Obat Batuk Kronis Kini Ditanggung oleh BPJS Kesehatan, Apa Saja Jenisnya?

Kini berbagai obat batuk kronis ditanggung oleh BPJS Kesehatan
Batuk kronis membutuhkan pengobatan jangka panjang dan biaya yang tidak sedikit

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan batuk kronis. Penyakit seperti TBC, pneumonia, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), merupakan segelintir contoh pemicu terjadinya batuk ini. Batuk kronis seringkali membutuhkan pengobatan jangka panjang sehingga biaya yang dihabiskan untuk mengobatinya pun tidak sedikit. Namun, kini Anda tidak perlu khawatir karena sebagian besar obat batuk kronis telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Penyebab batuk kronis

Sebelum mengetahui pengobatan batuk kronis yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan, mari kenali terlebih dahulu penyebab-penyebab umum batuk kronis. Seseorang dikatakan mengalami batuk kronis apabila batuk terjadi selama 8 minggu atau lebih. Berbagai hal yang dapat menyebabkan batuk kronis, antara lain:

1. Postnasal drip

Postnasal drip adalah kondisi di mana cairan dari hidung turun menuju tenggorokan. Hal ini dapat merangsang terjadinya refleks batuk sehingga dapat menyebabkan batuk kronis.

2. Asma

Salah satu gejala asma adalah batuk kronis. Kondisi ini umumnya terjadi setelah infeksi saluran pernapasan atas terpapar udara dingin atau bau-bauan tertentu.

3. Refluks asam lambung

Refluks asam lambung atau asam lambung naik menyebabkan iritasi secara terus menerus yang bisa menyebabkan batuk batuk kronis. Kondisi batuk ini juga akan memperparah refluks yang Anda alami.

4. Infeksi

Batuk kronis bisa jadi merupakan pertanda adanya infeksi penyakit tertentu. Infeksi tuberkulosis dan pertusis merupakan dua contoh infeksi bakteri yang menyebabkan batuk kronis.

5. Bronkitis kronis

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) seperti bronkitis kronis juga menjadi penyebab munculnya batuk kronis. Bronktis kronis disebabkan oleh adanya peradangan jangka panjang pada saluran pernapasan yang diakibatkan oleh pemicu-pemicu tertentu, seperti contohnya rokok. Maka dari itu, kondisi ini umumnya dialami oleh perokok berat.

[[artikel-terkait]]

Obat batuk kronis yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan

Penyebab-penyebab di atas dapat diatasi dengan obat batuk kronis yang ditanggung oleh BPJS. Obat yang akan diberikan berbeda-beda, tergantung pada penyebab batuk kronis yang dialami oleh penderitanya.

Seperti contoh, batuk kronis akibat postnasal drip umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada hidung ataupun sinusitis. Apabila terbukti ada infeksi bakteri, maka pengobatan antibiotic akan diberikan. Sama halnya bila batuk kronis disebabkan oleh infeksi bakteri lainnya, kecuali tuberkulosis.

Antibiotik untuk mengobati batuk kronis yang ditanggung oleh BPJS, antara lain:

  • Golongan beta laktam: amoksisilin, penisilin, sefadroksil, sefaleksin, sefepim, sefiksim, seftriakson,sefuroksim
  • Golongan tetrasiklin: doksisiklin, oksitetrasiklin, tetrasiklin
  • Golongan kloramfenikol
  • Golongan sulfa-trimetropim: kotrimoksasol
  • Golongan makrolid: azitromisin, eritromisin, klaritromisin, klindamisin, spiramisin
  • Golongan aminoglikosida: amikasin, gentamisin, kanamisin, streptomisin
  • Golongan kuinolon: levofloksasin, ofloksasin, siprofloksasin
  • Golongan lainnya: meropenem, metronidazol, vankomisin

Penggunaan berbagai antibiotik yang ditanggung oleh BPJS ini bergantung pada bakteri yang menjadi penyebab batuk kronis dan resistensi antibiotik yang dimiliki oleh bakteri.

Pengecualian diberikan untuk kasus batuk kronis akibat tuberkulosis karena obat batuk kronis yang ditanggung BPJS bukan berupa antibiotik di atas. Pengobatan tuberkulosis membutuhkan obat khusus untuk membunuh bakteri. Obat-obatan ini juga ditanggung oleh BPJS, baik dalam bentuk terpisah maupun kombinasi dosis tetap.

Sementara itu, obat batuk kronis akibat asma yang ditanggung BPJS, yaitu aminofilin, budesonid, deksametason, epinefrin, ipatropium bromida, flutikason propionat, metilprednisolon, salbutamol, teofilin, dan terbutalin. Ipatropium bromida dan salbutamol juga dapat digunakan untuk mengatasi penyakit paru obstruksi kronis (PPOK).

Untuk meredakan gejala batuk kronis, antitusif berupa kodein dapat digunakan. Selain itu, ekspektoran yang berguna untuk membantu pengeluaran dahak juga bisa menjadi pilihan. Obat yang digunakan dan ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah N-asetil sistein. Penggunaan N-asetil sistein hanya diberikan pada penderita rawat inap yang mengalami serangan akut.

Obat-obatan ini umumnya hanya ditemukan di fasilitas kesehatan tingkat 2 dan 3. Kodein dalam bentuk tablet 10 mg masih tersedia di fasilitas kesehatan tingkat 1. Meski demikian, tidak semua obat batuk kronis yang ditanggung oleh BPJS tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dokter mungkin merujuk Anda ke fasilitas kesehatan lainnya untuk memperoleh obat yang diperlukan.

Familydoctor. https://familydoctor.org/condition/chronic-cough/
Diakses pada Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-cough/symptoms-causes/syc-20351575
Diakses pada Mei 2019

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 328/MENKES/SK/IX/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed