7 Obat Gatal di Bibir Kemaluan yang Perlu Diketahui Setiap Wanita

(0)
Obat gatal di bibir kemaluan ampuh atasi penyebab gatalObat gatal di bibir kemaluan bekerja dengan mengatasi penyebab gatal
Obat gatal di bibir kemaluan ada banyak macamnya. Namun, untuk memilih obat yang paling ampuh harus tergantung dari apa khususnya penyebab gatal pada vagina Anda. Ada berbagai macam “biang keladi” penyebab gatal pada bibir kemaluan, mulai dari infeksi jamur, bakteri, hingga parasit.

Rekomendasi jenis obat gatal di bibir kemaluan vagina

Jenis obat gatal di vagina memiliki macam sediaan yang beragam. Obat yang didapat bisa berupa krim, obat minum, hingga obat supostoria yang dimasukkan langsung ke liang vagina.Obat yang diberikan pun tergantung penyebab gatal di vagina.Berikut ini adalah jenis-jenis obat untuk vagina gatal untuk mengatasi beragam pencetusnya:

1. Metronidazole

Metronidazole mengatasi gatal di vagina akibat infeksi bakteri
Menurut riset terbitan The Journal of Infectious Disease, obat metronidazole oral (obat minum) biasanya diberikan dokter sebagai penanganan pertama untuk gatal akibat bacterial vaginosis. Bacterial vaginosis adalah peradangan vagina akibat infeksi bakteri yang menyebabkan sensasi gatal.Penelitian ini memaparkan, obat untuk vagina gatal ini harus dikonsumsi dengan dosis sebesar 500 mg sebanyak dua kali sehari dalam jangka waktu seminggu.Sediaan metronidazole juga ada yang berupa gel. Obat gatal di vagina ini dipakai dengan cara dioleskan ke dalam liang kemaluan sekali dalam sehari. Ulangi pemakaian selama lima hari berturut-turut.Penelitian ini mengungkap, obat gatal di bibir kemaluan jenis metronidazole ampuh untuk menghambat pembentukan bakteri Gardnerella vaginalis yang melekat di permukaan vagina (biofilm). Bahkan, tingkat kesembuhan jangka pendek saat menggunakan obat gatal di bibir metronidazole mencapai hampir 80%.

2. Clindamycin

Jenis obat gatal di bibir kemaluan ini berguna untuk mengatasi rasa gatal akibat radang serviks (cervicitis). Pemicu radang serviks adalah bakteri Chlamydia trachomatis.Berdasarkan temuan yang diterbitkan pada jurnal The Canadian Journal of Infectious Diseases, sediaan obat gatal di bibir kemaluan ini ada dua macam, yaitu obat minum dan jel yang langsung dioles ke vagina.Biasanya, dosis jel clindamycin yang diberikan sebesar 2%. Sementara untuk obat minum, dosis per satu butirnya sekitar 150-300 mg.Cara mengonsumsi obat gatal di bibir kemaluan ini adalah minum dengan batas dosis 600 mg setiap hari dalam rentang 6-8 jam. Dokter juga bisa memberikan resep dengan dosis 900 mg setiap 8 jam sekali.Obat ini termasuk ke golongan antibiotik. Biasanya, dokter memberikan obat ini sebagai pilihan alternatif setelah mengonsumsi metronidazole.

3. Tinidazole

Seks tidak aman menimbulkan gatal akibat trichomoniasis
Obat gatal ini berguna untuk mengatasi parasit Trichomonas vaginalis pada bibir kemaluan (vagina).Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), parasit ini menyebabkan penyakit trichomoniasis yang rentan menular lewat aktivitas seksual tanpa pengaman.Menurut jurnal terbitan Drugs Adis International, tinidazole biasanya diberikan dalam bentuk obat minum dengan dosis sebesar 250 mg untuk tiga kali sehari selama lima hari.Jika obat ini dikonsumsi tunggal untuk mengatasi trichomoniasis, penelitian ini menemukan 65% pasien dinyatakan sembuh. Tingkat kesembuhan penggunaan obat gatal di vagina ini rata-rata mencapai 91 persen.Penyakit trichomoniasis merupakan penyakit menular seksual. Maka, asangan seksual penderita trichomoniasis pun juga harus diberikan tinidazole. Bahkan, penelitian ini menemukan, 89% pasangan yang tertular dan ikut mengonsumsi obat tinidazole dengan dosis 150 mg selama dua kali sehari untuk seminggu dinyatakan sembuh.Obat ini juga adanya berbentuk tablet yang dimasukkan ke vagina. 

4. Acyclovir

Acyclovir sebenarnya bukan obat untuk mengatasi vagina gatal. Obat ini utamanya digunakan untuk mengatasi penyakit herpes genital (herpes simplex tipe 2). Akan tetapi, salah satu gejala dari penyakit herpes genital adalah adanya bentol pada kemaluan yang disertai gatal.Menurut CDC, sampai saat ini, belum ada obat yang mampu menyembuhkan herpes. Meski begitu, obat acyclovir mampu mengurangi gejala herpes pada kemaluan dan mengurangi luka akibat bentol gatal di vagina.Menurut jurnal yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, obat acyclovir untuk pengobatan herpes kelamin dianjurkan diminum 2-5 kali sehari selama sepuluh hari hingga dua belas bulan.

5. Fluconazole

Obat minum fluconazole efektif atasi vagina gatal akibat jamur
Obat gatal di bibir kemaluan ini mampu mengatasi candidiasis vaginalis, yaitu infeksi vagina akibat jamur Candida albicans.Bahkan, penelitian pada jurnal Infection and Drug Resistance menunjukkan, obat fluconazole dianggap sebagai obat paling efektif untuk mengobati vaginal candidiasis. Penelitian ini menunjukkan, efektivitas obat untuk vagina gatal akibat jamur ini mencapai 95%.Obat fluconazole bekerja sebagai antijamur (antifungal) dengan cara menghambat molekul yang ada pada jamur. Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan (PIO Nas BPOM) memaparkan, obat gatal di bibir kemaluan jenis fluconazole ini bisa dikonsumsi sebanyak 150 mg dosis tunggal.Studi dalam jurnal terbitan National Center of Biotechnology Information memaparkan, obat ini juga tersedia dalam bentuk tablet yang dimasukkan ke vagina. Obat untuk vagina gatal ini bisa dimasukkan ke dalam vagina selama satu hingga tiga hari dengan dosis 150 mg.

6. Miconazole

Miconazole bisa digunakan sebagai obat bibir kemaluan bentol dan gatal. Miconazole bekerja dengan cara mengatasi jamur Candida albicans yang menjangkiti kemaluan.Menurut anjuran PIO Nas BPOM, obat ini digunakan dengan cara dioles dua kali sehari selama sepuluh hari setelah daerah yang ditumbuhi jamur dinyatakan sembuh.

7. Ivermectin

Kutu kerap ditemukan pada rambut pubis dan sebabkan gatal
Menurut CDC, obat gatal di bibir kemaluan jenis ivermectin berguna untuk mengatasi gatal akibat kutu di rambut kemaluan (pubis). Meski sediaannya ada dua jenis, yaitu obat minum dan obat oles, tetapi hanya obat oles yang disetujui U.S. Food and Drug Administration (FDA).Penelitian yang diterbitkan pada jurnal  Canadian Agency for Drugs and Technologies in Health membuktikan, obat ivermectin oles lebih efektif daripada obat minumnya.Tingkat kesembuhan dari obat ivermectin topikal juga lebih tinggi daripada obat minum. Rasa gatal lebih cepat mereda setelah seminggu pemakaian ivermectin oles.

Tips merawat vagina yang gatal selagi menggunakan obat

Pembalut cegah kebocoran akibat obat meleleh di vagina
Obat gatal di bibir kemaluan tidak hanya berbentuk obat minum. Obat ini bisa berupa krim atau jel yang dioles. Tidak hanya itu, bahkan ada pula tablet yang harus dimasukkan ke lubang vagina.Terkadang, obat gatal di bibir kemaluan memengaruhi kondisi vagina. Kemaluan pun bisa terasa lembap saat dioles krim atau jel. Tidak hanya itu, bahkan kemaluan terasa basah akibat obat yang meleleh dan bocor dari kemaluan.Untuk itu, inilah tips merawat vagina saat menggunakan obat yang diberikan langsung.
  • Gunakan pembalut atau pantyliner jika dirasa obat meleleh cukup banyak dan menyebabkan sensasi seperti “ngompol”
  • Jangan gunakan tampon saat menggunakan obat tablet yang dimasukkan langsung ke vagina agar obat bekerja dengan baik.
  • Pilih celana dalam dengan bahan katun agar mampu menyerap kelembapan dengan maksimal, hal ini mampu mencegah infeksi jamur.
  • Ganti celana setiap hari sesering mungkin jika area kemaluan terasa lembap atau obat terasa bocor.
  • Hindari berganti pasangan seksual, dan selagi vagina masih gatal sebaiknya tidak melakukan hubungan intim.

Catatan dari SehatQ

Obat gatal di bibir kemaluan bekerja mengatasi biang pemicu gatal, mulai dari bakteri, jamur, parasit, hingga kutu, sekaligus meredakan gatalnya.Obat ini pun memiliki sediaan yang beragam. Ada yang berupa tablet minum, obat oles, hingga obat yang harus dimasukkan ke vagina.Anda bisa mendapatkan obat untuk mengatasi gatal pada vagina di . Namun, sebaiknya konsultasikan dulu mengenai dosis dan cara pemakaian obat yang benar lewat chat bersama dokter. Terlebih, beberapa jenis obat ini perlu ditebus dengan resep dan memerlukan arahan dokter karena berisiko alergi obat.Kini, beli obat dan konsultasi lebih mudah dengan download aplikasi kesehatan keluarga  SehatQ di Google Play Store dan Apple Store.
vagina gatalkandidiasis vaginavaginosis bakterikesehatan vagina
The Journal of Infectious Disease. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4957510/ (Diakses pada 22 September 2020)Journal of informedhealth.org.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK298829/ (Diakses pada 22 September 2020)The Journal of Infectious Disease. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK298829/ (Diakses pada 22 September 2020)The Canadian Journal of Infectious Diseases. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3250868/ (Diakses pada 22 September 2020)Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/std/trichomonas/stdfact-trichomoniasis.htm (Diakses pada 22 September 2020)Drugs Adis International. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/954609/ (Diakses pada 22 September 2020)Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-herpes/symptoms-causes/syc-20356161 (Diakses pada 22 September 2020)Center for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/std/herpes/treatment.htm (Diakses pada 22 September 2020)National Center for Biotechnology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542180/ (Diakses pada 22 September 2020)Infection and Drug Resistance. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6203166/ (Diakses pada 22 September 2020)National Center of Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459317/ (Diakses pada 22 September 2020)Wounds. https://www.woundsresearch.com/poster/nystatin-vs-miconazole-nitrate-vitro-testing-candida-albicans-killing-over-time (Diakses pada 22 September 2020)Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan. http://pionas.pom.go.id/monografi/mikonazol-nitrat (Diakses pada 22 September 2020)Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/parasites/lice/pubic/treatment.html (Diakses pada 22 September 2020)Canadian Agency for Drugs and Technologies in Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545892/ (Diakses pada 22 September 2020)Healthline. https://www.healthline.com/health/general-use/how-to-use-vaginal-suppositories (Diakses pada 22 September 2020)Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/underwear-hygiene (Diakses pada 22 September 2020)Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan. http://pionas.pom.go.id/monografi/flukonazol (Diakses pada 22 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait