logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Obat Bisa Sebabkan Alergi pada Anak, Kenali Faktor Risikonya

open-summary

Alergi pada anak bentuknya bermacam-macam, bisa karena udara dingin, makanan, debu, zat kimia, hingga obat-obatan. Khusus untuk alergi obat, ada berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan anak Anda terkena alergi ini. Salah satunya adalah faktor keturunan.


close-summary

5

(2)

29 Jul 2019

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Alergi pada anak, seperti misalnya alergi obat, bisa menyebabkan reaksi alergi berupa gatal-gatal

Gatal-gatal adalah reaksi alergi yang umum, termasuk alergi obat

Table of Content

  • Alergi pada anak bisa disebabkan oleh obat?
  • Faktor risiko alergi obat pada anak
  • Mencegah alergi obat pada anak

Ketika anak terpapar udara dingin, debu, zat kimia, atau hal lainnya, kemudian tubuh anak menimbulkan reaksi, maka ia dipastikan mengalami alergi. Reaksi alergi yang muncul biasanya berupa ruam kemerahan, gatal, batuk, dan pusing.

Advertisement

Terjadinya alergi pada anak dapat dipengaruhi oleh faktor risiko yang dimilikinya. Faktor risiko tersebut bisa meningkatkan kemungkinan alergi pada anak, tak terkecuali alergi obat. Terdapat berbagai faktor risiko alergi obat pada anak yang harus Anda ketahui, namun sebelum itu mari kenali terlebih dahulu seputar alergi obat pada anak.

Alergi pada anak bisa disebabkan oleh obat?

Sebagian anak memang bisa mengalami alergi ketika mengonsumsi atau menggunakan obat-obatan tertentu. Alergi obat merupakan reaksi tidak normal yang ditunjukkan sistem kekebalan tubuh terhadap paparan suatu obat. Kondisi ini dapat dipicu oleh jenis obat apa pun, baik bebas resep, dengan resep, oral, injeksi, maupun herbal.

Alergi obat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh anak mengenali paparan obat yang masuk ke dalam tubuh secara keliru. Obat pun dianggap sebagai zat berbahaya, seperti virus ataupun bakteri.

Setelah sistem kekebalan tubuh mendeteksinya sebagai zat berbahaya, tubuh akan mengembangkan antibodi khusus untuk menyerang obat tersebut sampai timbul reaksi alergi. Namun, beberapa reaksi alergi bisa terjadi akibat proses yang berbeda.

Alergi obat pada anak lebih banyak terjadi dengan penggunaan obat-obatan berikut:

  • Antibiotik, seperti amoxicillin, ampisilin, penisilin, dan tetrasiklin
  • Obat anti-inflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen
  • Aspirin
  • Insulin
  • Obat kemoterapi
  • Obat belerang
  • Obat HIV, seperti abacavir dan nevirapine
  • Obat antikejang, seperti carbamazepine, lamotrigine, dan fenitoin
  • Obat pelemas otot yang disuntikkan
  • Terapi antibodi monoklonal, seperti cetuximab dan rituximab

Jika anak menunjukkan reaksi alergi yang ringan setelah penggunaan obat-obatan di atas, berikan anak Anda obat antialergi. Namun, bila reaksinya parah, segera cari bantuan medis agar mendapat penanganan yang tepat.

Faktor risiko alergi obat pada anak

Meski siapa pun dapat mengalami alergi obat, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anak Anda terkena alergi obat. Beberapa risiko alergi obat pada anak, yaitu:

  • Riwayat alergi lain

Jika anak Anda memiliki riwayat alergi lain, misalnya alergi makanan, maka anak Anda bisa berisiko terkena alergi obat juga. Antibodi yang dikembangkan dari alergi sebelumnya dapat menyerang zat yang terkandung dalam obat.

  • Riwayat keluarga yang memiliki alergi obat (faktor keturunan)

Adanya riwayat keluarga yang memiliki alergi obat, terutama orangtua, dapat membuat anak lebih berisiko terkena alergi obat juga. Jika hanya salah satu orangtua yang memiliki alergi, risiko anak mewarisi alergi diperkirakan sebesar 30-50%. Sementara, jika kedua orangtua memiliki alergi, risiko anak mewarisi alergi mencapai 60-80%. Tidak hanya alergi obat, alergi lain juga bisa dikembangkan.

  • Peningkatan paparan obat

Peningkatan paparan obat pada anak juga bisa menimbulkan risiko anak terkena alergi obat. Peningkatan paparan ini bisa terjadi karena dosis obat tinggi, obat sering digunakan, atau obat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

  • Menderita penyakit-penyakit tertentu

Penyakit tertentu bisa memengaruhi perkembangan reaksi alergi obat pada anak dengan mengubah metabolisme dan respons kekebalan tubuhnya terhadap obat. Alergi obat sering ditemukan pada penderita infeksi HIV, terutama dalam penggunaan obat nevirapine, abacavir, dan kotrimoksazol. Bukan hanya HIV, anak yang terinfeksi virus Epstein-Barr (penyebab demam, sakit tenggorokan, radang kelenjar getah bening) juga memiliki faktor risiko terkena alergi obat.

Baca Juga

  • Histamin adalah Senyawa yang Memicu Alergi Pada Tubuh
  • Alergi Telur, Apakah Bisa Disembuhkan?
  • Obat Antihistamin, Obat Alergi yang Paling Sering Digunakan

Mencegah alergi obat pada anak

Alergi obat pada anak bisa dicegah dengan menghindari penggunaan obat yang memicu reaksi alerginya. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan dalam mencegah alergi obat pada anak:

  • Ketahui dan catat obat apa saja yang menyebabkan reaksi alergi untuk mencegah pemberian obat tersebut.
  • Konsultasikan pada dokter mengenai hal yang harus dilakukan agar alergi obat yang anak Anda miliki tidak muncul, seperti mengganti obat atau tindakan lain yang perlu dilakukan.
  • Ketika berobat ke klinik atau rumah sakit, beri tahu dokter atau tenaga medis bahwa anak Anda memiliki alergi obat tertentu

Beberapa hal di atas akan membantu Anda mencegah munculnya reaksi alergi obat pada anak. Selalu perhatikan obat yang anak Anda konsumsi, serta catat obat pemicunya apabila reaksi alergi terjadi. Alergi pada anak bisa membuat mereka merasa tidak nyaman dan tersiksa sehingga tindakan pencegahan harus dilakukan.

Advertisement

alergialergi obat

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved