Obat Flu untuk Ibu Hamil yang Aman dan yang Harus Dihindari


Tidak semua ‘obat warung’ dapat dijadikan obat flu untuk ibu hamil. Anda pun sebaiknya berkonsultasi dengan dokter setiap akan mengonsumsi obat tertentu selama hamil.

(0)
16 Mar 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pemilihan obat flu untuk ibu hamil perlu diperhatikanobat flu untuk ibu hamil yang aman salah satunya paracetamol
Saat hamil, tubuh Anda akan mengalami pergeseran fungsi sistem kekebalan tubuh sehingga lebih rentan terkena berbagai penyakit, termasuk flu. Namun, tidak sembarang obat flu untuk ibu hamil bisa dikonsumsi karena dikhawatirkan memiliki efek negatif terhadap janin. Oleh karenanya,  Anda perlu mengetahui obat flu untuk ibu hamil yang aman.Flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran napas bagian atas, seperti hidung, tenggorokan, dan sinus. Gejala yang menyertai flu adalah pilek, bersin, radang tenggorokan, dan batuk serta biasanya berlangsung selama satu minggu.Kabar buruknya, flu saat hamil mungkin berlangsung lebih lama dari itu. Namun kabar baiknya, virus flu tersebut tidak akan membahayakan kondisi janin Anda meski Anda tetap melakukan berbagai perawatan flu untuk membuat Anda lebih nyaman dan mempercepat penyembuhan.

Obat flu untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi

Ada banyak obat flu yang dijual bebas di pasaran dan bisa dibeli tanpa resep dokter. Namun, tidak semuanya dapat dianggap sebagai obat flu yang aman untuk ibu hamil.Anda harus benar-benar memperhatikan komposisi obat yang terkandung di dalamnya, dan bila perlu menanyakan kepada apoteker apakah bahan tersebut aman dikonsumsi oleh ibu hamil.Kebanyakan obat flu di apotek memiliki kandungan yang hampir sama dan beberapa di antaranya aman dikonsumsi ibu hamil.Kandungan obat flu yang aman untuk ibu hamil antara lain:

1. Paracetamol

Paracetamol sebetulnya merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan demam atau meringankan nyeri ringan maupun sedang. Namun, obat ini juga bisa digunakan sebagai obat flu dan batuk untuk ibu hamil.Paracetamol merupakan obat flu untuk ibu hamil yang aman digunakan pada usia kehamilan berapapun. Hingga kini, belum ada bukti medis yang mengatakan penggunaan obat ini dapat membahayakan bayi maupun ibu hamil.Meskipun demikian, sebisa mungkin gunakan paracetamol dosis rendah dan tidak dalam jangka panjang. Bila konsumsi paracetamol tidak meredakan gejala Anda (misalnya demam tetap tinggi setelah 3 hari), periksakan diri ke dokter.

2. Dextromethorphan

Obat flu untuk ibu hamil ini dapat meredam batuk yang menyertai flu dan aman digunakan oleh ibu hamil dalam jangka pendek. Meski demikian, penggunaan obat ini sebaiknya tetap dengan pengawasan bidan atau dokter yang menangani Anda.Dextromethorphan termasuk dalam golongan C, yang artinya obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

3. Obat antivirus

Dikutip dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), obat antivirus juga bisa menjadi salah satu obat flu yang aman untuk ibu hamil. Obat ini paling efektif diminum dalam kurun waktu 48 jam setelah gejala flu muncul. Selain itu, obat antivirus juga dapat mencegah komplikasi flu serius, seperti pneumonia.Selain ketiga jenis obat flu untuk ibu hamil di atas, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum sembarang obat.Selain itu, hindari obat yang mengandung banyak bahan pembuat serta ditujukan untuk menyembuhkan berbagai gejala flu, misalnya demam, batuk, dan pilek dalam satu kapsul.Kecuali direkomendasikan oleh dokter, Anda pun sebaiknya menghindari obat-obatan yang mengandung bahan salah satunya sebagai berikut:

Ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi obat selama masa kehamilan, tak terkecuali saat ia terkena flu. Sebaliknya, ada banyak hal lain yang bisa Anda lakukan di rumah sebagai obat alami flu untuk ibu hamil.Berikut cara mengobati flu untuk ibu hamil secara alami yang bisa Anda lakukan di rumah:
  • Memperbanyak istirahat, misalnya dengan tidur semalaman, rebahan, dan mengurangi aktivitas hingga gejala flu mereda.
  • Minum lebih banyak cairan, termasuk air putih, jus buah, atau kaldu sup untuk mengembalikan cairan di dalam tubuh sekaligus mencegah dehidrasi.
  • Tetap jaga asupan makanan. Coba makan dengan porsi lebih kecil dan sering, sekalipun Anda merasa tidak nafsu makan.
  • Menggunakan penghangat ruangan, menambah bantal penyanggah kepala, ataupun menggunakan cairan nasal untuk mengatasi hidung tersumbat.
  • Minum air hangat atau berkumur dengan air garam untuk meredakan nyeri tenggorokan. Anda pun bisa minum air es jika memang hal itu membuat tenggorokan lebih nyaman.
Meski sebagian besar flu akan sembuh sendiri dan tidak menyebabkan komplikasi kehamilan, perlu diingat bahwa akan tetap ada risiko virus flu menyebar ke organ terdekat, sehingga mengakibatkan infeksi bakteri yang sifatnya lebih serius.Untuk itu, ibu hamil tetap disarankan menemui dokter, terutama bila mengalami gejala flu berat sebagai berikut:
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Merasa sakit dada atau nyeri dada seperti tertekan
  • Keluar bercak darah melalui vagina
  • Mual yang parah
  • Demam yang tidak bisa diturunkan dengan mengonsumsi paracetamol
  • Terjadi penurunan aktivitas janin.

Cara mencegah flu saat hamil

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Dalam kasus ini, terdapat banyak cara yang bisa bumil lakukan untuk mencegah flu selama hamil, di antaranya:
  • Rajin mencuci tangan
  • Tidur yang teratur
  • Mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah
  • Hindari berdekatan dengan teman atau keluarga yang sedang sakit
  • Berolahraga teratur (setelah mendapatkan izin dari dokter)
  • Menghindari stres.
Lakukanlah berbagai cara pencegahan di atas untuk menghindari flu atau penyakit lainnya.Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda selama masa kehamilan, terutama di trimester pertama. Sekalipun dokter mungkin tidak mewajibkan Anda meminum obat flu untuk ibu hamil, setidaknya Anda akan merasa tenang karena telah ditangani secara tepat.Jika Anda ingin berkonsultasi pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
flumasalah kehamilan
Pregnancy Birth Baby Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/cold-and-flu-during-pregnancy
Diakses pada 16 Maret 2020
APA. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/cough-cold-during-pregnancy/
Diakses pada 16 Maret 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2377219/
Diakses pada 16 Maret 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315815
Diakses pada 16 Maret 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/cold-flu/treating-during-pregnancy
Diakses pada 16 Maret 2020
CDC. https://www.cdc.gov/flu/highrisk/pregnant.htm?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Fflu%2Fprotect%2Fvaccine%2Fpregnant.htm Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait