6 Obat Herbal untuk Nyeri Sendi yang Paling Ampuh

(0)
Obat herbal nyeri sendi terbukti ampuhObat herbal nyeri sendi sudah teruji khasiatnya
Obat herbal nyeri sendi ada banyak yang sifatnya bantu mengurangi peradangan. Pengobatan alami menggunakan tanaman obat berkhasiat itu sendiri umum dipilih sebagai alternatif untuk menghindari risiko efek samping dari obat-obatan steroid.Menurut penelitian yang dikemukakan pada buku Corticosteroid Adverse Effect, penggunaan obat steroid dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan efek samping berupa edema pada betis (pembengkakan cairan), osteoporosis, hingga kematian pada sel tulang.

Rekomendasi obat herbal nyeri sendi dengan bahan alami di rumah

Obat herbal untuk nyeri sendi tersedia dalam banyak bentuk, mulai dari pil dan kapsul berisi ekstrak tanaman, teh seduh, krim oles, larutan cairan, dan bubuk kering (puyer) yang dapat dicampur pada makanan.Beberapa bahan makanan yang Anda sudah punya di rumah juga dapat dikonsumsi langsung sebagai obat alami nyeri sendi.Apa saja?

1. Cabai

Capsaicin pada cabai menghambat rasa nyeri
Kandungan capsaicin dalam cabai biasa digunakan pada koyo penghilang rasa pegal-pegal. Rupanya, cabai pun juga bagus untuk bahan obat herbal nyeri sendi.Pada penderita artritis, tubuh mereka menghasilkan zat neuropeptida P yang menimbulkan radang dan nyeri pada sendi.Zat capsaicin bekerja menghambat produksi neuropeptida P sehingga rasa nyeri pun berkurang. Hal ini dibuktikan pada penelitian yang diterbitkan pada jurnal Seminars in Arthritis and Rheumatism. Dalam penelitian ini, 80% pasien yang diobati dengan krim yang mengandung capsaicin mengaku rasa nyeri pada sendi mereka berkurang setelah dua minggu pemakaian.

2. Kunyit

Kunyit adalah pilihan obat alami nyeri sendi yang memiliki kandungan untuk memperbaiki atau mempertahankan tulang rawan sendi.Studi diterbitkan jurnal Arthritis Research and Therapy, kunyit mampu menekan zat yang dihasilkan pada tubuh tikus percobaan saat sendinya meradang. Meski demikian penelitian tersebut melaporkan, zat kurkumin pada kunyit hanya memperlambat laju penyakit osteoartritis; tidak menurunkan rasa sakitnya.Sementara itu penelitian lain yang diterbitkan pada jurnal Pharmacognosy Review menunjukkan, zat kurkumin pada kunyit mengurangi reaksi zat sitokin yang memicu peradangan pada tubuh penderita nyeri sendi osteoartritis. Artinya, kandungan kurkumin pada kunyit bekerja sebagai antiradang.

3. Jahe

Jahe berkhasiat mencegah radang sendi
Salah satu penyakit yang mengakibatkan nyeri sendi adalah artritis reumatoid alias rematik.Pada penelitian yang diterbitkan jurnal Arthritis, jahe dapat digunakan sebagai obat herbal nyeri sendi akibat rematik karena kandungan fitokimianya yang tinggi.Zat fitokimia bekerja sebagai antiinflamasi (antiradang). Fitokimia pada jahe bekerja dengan cara menghambat kerja tubuh yang mengakibatkan radang.Selain itu, minyak esensial jahe juga berguna untuk mencegah peradangan sendi dan kerusakan tulang. Bubuk jahe pun juga berkhasiat mencegah radang pada sendi.Hal ini telah dibuktikan pada penelitian. Lebih dari tiga perempat pasien rematik merasa nyeri pada sendi mereka berkurang setelah mengonsumsi bubuk jahe. 

4. Teh hijau

Teh hijau yang nikmat juga bisa Anda jadikan sebagai obat herbal nyeri sendi. Hal ini dikarenakan teh hijau memiliki kandungan antioksidan, yaitu epigallocatechin-3-gallate (EGCG).Penelitian yang diterbitkan jurnal Physical Therapy Science menemukan, kandungan ini bersifat antiradang yang bekerja mengurangi pengeroposan tulang akibat inflamasi.Penelitian ini juga menguji orang dengan rheumatoid arthritis (rematik). Penderita rematik diminta untuk mengonsumsi teh hijau selama enam bulan.Hasilnya, ada peningkatan kesembuhan penyakit ini. Kandungan EGCG dilaporkan mampu memperbaiki pengeroposan tulang yang diakibatkan rematik.Antioksidan pada teh hijau juga melindungi tulang dari kerusakan akibat radikal bebas.

5. Nanas

Bromelain pada nanas berperan sebagai analgesik
Nanas bisa Anda konsumsi sebagai obat alami nyeri sendi. Sebab, nanas mengandung senyawa bromelain.Senyawa bromelain pada nanas terbukti pada Hindawi Journal sebagai senyawa antiradang dan analgesik. Kandungan ini paling banyak didapat dari batang dan buah nanas.Sebagai obat herbal nyeri sendi, bromelain bekerja mengurangi pembengkakan akibat menumpuknya cairan dan rasa nyeri pada sendi. Bromelain juga bekerja langsung menghambat zat yang menyebabkan rasa nyeri, yaitu bradikinin. 

6. Lidah buaya

Lidah buaya atau Aloe vera bersifat antiradang. Penelitian yang diterbitkan pada British Journal of Community Nursing menemukan, cara kerja lidah buaya melawan peradangan mirip dengan obat NSAID (obat antiradang nonsteroid) untuk penderita osteoartritis.NSAID bekerja menghambat produksi prostaglandin. Dengan mengurangi produksi prostaglandin, NSAID membantu meredakan rasa nyeri, demam, dan mengurangi peradangan.Namun bagi penderita osteoartritis, konsumsi obat NSAID dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping berupa ulkus lambung.Ekstrak lidah buaya tidak menunjukkan efek samping yang serupa dengan obat tersebut. Maka itu, lidah buaya dianggap lebih aman untuk digunakan dalam jangka panjang. Penelitian di atas justru menemukan, konsumsi lidah buaya mampu mengurangi kecenderungan penggunaan obat NSAID hampir setengahnya.

Catatan dari SehatQ

Obat herbal nyeri sendi dari bahan alami bisa Anda gunakan untuk membantu mengatasi gejala rematik dan osteoarthritis.Namun, perlu dipahami bahwa obat-obatan alami bukanlah pengobatan utama dan bukan pula bersifat pengganti dari obat medis. Obat-obatan herbal hanyalah sebagai komplemen, alias pendamping dari pengobatan medis yang dianjurkan dokter.Jika dokter memberikan resep obat, dokter telah mempertimbangkan manfaat yang lebih besar daripada efek samping yang diterima.Perlu Anda pahami pula bahwa beberapa penelitian masih diujicobakan terbatas pada hewan. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut dalam skala besar untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia.Jika Anda ingin mencoba obat herbal, tetap konsultasikan pada dokter sebelum menggunakannya untuk mengobati nyeri sendi.
nyeri sendiartritisrematikradang sendi
Muhammad Yasir et. al. 2020. Corticosteroid Adverse Effect. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK531462/ (Diakses pada 11 September 2020)Arthritis.org. https://www.arthritis.org/health-wellness/treatment/complementary-therapies/supplements-and-vitamins/5-ways-to-take-herbs-and-supplements-for-arthritis (Diakses pada 11 September 2020)Seminars in Arthritis and Rheumatism. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/1954640/ (Diakses pada 11 September 2020)Arthritis Research and Therapy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4891896/ (Diakses pada 11 September 2020)Pharmacognosy Review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5414457/ (Diakses pada 11 September 2020)Arthritis Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4058601/ (Diakses pada 11 September 2020)Healthline. https://www.healthline.com/health/ginger-for-arthritis (Diakses pada 11 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait