6 Obat Flu Generik yang Ampuh Redakan Pilek Mengganggu

(0)
06 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Jenis obat flu generik antara lain paracetamol, ibuprofen, dan CTMObat flu generik harganya lebih terjangkau dibanding obat merek
Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang sifatnya self limiting disease alias bisa sembuh sendiri selama daya tahan tubuh kuat. Namun memang, gejala yang timbul bersama datangnya flu ini bisa sangat mengganggu. Saat hal ini terjadi, Anda bisa memilih obat flu generik untuk mengatasinya.Khasiat obat flu generik sama saja dengan obat flu bermerek. Bedanya, pada obat generik, bahan yang digunakan benar-benar hanya bahan aktifnya. Pada obat merek, ada bahan tambahan lain seperti perasa buah, vitamin dan sejenisnya. Bahan aktif adalah komponen utama obat yang bisa menyembuhkan penyakit.

Jenis obat flu generik yang ada di apotek

Flu bisa menimbulkan berbagai macam gejala, seperti nyeri badan, pegal-pegal, demam, batuk, pilek, hingga sakit kepala. Sehingga, obat flu yang tersedia sebenarnya adalah obat untuk meredakan gejalanya, bukan untuk menghilangkan virusnya.Virus flu sendiri akan hilang dengan sendirinya saat daya tahan tubuh kita membaik. Saat gejala flu mereda, Anda pun dapat beristirahat lebih baik dan nafsu makan yang sempat hilang, bisa kembali normal. Hal ini diperlukan untuk memicu sistem imun di tubuh segera membaik. Berikut ini obat flu generik yang bisa Anda konsumsi untuk meredakan gejalanya.

1. Paracetamol

Paracetamol bisa membantu meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, dan nyeri di badan. Obat yang bisa disebut juga sebagai acetaminophen ini adalah obat yang dijual bebas. Sehingga Anda tidak memerlukan resep dokter untuk membelinya.Meski demikian, bukan berarti obat ini bisa diminum sembarangan. Anda tetap perlu mengikuti dosis dan aturan pakai yang tertera di kemasan. Terlalu banyak mengonsumsi paracetamol bisa menyebabkan kerusakan hati.

2. Ibuprofen

Sama seperti paracetamol, ibuprofen juga dapat membantu meredakan gejala flu seperti nyeri badan, demam, dan sakit kepala. Obat flu generik ini termasuk dalam golongan obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) yang bekerja dengan cara mengurangi produksi hormon yang menyebabkan nyeri dan peradangan di tubuh.Ibuprofen bisa Anda temukan dengan mudah di apotek maupun supermarket terdekat. Saat mengonsumsi obat ini, pastikan Anda mematuhi anjuran dosis dan aturan pakai yang tertera di kemasan.Terlalu banyak mengonsumsi ibuprofen bisa memicu kerusakan lambung dan usus. Obat ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung atau stroke, apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama dan dalam dosis yang berlebihan.

3. Loratadine

Flu juga bisa menimbulkan gejala mirip alergi, seperti pilek, bersin-bersin, mata berair, batuk, dan mata serta telinga yang gatal. Loratadine bisa membantu meredakan gejala-gejala tersebut, karena obat ini masuk sebagai golongan obat antihistamin. Antihistamin adalah golongan obat alergi yang bekerja dengan cara menghambat produksi histamin, zat kimia di tubuh yang muncul saat seseorang mengalami alergi. Kebanyakan obat antihistamin bisa menyebabkan kantuk saat dikonsumsi, tapi tidak dengan loratadine.Obat flu yang satu ini termasuk dalam antihistamin generasi kedua, yang sudah dikembangkan untuk bisa dikonsumsi tanpa menimbulkan rasa kantuk.

4. Cetirizine

Cetirizine juga termasuk sebagai salah satu obat antihistamin yang bisa digunakan untuk meredakan gejala flu. Obat ini tidak menyebabkan kantuk, dan dapat dipilih sebagai alternatif dari loratidine. Cetirizine akan membantu meredakan gejala flu seperti pilek, bersin-bersin, mata berarir, dan batuk. Obat antihistamin yang tidak menyebabkan kantuk seperti loratadine dan cetirizine sebenarnya dianggap kurang efektif untuk mengatasi flu jika dibandingkan dengan jenis lain yang bisa menyebabkan kantuk. Namun, jenis ini bisa jadi alternatif untuk Anda yang masih harus berkegiatan saat berada dalam masa penyembuhan.

5. Chlorampeniramine maleat (CTM)

CTM adalah obat golongan antihistamin yang bisa menyebabkan kantuk dan dianggap cukup efektif untuk redakan gejala flu dan alergi seperti pilek dan bersin-bersin serta mata berair.Obat flu generik ini bisa dibeli bebas di apotek dan dapat memberikan efek yang baik jika dikonsumsi sesuai aturan pakai yang tertera di kemasan. Jangan mengonsumsi CTM lebih dari 7 hari berturut-turut. Jika gejala tidak juga reda setelah 7 hari, segera hubungi dokter.

6. Guaifenesin

Guaifenesin adalah obat flu generik berjenis ekspektoran yang bisa mengencerkan dahak dan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan. Obat ini berguna jika sakit flu yang Anda alami disertai dengan batuk berdahak.Sebelum mengonsumsi obat-obatan di atas, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap obat tersebut. Segera hentikan konsumsinya apabila muncul tanda alergi seperti sesak napas, ruam, dan bengkak. Apabila gejala flu tidak juga reda setelah mengonsumsi obat flu generik selama beberapa hari, sebaiknya periksakan kondisi Anda ke dokter.

Saat flu jangan minum obat antibiotik

Masih banyak orang mengira bahwa antibiotik adalah obat dari segala obat. Padahal, fungsi obat ini spesifik, yaitu untuk meredakan infeksi bakteri. Jadi, antibiotik sebenarnya tidak bisa menyembuhkan flu, sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus.Mengonsumsi antibiotik tidak sesuai indikasi bisa memicu terjadinya resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik adalah kondisi dimana bakteri penyebab penyakit sudah kebal terhadap antibiotik, karena penggunaan obat yang tidak tepat sasaran. Jika sudah resisten terhadap antibiotik, maka bakteri penyebab penyakit akan makin sulit untuk hilang, membuat penyakit yang Anda derita jadi sulit sembuh. Akhirnya, risiko penyakit berkembang menjadi kondisi yang parah pun akan meningkat. Itulah alasannya antibiotik dijadikan obat resep. Sebab, Anda harus menjalani pemeriksaan oleh dokter terlebih dahulu untuk menentukan penyebab yang diderita, benar-benar disebabkan oleh bakteri. Jadi saat flu, sebaiknya Anda jangan sembarangan pilih obat. Pastikan bahwa obat tersebut memang digunakan untuk mengatasi penyakit yang Anda derita. Bertanyalah pada apoteker sebelum membelinya, untuk menghindari kesalahan konsumsi obat.
pilekflubatukantiinflamasi nonsteroid (nsaid)minum obatobat bebas terbatas
Healthline. https://www.healthline.com/health/common-cold-drugs
Diakses pada 23 Juli 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/flu/guide/treatment/
Diakses pada 23 Juli 2020
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/colds-and-flu-medication
Diakses pada 23 Juli 2020
Drugs. https://www.drugs.com/ibuprofen.html
Diakses pada 23 Juli 2020
Drugs. https://www.drugs.com/mtm/chlorpheniramine.html
Diakses pada 23 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait