Salah satu obat batuk anak 1 tahun yang alami dan efektif adalah madu
Madu bisa menjadi salah satu alternatif obat batuk anak 1 tahun

“Obat batuk anak 1 tahun, apa yang aman?” Mungkin itu termasuk pertanyaan yang paling sering diajukan oleh orangtua saat buah hati berusia 12 bulannya sedang batuk. 

Batuk pada anak, terutama pada usia 1 tahun ke bawah, memang sering membuat orangtua khawatir. Apalagi bila anak jadi susah tidur dan tidak ceria seperti biasanya. Kalau sudah begitu, orangtua biasanya langsung mencarikan obat untuk anaknya agar cepat sembuh.

Obat batuk anak 1 tahun, perlu atau tidak?

Batuk pada anak kerap disebabkan oleh virus. Infeksi yang dipicu oleh virus ini dapat bertahan selama dua minggu. Sementara penyebab umum lainnya meliputi asma, alergi, sinusitis, serta asam lambung yang naik.

Batuk sebenarnya dapat menghilang dengan sendirinya tanpa obat. Hal yang harus dilakukan oleh orangtua agar anak cepat sembuh adalah memastikan kebutuhan cairan Si Kecil tetap terpenuhi dan durasi tidur yang cukup.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu memberikan obat batuk, apalagi antibiotik, pada buah hati Anda.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), anak di bawah usia 4 tahun tidak boleh menggunakan obat batuk.

Obat batuk hanya boleh diberikan apabila disarankan oleh dokter. Terlebih lagi, belum ada bukti kuat mengenai keefektifan obat batuk dalam meredakan batuk pada anak.

Di samping itu, memberikan obat batuk dewasa pada anak-anak juga dilarang. Pasalnya, dosis dan kandungan dalam obat batuk orang dewasa pasti berbeda dengan obat batuk anak. 

Sebagai alternatif, Anda bisa memberikan beragam bantuan pengobatan alami ketika buah hati mengalami batuk-batuk.

Obat batuk anak 1 tahun yang alami

Melihat anak batuk-batuk sepanjang hari tentu membuat orangtua cemas. Ketimbang menggunakan obat batuk, Anda bisa mencoba cara-cara alami di bawah ini sebagai pengganti obat batuk anak 1 tahun ke atas:

  • Madu

Berikanlah satu sendok madu per hari, atau sesuai dengan kebutuhan. Madu dapat membantu dalam mengencerkan dahak. Dengan ini tingkat keparahan batuk anak juga bisa berkurang.

Efek madu mirip dengan obat batuk jenis dextromethorphan dalam menekan batuk, sehingga anak bisa tidur dengan tenang.

Namun harap diingat bahwa konsumsi madu juga memiliki efek samping. Pada beberapa anak di atas 1 tahun, madu dapat memicu sakit perut, mual, dan muntah.

Ingatlah pula bahwa madu tidak boleh diberikan pada bayi berusia di bawah 1 tahun karena bisa menyebabkan botulisme, yaitu reaksi keracunan.

  • Air putih

Pastikan anak Anda minum air putih dengan cukup. Air dapat membantu dalam mengencerkan dahak.

Apabila dahak encer, dahak akan semakin mudah dikeluarkan. Dengan ini, anak pun tidak terlalu merasa sakit saat batuk.

  • Sup ayam hangat

Tahukah Anda bahwa sup ayam mengandung senyawa antiperadangan? Karena itu, hidangan ini baik sebagai salah satu obat batuk anak 1 tahun yang alami.

Suhu sup yang hangat juga berfungsi sebagai alat penguap (vaporizer). Uap ini dapat pula membantu dalam mengencerkan lendir di saluran hidung.

  • Humidifier

Jika Anda memiliki humidifier atau alat pelembap udara, manfaatkanlah dengan meletakkannya di kamar anak. Alat ini dapat membantu dalam melegakan pernapasan anak ketika batuk pilek. Buah hati pun bisa tidur dengan nyaman.

  • Bantal tambahan

Berikan bantal tambahan saat anak tidur agar posisi kepalanya lebih tinggi. Dengan ini, saluran napasnya akan terbuka dan lendir bisa keluar dengan lebih mudah.

  • Larutan saline

Beberapa tetes larutan saline juga bisa menjadi alternatif obat batuk anak 1 tahun yang alami. Teteskan larutan saline ke lubang hidung anak, lalu isap dengan alat khusus pengisap lendir yang bisa Anda beli di apotek.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda sudah melakukan cara-cara alami selama beberapa hari, namun batuk tidak kunjung sembuh, Anda sebaiknya memeriksakan buah hati ke dokter. Khususnya bila anak mengalami:

  • Batuk selama lebih dari 10 hari.
  • Demam di atas 38 derajat Celsius dan berlangsung lebih dari tiga hari.
  • Nyeri dada.
  • Napas terengah-engah atau sesak napas.
  • Otot-otot di dada dan leher tampak berkontraksi dan tertarik kencang ketika bernapas.
  • Anak menarik-narik telinga. Gejala ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi telinga.
  • Tidak nafsu makan dan minum.

Sementara itu, Anda sebaiknya segera membawa anak Anda ke fasilitas kesehatan terdekat apabila bila ia mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Anak tampak sangat lesu dan kesakitan.
  • Napas yang cepat atau tidak dapat bernapas.
  • Anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti urine berwarna gelap, sangat haus, bibir pecah-pecah, kulit terasa dingin atau kering, mata yang cekung, lemas, serta tidak ada air mata saat menangis.
  • Bibir, kuku, dan kulit anak tampak membiru. Gejala ini bisa jadi tanda kekurangan oksigen.
  • Nafas cuping hidung. Jika dalam keadaan sehat, cuping hidung tidak akan bergerak saat bernapas, namun pada anak jika mengalami sesak berat maka akan tampak pergerakan cuping hidung.

Dokter kemudian akan melakukan proses diagnosis untuk mengetahui penyebabnya. Dengan ini, penanganan pun bisa diberikan sesuai dengan kondisi anak.

Ketika anak sakit, orangtua memang perlu waspada. Sebagai tahap penanganan awal, Anda bisa mencoba berbagai obat batuk anak 1 tahun yang alami sebelum membawanya ke dokter.

Namun ketika buah hati mengalami kesuitan bernapas dan tampak sangat lemas, segeralah bawa dia ke dokter untuk menjalani pemeriksaan yang komprehensif.

WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/kids-cold-medicines-new-guidelines#1
Diakses pada 4 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/cough-treatment#2
Diakses pada 4 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/toddler-cough-remedy
Diakses pada 4 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326301.php
Diakses pada 4 Desember 2019

Parents. https://www.parents.com/health/cold-flu/cold/natural-cold-cough-remedies/?slide=slide_6c5e0647-9f1f-43d1-9cb5-8d88ffc5adfb#slide_6c5e0647-9f1f-43d1-9cb5-8d88ffc5adfb
Diakses pada 4 Desember 2019

Artikel Terkait