dari obat HIV terbaru Cabenuva diklaim mencapai 95 persen. Berkat efikasi yang tinggi dan penggunaan yang lebih jarang, penderita HIV yang menerima Cabenuva dapat memiliki lebih banyak kebebasan untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya.Penderita HIV/AIDS yang mengonsumsi obat Cabenuva dapat belajar, bekerja, atau melakukan perjalanan tanpa perlu manajemen pengobatan oral setiap hari yang sebelumnya dilakukan.Dosis awal yang telah disetujui untuk pemberian Cabenuva adalah sebulan sekali. Pada Februari 2021, sempat diajukan kembali usulan untuk mengubah dosis menjadi dua kali sebulan.Akan tetapi, berdasarkan uji klinis, penggunaan obat Cabenuva sebanyak sekali atau dua kali dalam sebulan, telah terbukti tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

Kemungkinan efek samping Cabenuva

Berikut adalah sejumlah kemungkinan efek samping yang dapat disebabkan pengobatan HIV dengan Cabenuva.

1. Reaksi alergi

Segera hubungi rumah sakit yang menangani Anda jika mengalami reaksi alergi setelah menerima obat HIV terbaru Cabenuva. Beberapa tanda reaksi alergi terhadap obat ini adalah:
  • Ruam
  • Demam
  • Tidak enak badan
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri sendi atau otot
  • Lepuhan atau nyeri dalam mulut
  • Wajah, bibir, mulut, dan lidah bengkak
  • Mata merah atau bengkak.

2. Reaksi setelah injeksi

Pada sebagian orang, sejumlah gejala berikut dapat terjadi hanya dalam beberapa menit setelah menerima injeksi rilpivirine. Beberapa gejala yang bisa muncul setelah injeksi adalah:
  • Berkeringat
  • Mati rasa pada mulut
  • Kesulitan bernapas
  • Sensasi hangat di badan
  • Kram perut
  • Merasa cemas
  • Merasa pusing atau seperti ingin pingsan
  • Perubahan tekanan darah.

3. Efek samping serius

Pengobatan HIV dengan Cabenuva juga dapat menyebabkan efek samping yang serius, termasuk:
  • Masalah hati. Orang dengan riwayat infeksi hepatitis B atau memiliki gangguan fungsi hati dapat mengembangkan perubahan baru atau memperburuk fungsi hati tertentu.
  • Depresi atau perubahan suasana hati. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih atau putus asa, perasaan cemas atau gelisah, memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri seperti bunuh diri, atau mencoba menyakiti diri sendiri.

Kapan Cabenuva dirilis secara umum?

Dalam keterangan persnya, perusahaan farmasi ViiV mengungkapkan bahwa obat baru HIV cabenuva sudah mulai didistribusikan ke grosir dan distributor khusus di Amerika Serikat pada Februari 2021.Harga yang dipasarkan untuk dosis pertama adalah sekitar $5.940 atau sekitar Rp84,6 juta, sedangkan dosis lanjutan dihargai $3.960 atau sekitar Rp56,4 juta. Hingga saat ini, Cabenuva belum masuk ke Indonesia.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
hivaids
Bio Space. https://www.biospace.com/article/cabenuva-approval-and-updates-what-you-need-to-know/
Diakses 16 Juni 2021
RX List. https://www.rxlist.com/cabenuva-drug.htm
Diakses 16 Juni 2021
ViiV Healthcare. https://viivhealthcare.com/en-gb/media/press-releases/2021/january/viiv-healthcare-announces-fda-approval-of-cabenuva/
Diakses 16 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait