Obat Flu untuk Ibu Hamil yang Aman dan yang Harus Dihindari

Pemilihan obat flu untuk ibu hamil perlu diperhatikan
Seorang ibu hamil tengah mengalami flu

Saat hamil, tubuh Anda akan mengalami pergeseran fungsi sistem imun sehingga lebih rentan terserang berbagai penyakit, termasuk flu. Namun, tidak sembarang obat flu untuk ibu hamil bisa dikonsumsi karena dikhawatirkan memiliki efek negatif terhadap janin.

Flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran napas bagian atas, seperti hidung, tenggorokan, dan sinus. Gejala yang menyertai flu adalah pilek, bersin, radang tenggorokan, dan batuk serta biasanya berlangsung selama satu minggu.

Kabar buruknya, flu pada ibu hamil mungkin berlangsung lebih lama dari itu. Namun kabar baiknya, virus flu tersebut tidak akan membahayakan kondisi janin Anda meski Anda tetap melakukan berbagai perawatan flu untuk membuat Anda lebih nyaman dan mempercepat penyembuhan.

Obat flu untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi

Ada banyak obat flu yang dijual bebas di pasaran dan bisa dibeli tanpa resep dokter. Namun, tidak semuanya dapat dianggap sebagai obat flu untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi sehingga Anda harus benar-benar memperhatikan komposisi obat yang terkandung di dalamnya, dan bila perlu menanyakan kepada apoteker apakah bahan tersebut aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

Kebanyakan obat flu di apotek memiliki kandungan yang hampir sama dan beberapa di antaranya aman dikonsumsi ibu hamil. Kandungan obat flu untuk ibu hamil yang relatif aman, antara lain:

1. Paracetamol

Paracetamol sebetulnya merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan demam atau meringankan nyeri ringan maupun sedang. Namun, ia juga bisa digunakan ketika ibu hamil mengalami flu yang menimbulkan gejala-gejala tersebut.

Paracetamol merupakan obat flu untuk ibu hamil yang aman digunakan pada usia kehamilan berapapun. Hingga kini, belum ada bukti medis yang mengatakan penggunaan obat ini dapat membahayakan bayi maupun ibu hamil.

Meskipun demikian, sebisa mungkin gunakan paracetamol dosis rendah dan tidak dalam jangka panjang. Bila konsumsi paracetamol tidak meredakan gejala Anda (misalnya demam tetap tinggi setelah 3 hari), periksakan diri ke dokter.

2. Dextromethorphan

Obat flu untuk ibu hamil ini dapat meredam batuk yang menyertai flu dan aman digunakan oleh ibu hamil dalam jangka pendek. Meski demikian, penggunaan obat ini sebaiknya tetap dengan pengawasan bidan atau dokter yang menangani Anda.

Dextromethorpan termasuk dalam golongan C, yang artinya obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Selain kedua jenis obat flu untuk ibu hamil di atas, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum sembarang obat. Selain itu, hindari obat yang mengandung banyak bahan pembuat serta ditujukan untuk menyembuhkan berbagai gejala flu, misalnya demam, batuk, dan pilek dalam satu kapsul.

Kecuali direkomendasikan oleh dokter, Anda pun sebaiknya menghindari obat-obatan yang mengandung bahan-bahan sebagai berikut:

  • Aspirin
  • Ibuprofen
  • Naproxen
  • Kodein
  • Antibiotik.

Penanganan tanpa obat flu untuk ibu hamil

Ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi obat selama masa kehamilan, tak terkecuali saat ia terkena flu. Sebaliknya, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gejala flu tanpa harus meminum obat flu untuk ibu hamil, yakni:

  • Memperbanyak istirahat, misalnya dengan tidur semalaman, rebahan, dan mengurangi aktivitas hingga gejala flu mereda.
  • Minum lebih banyak cairan, termasuk air putih, jus buah, atau kaldu sup untuk mengembalikan cairan di dalam tubuh sekaligus mencegah dehidrasi.
  • Tetap jaga asupan makanan. Coba makan dengan porsi lebih kecil dan sering, sekalipun Anda merasa tidak nafsu makan.
  • Menggunakan penghangat ruangan, menambah bantal penyanggah kepala, ataupun menggunakan cairan nasal untuk meringankan hidung mampet.
  • Minum air hangat atau berkumur dengan air garam untuk meredakan nyeri tenggorokan. Anda pun bisa minum air es jika memang hal itu membuat tenggorokan lebih nyaman.

Meski sebagian besar flu akan sembuh sendiri dan tidak menyebabkan komplikasi kehamilan, tetap ada risiko virus flu akan menyebar ke organ terdekat sehingga mengakibatkan infeksi bakteri yang sifatnya lebih serius. Untuk itu, ibu hamil tetap disarankan menemui dokter, terutama bila mengalami gejala flu berat sebagai berikut:

  • Pusing
  • Sesak napas
  • Nyeri dada atau dada seperti tertekan
  • Keluar bercak darah melalui vagina
  • Mual yang parah
  • Demam yang tidak bisa diturunkan dengan mengonsumsi paracetamol
  • Terjadi penurunan aktivitas janin.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda selama masa kehamilan, terutama di trimester pertama. Sekalipun dokter mungkin tidak mewajibkan Anda meminum obat flu untuk ibu hamil, setidaknya Anda akan merasa tenang karena telah ditangani secara tepat.

Pregnancy Birth Baby Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/cold-and-flu-during-pregnancy
Diakses pada 16 Maret 2020

APA. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/cough-cold-during-pregnancy/
Diakses pada 16 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2377219/
Diakses pada 16 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315815
Diakses pada 16 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/cold-flu/treating-during-pregnancy
Diakses pada 16 Maret 2020

Artikel Terkait