Hati-hati, Obat Herbal Ternyata Bisa Menyebabkan Gangguan Fungsi Hati

Transplantasi hati adalah salah satu bentuk penanganan gangguan fungsi hati kronis
Gangguan fungsi hati dapat disebabkan oleh obat herbal

Gangguan fungsi hati merupakan efek samping yang sering terjadi akibat konsumsi obat-obatan, termasuk pada suplemen dan obat herbal. Banyak orang memilih mengonsumsi produk obat herbal karena mengira efek samping yang ditimbulkan hanya sedikit dan hampir tidak ada. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi obat-obatan herbal dengan gangguan fungsi hati, mulai dari hepatitis ringan hingga gagal hati akut yang membutuhkan transplantasi.

Obat Herbal menyebabkan gangguan fungsi hati

Obat herbal tersedia di pasaran dalam bentuk alami maupun olahan. Kadang obat ini disajikan dengan campuran bahan yang tidak diketahui oleh konsumennya. Campuran tersebut dapat mengandung bahan yang berbahaya bagi tubuh, seperti logam berat (timbal, merkuri, arsenik), kortikosteroid, obat anti-inflamasi nonsteroid, dan golongan benzodiazepin.

Sebuah studi menyatakan bahwa obat herbal menjadi penyebab toksisitas hati pada 2-11% pasien dengan gagal hati akibat obat atau drug induced liver injury (DILI), dan 5-10% pasien gangguan fungsi hati akut karena obat. Penelitian lainnya di Korea dan Singapura bahkan menunjukkan angka kejadian gangguan fungsi hati akibat obat herbal mencapai 73% dan 71%.

Bentuk gangguan fungsi hati akibat obat herbal bervariasi, mulai dari gangguan fungsi hati ringan yang hanya tampak pada pemeriksaan laboratorium dan tidak bergejala, hingga gangguan fungsi hati berat yang membutuhkan transplantasi hati. Gejala pada gangguan fungsi hati dapat berupa gejala nonspesifik diikuti dengan jaundice (tampak kuning).

[[artikel-terkait]]

Bahan Obat Herbal yang biasa dikonsumsi

Kandungan dalam bahan obat herbal yang biasa dikonsumsi sehari-hari ini bisa menyebabkan gangguan fungsi hati. Bahan-bahan tersebut, antara lain:

1. Teh Hijau

Teh hijau (Camellia sinensis) merupakan salah satu herbal yang paling populer dikonsumsi di dunia. Berbagai suplemen, terutama penurun berat badan, banyak mengandung teh hijau. Teh ini mengandung zat polifenol.

Dalam zat polifenol, ada kandungan katekin, galokatekin, epikatekin, epigalokatekin, epikatekin galat, dan epigalokatekin galat. Epigalokatekin galat merupakan polifenol yang paling banyak terdapat dalam teh hijau. Zat ini merupakan zat yang paling aktif dan berpotensi menyebabkan gangguan fungsi hati.

Mengonsumsi 2-3 gelas teh hijau dalam sehari tidak menyebabkan gangguan fungsi hati. Akan tetapi, prouk herbal dan suplemen yang diindikasikan untuk menurunkan berat badan memiliki kandungan ekstrak teh hijau dalam dosis tinggi. Hal inilah yang dapat menyebabkan gangguan fungsi hati. Fakta ini didukung berbagai penelitian yang menemukan hubungan antara teh hijau dan gangguan fungsi hati.

2. Germander

Tanaman germander (Teucrium chamaedrys) merupakan herbal yang umum digunakan untuk mengatasi dispepsia, obesitas, diabetes melitus, hipertensi, asam urat, dan kolik abdomen.

Ekstrak germander terdapat dalam produk herbal baik dalam bentuk teh maupun kapsul. Germander memiliki kandungan furan yang mengandung diterpenoid yang bersifat sitotoksik dan karsinogenik.

Germander secara signifikan dapat menyebabkan gangguan fungsi hati, baik akut maupun kronis. Gangguan ini muncul adanya kerusakan sel hati sehingga terjadi jaundice tanpa adanya reaksi imun. Gangguan fungsi hati umumnya timbul dalam dua bulan setelah konsumsi produk yang mengandung germander.

Gejala yang dihasilkan dapat berupa gejala nonspesifik, seperti anoreksia, mual, nyeri perut, dan kuning, disertai adanya peningkatan kadar serum transaminase dalam darah. Adanya kasus sirosis hati juga pernah dilaporkan terjadi. Gangguan fungsi hati yang terjadi akan menghilang jika penggunaan produk dihentikan. Penyembuhan akan berlangsung dalam waktu 8 minggu.

3. Anabolik steroid

Anabolik steroid adalah suplemen yang sering digunakan pada binaragawan. Konsumsi anabolik steroid berpotensi menyebabkan gangguan fungsi hati, mulai dari jaundice, gatal, hingga tumor hati.

Dalam sebuah penelitian, 20 orang binaragawan yang mengonsumsi berbagai suplemen mengandung testosteron mengalami gangguan fungsi hati. Gangguan fungsi hati ringan yang terjadi bisa berhenti setelah menghentikan konsumsi suplemen anabolik steroid tersebut.

Bunchorntavakul C, Reddy KR. Review article: herbal and dietary supplement hepatotoxicity. Alimentary Pharmacology & Therapeutics. 2013 Jan 1;37(1):3–17.

de Boer YS, Sherker AH. Herbal and Dietary Supplement Induced Liver Injury. Clin Liver Dis. 2017 Feb;21(1):135–49.

Review article: herbal and dietary supplement hepatotoxicity - Bunchorntavakul - 2013 - Alimentary Pharmacology & Therapeutics - Wiley Online Library. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.1111/apt.12109
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed