Macam-Macam Obat Cacing untuk Anak dan Cara Pemberiannya


Obat cacing untuk anak yang umum dipakai adalah albendazole. Namun, ada lagi jenisnya yang lain. Cara pemberian tiap jenisnya berbeda-beda tergantung usia anak dan kondisi. Umumnya, obat cacing diberikan dalam 1 dosis selama 1 hari. Dalam beberapa kasus mungkin perlu sampai 3 hari untuk pengobatan.

0,0
obat cacing untuk anak 1 tahunObat cacing untuk anak biasanya diberikan berdasarkan usia dan keparahan infeksi
Cacingan adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit berupa cacing yang ditularkan melalui tanah. Cacingan umumnya terjadi pada anak-anak. Pemberian obat cacing pada anak bisa menjadi solusi mengatasi cacingan. Simak penjelasan mengenai macam-macam obat cacing dan cara pemberian obat cacing pada anak berikut ini.

Jenis obat cacing untuk anak

Obat-obatan untuk mengatasi cacingan disebut dengan obat antelmintik. Obat cacing ini bisa Anda beli bebas di apotek atau menggunakan resep dokter. Berikut ini adalah beberapa jenis obat cacing untuk anak dan  cara pemberian yang perlu diketahui.

1. Albendazole

Albendazole merupakan salah satu obat cacing yang cukup populer dan digunakan secara nasional oleh pemerintah Indonesia. Albendazole mampu mengatasi berbagai jenis cacing parasit, seperti cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk, dan cacing kremi. Dosis dan lamanya pemberian Albendazole bisa bervariasi, tergantung infeksi yang terjadi dan usia anak. Menurut WHO, cara pemberian obat cacing albendazole untuk anak 2 tahun diberikan dalam dosis tunggal sebanyak 400 mg secara oral. Namun, pada kondisi askariasis (infeksi cacing gelang) berat dapat diberikan selama 2-3 hari. Sementara itu, untuk anak 1 tahun, obat cacing albendazole bisa diberikan dengan dosis 200 mg. Obat antelmintik jenis ini cukup aman jika tidak lebih dari 3 hari. Namun, tetap ada kemungkinan efek samping albendazole berupa gangguan pencernaan, sakit kepala, dan rambut rontok. 

2. Mebendazole

Memiliki mekanisme kerja yang sama dengan albendazole, mebendazole mampu menghambat pembentukan energi cacing sehingga mati. Obat antelmintik jenis mebendazole biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi cacing gelang (cacing tambang dan cacing kremi), dan infeksi cacing parasit lainnya. Penggunaan mebendazole dalam bentuk tablet kunyah 100-500 mg sekali sebagai obat cacing kremi. Variasi dosis lain bisa digunakan selama 3 atau 28 hari sebagai obat cacing parasit lain, tergantung indikasi. Misalnya, untuk anak 2 tahun ke atas dan dewasa bisa diberikan 2 x 100 mg/hari selama 3 hari untuk kasus askariasis. Untuk itu, mebendazole bisa menjadi salah satu obat cacing kremi untuk anak. Bagi anak di bawah 2 tahun, penggunaan mebendazole tidak direkomendasikan. Berdasarkan Permenkes Nomor 15 tahun 2017, data penggunaan mebendazole untuk anak di bawah 2 tahun masih terbatas dan adanya laporan kejang.

3. Piperazine 

Piperazine adalah obat yang digunakan sejak tahun 1950-an sebagai antelmintik atau obat cacing. Piperazine mampu mengatasi infeksi cacing benang pada anak, infeksi cacing gelang, dan cacing kremi. Piperazine dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Dosis piperazine bisa berbeda pada tiap individu. Untuk itu, penggunaan berdasarkan resep dokter atau aturan pada kemasan perlu diperhatikan.Dikutip dari Mayo Clinic, pemberian obat piperazine harus didasarkan pada berat badan dan usia anak. Obat cacing anak usia 2 tahun jenis piperazine diberikan 600 mg setiap 4 jam dengan total 3 dosis dalam 1 hari. 

4. Praziquantel

Praziquantel adalah obat antelmintik yang mampu melumpuhkan cacing dan mencegah larva baru menetas dan berkembang biak pada tubuh. Praziquantel umumnya digunakan untuk melumpuhkan cacing skistosoma atau cacing darah. Cacing ini menyebabkan skistosomiasis, infeksi cacing pipih, dan cacing hati penyebab klonorkiasis.Dosis penggunaan praziquantel harus sesuai dengan resep dokter. Penggunaan obat ini menyesuaikan usia dan jenis cacing yang menginfeksi.Pemberian obat cacing untuk anak berusia 1 tahun hingga dewasa yang mengalami skistosomiasis misalnya, sebanyak 20 mg/kg berat badan.Obat cacing ini dapat diberikan sebanyak 3 kali dalam sehari. Pemberian obat dilakukan dalam 1 hari saja dengan jarak 4-6 jam setiap dosisnya. Jika anak tidak bisa menelan tablet, Anda bisa menghancurkan tablet dan mencampurkannya dalam makanan atau cairan,. 

5. Pirantel 

Pirantel adalah obat golongan antelmintik yang mampu melumpuhkan cacing dan membuangnya melalui feses. Obat cacing pirantel efektif untuk mengatasi infeksi cacing tambang dan cacing kremi. Pemberian obat cacing pirantel untuk anak dan dewasa sebanyak 11 mg/kg berat badan (maksimal 1 gram) sebagai dosis tunggal. Pemberian obat ini bisa diulang dalam 2 minggu. Efek samping obat cacing pirantel cukup jarang terjadi, bersifat ringan, dan sementara. Efek samping dapat berupa sakit kepala, mual, dan gangguan pencernaan. 

6. Ivermectin

Ivermectin adalah obat antiparasit yang mampu melawan beberapa parasit, seperti cacing gelang dan arthropoda. Ivermectin untuk dewasa biasanya diberikan dalam dosis tunggal sebanyak 15 mg atau 200 g/kg berat badan. Dosis penggunaan obat disesuaikan dengan berat badan, kondisi medis, dan respons terhadap pengobatan. Pada anak-anak dengan berat badan 15 kg atau lebih, ivermectin diberikan sebanyak 150 mcg per kg berat badan sebagai dosis tunggal secara oral (tablet). Jika perlu, pengobatan diulang setiap 3-12 bulan. Sekali lagi, penggunaan ivermectin bisa berbeda pada tiap individu. Termasuk jika jenis cacing yang menginfeksi berbeda. Untuk itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.Konsumsi ivermectin cukup aman jika mengikuti anjuran dokter. Namun, ada beberapa kasus efek samping, seperti demam, gangguan pencernaan, ruam, dan gatal. Efek samping ini biasanya timbul akibat reaksi obat dalam melawan cacing parasit.

Ciri-ciri anak cacingan 

WHO menyatakan bahwa lebih dari 610 juta anak usia sekolah memiliki risiko cacingan. Infeksi cacing bisa berawal dari masuknya telur atau larva cacing dari tanah ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit atau mulut.Anak-anak rentan mengalaminya karena sering bermain di tanah, pasir, atau permukaan lain yang mungkin terdapat telur cacing.Cacing yang masuk ke tubuh dapat terus hidup dan menyerang inangnya. Beberapa ciri anak cacingan yang biasanya muncul, antara lain:
  • Diare
  • Lemas dan kurang aktif
  • Kurang nafsu makan
  • Anemia
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan penyerapan nutrisi
  • Mudah sakit dan terkena infeksi
  • Kurus
Bahkan, pada kondisi kronis, cacingan juga bisa menyebabkan malnutrisi atau kekurangan gizi, gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik, hingga obstruksi usus yang mengharuskan tindakan pembedahan. 

Catatan dari SehatQ

Pemberian obat cacing yang tepat untuk anak dapat memberantas infeksi cacing hingga mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian.Beberapa obat cacing anak bisa Anda dapatkan bebas di apotek, sebagian lagi membutuhkan resep dokter. Gunakan obat antelmintik sesuai dengan resep dokter atau aturan pakai pada kemasan untuk memaksimalkan kerja obat dan menurunkan risiko efek samping. Selain pemberian obat cacing untuk anak, penerapan pola hidup bersih dan sehat juga perlu ditanamkan sejak dini. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan bisa menjadi langkah preventif atau pencegahan terhadap penularan infeksi cacing. Jika masih ada pertanyaan terkait obat cacing yang cocok untuk anak, Anda juga bisa berkonsultasi secara online menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
infeksi cacinginfeksi cacing gelang parasitinfeksi cacing pitainfeksi cacing kremi
WHO. https://www.who.int/elena/titles/deworming/en/
Diakses pada 23 Agustus 2021
WHO. http://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44671/9789241548267_eng.pdf;jsessionid=BB368ABF1F7729B8F30B9553EF15E132?sequence=1
Diakses pada 23 Agustus 2021
Patient. https://patient.info/skin-conditions/itchy-bottom-pruritus-ani/worm-medicines-anthelmintics
Diakses pada 23 Agustus 2021
Wormbook. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK116072/
Diakses pada 23 Agustus 2021
Kementerian Kesehatan RI. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._15_ttg_Penanggulangan_Cacingan_.pdf
Diakses pada 23 Agustus 2021
Anthelmintic Agents. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK548602/
Diakses pada 23 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/piperazine-oral-route/proper-use/drg-20065522
Diakses pada 23 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ivermectin-oral-route/proper-use/drg-20064397
Diakses pada 23 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait