Obat GERD di Apotek dan Alami Ini Bisa Jadi Pilihan Anda

(0)
30 Sep 2020|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada beberapa jenis obat GERD yang dijual bebas di apotekAntasida merupakan salah satu obat GERD yang bisa dibeli di apotek
Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah penyakit yang tengah naik daun popularitasnya akhir-akhir ini. Penyakit ini terjadi ketika asam lambung secara rutin naik ke esofagus, yakni bagian tubuh yang menghubungkan mulut dan perut. Asam lambung yang kerap naik atau refluks ini kemudian dapat mengiritasi lapisan esofagus.Untuk mengobati GERD, ada sejumlah metode pengobatan yang bisa Anda pilih, mulai dari obat GERD yang bisa dibeli di apotek, hingga bahan-bahan alami yang dapat membantu meredakan gejala-gejala penyakit ini.

Obat GERD di apotek dan lewat resep dokter

Dokter biasanya akan merekomendasikan Anda untuk mencoba mengubah gaya hidup terlebih dahulu dan mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas di apotek.Apabila pengobatan tersebut tidak efektif setelah beberapa pekan, dokter dapat meresepkan obat-obatan lain yang lebih kuat atau tindakan operasi.Berikut adalah obat GERD yang bisa Anda beli di apotek.

1. Antasida

Antasida meredakan gejala GERD dengan cepat. Meski demikian, antasida saja tidak cukup untuk menyembuhkan esofagus yang meradang karena asam lambung.Penggunaan antasida secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping, seperti diare atau masalah-masalah ginjal. Obat ini dapat dibeli tanpa resep dokter. 

2. Simetikon

Simetikon dapat Anda beli di apotek tanpa resep dokter karena ini merupakan obat berlabel hijau. Obat ini bermanfaat untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan nyeri yang disebabkan oleh banyaknya gas dalam saluran pencernaan, seperti perut kembung dan sendawa.Jika Anda memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter, berikut adalah jenis obat-obatan yang biasanya diresepkan untuk menangani penyakit GERD.

1. H-2 receptor blockers

Di balik namanya yang rumit, obat GERD ini berfungsi untuk mengurangi produksi asam lambung. Obat-obatan H-2 receptor blockers tidak bekerja secepat antasida, tetapi efek obat ini dapat dirasakan lebih lama dan mampu mengurangi produksi asam lambung hingga 12 jamBeberapa obat jenis ini yang bisa diresepkan dokter, yakni cimetidine, famotidine, dan nizatidine.

2. Proton pump inhibitors (PPI)

Proton pump inhibitors merupakan obat-obatan penghambat asam lambung yang lebih kuat dibandingkan H-2 receptor blockers.Tidak hanya itu, obat GERD ini juga bisa memberikan waktu bagi jaringan esofagus yang rusak untuk pulih. Jenis proton pump inhibitors yang dapat diresepkan dokter, yaitu lansoprazole, omeprazole, dan esomeprazole.

Cara mengatasi GERD secara alami

Tidur setelah makan bisa sebabkan GERD kambung
Tidur setelah makan menyebabkan asam lambung naik
Metode pengobatan alami biasanya diutamakan untuk atasi penyakit GERD ketimbang menggunakan obat GERD di atas. Cara-cara ini umumnya berkaitan dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

1. Makanan secara perlahan dan secukupnya

Ketika lambung sangat penuh, jumlah asam lambung yang naik (refluks) ke esofagus bisa meningkat. Untuk mengantisipasi keadaan ini, Anda sebaiknya mencoba untuk makan lebih sedikit tetapi lebih sering ketimbang makan tiga kali sehari. Selain itu, makanlah secara perlahan dalam setiap sesi makan.

2. Menghindari jenis-jenis makanan tertentu

Makanan-makanan yang dapat memicu refluks asam lambung perlu Anda hindari. Jenis-jenis makanan ini meliputi daun mint, makanan berlemak, makanan pedas, tomat, bawang putih, bawang bombay, kopi, teh, cokelat, dan alkohol.Apabila Anda mengonsumsi makanan-makanan tersebut secara rutin, Anda bisa menguranginya satu per satu untuk melihat apakah refluks bisa dikontrol atau tidak, kemudian kembali mengonsumsinya satu demi satu.

3. Menjauhi minuman berkarbonasi

Minuman berkarbonasi dapat membuat Anda banyak bersendawa. Perlu diingat bahwa bersendawa bisa mengirim asam lambung naik ke esofagus. Hindari konsumsi minuman bersoda selama Anda berusaha mengatasi GERD.

4. Bangun dan jangan tidur setelah makan

Ketika Anda berdiri, gravitasi dapat membantu mencegah asam lambung naik ke esofagus. Anda juga perlu menghindari kebiasaan tidur setelah makan dan mengonsumsi makanan yang dekat dengan jam tidur. Cobalah untuk makan setidaknya tiga jam sebelum tidur.

5. Hindari bergerak terlalu cepat setelah makan

Hindari olahraga berat selama beberapa jam setelah makan. Jalan kaki setelah makan malam boleh-boleh saja, tetapi olahraga yang lebih berat atau intensif perlu dihindari karena bisa memicu asam lambung naik ke esofagus.

6. Posisikan kepala lebih tinggi dari badan saat tidur

Posisikan kepala Anda lebih tinggi saat tidur untuk mencegah asam lambung naik, tepatnya sekitar 15-20 cm dari kaki. Anda bisa menggunakan pengganjal busa untuk menyokong bagian atas tubuh ketika tidur. Meski tidak direkomendasikan, Anda juga bisa melakukannya dengan menumpuk bantal.

7. Menjaga berat badan

Penambahan berat badan dapat meregangkan struktur otot yang menopang sfingter esofagus bagian bawah sehingga mengurangi tekanan yang menahan sfingter agar tetap tertutup. Kondisi ini bisa menyebabkan refluks asam lambung dan heartburn.

8. Berhenti merokok

Kandungan dalam rokok, seperti nikotin, dapat membuat sfingter esofagus bagian bawah rileks sehingga asam lambung lebih mudah naik ke esofagus.

9. Periksa obat-obatan yang tengah Anda konsumsi

Beberapa jenis obat-obatan tertentu dapat membuat sfingter esofagus bagian bawah rileks sehingga berpotensi menyebabkan refluks asam lambung.Ada pula jenis obat-obatan yang bisa mengiritasi esofagus secara langsung, misalnya jenis obat bisphosponat. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat pengganti sehingga GERD bisa dihindari.Jika Anda punya pertanyaan seputar obat GERD, jangan ragu untuk tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store maupun Google Play.
asam lambunggerd
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/diagnosis-treatment/drc-20361959#:~:text=These%20include%20esomeprazole%20(Nexium)%2C,and%20vitamin%20B%2D12%20deficiency.
Diakses pada September 2020
Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/digestive-health/9-ways-to-relieve-acid-reflux-without-medication
Diakses pada September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait