Obat Antikoagulan Bisa Memperparah Pendarahan Otak, Benarkah?

(0)
04 May 2019|Azelia Trifiana
Obat antikoagulan untuk pendarahanObat antikoagulan biasanya diberikan pada penderita serangan jantung, stroke, dan emboli paru
Selalu menarik menulusuri lebih jauh keterkaitan antara obat antikoagulan dengan hematoma epidural. Seperti yang kita ketahui, hematoma epidural adalah kondisi ketika ada pendarahan di bagian dalam tengkorak. Biasanya, hal ini terjadi ketika seseorang mengalami cedera kepala.Ketika cedera kepala terjadi cukup keras dan menyebabkan tulang tengkorak retak, darah bisa masuk ke ruang antara tulang tengkorak. Selain kecelakaan, hal lain yang bisa menyebabkan hematoma epidural salah satunya adalah konsumsi obat antikoagulan.

Apa itu obat antikoagulan?

Obat antikoagulan berfungsi untuk menekan risiko penggumpalan darah. Istilah yang umum digunakan adalah obat pengencer darah.Menurut Badan POM RI, penggunaan obat ini menjadi penting untuk orang yang darahnya cenderung menggumpal dan  jika dibiarkan dapat mengakibatkan serangan jantung atau stroke.Namun di sisi lain, penggunaan obat antikoagulan memiliki fungsi yang berlawanan dengan kondisi hematoma epidural. Artinya, konsumsi obat antikoagulan harus lebih hati-hati bagi mereka yang menderita hematoma epidural.Pada dasarnya, obat antikoagulan mengintervensi kandungan protein dalam darah yang terlibat dalam proses koagulasi. Jenis obat koagulan pun bisa bermacam-macam, seperti:

Siapa yang memerlukan obat antikoagulan?

Dokter biasanya merekomendasikan obat antikoagulan pada pasien yang memiliki kecenderungan darah menggumpal.Dengan mengonsumsi obat antikoagulan, waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku menjadi tertunda. Terlebih, pembekuan darah di organ seperti otak, jantung, dan paru-paru adalah situasi yang berbahaya.Biasanya, obat antikoagulan diberikan kepada pasien penderita:Selain itu, obat antikoagulan juga kerap diberikan pada pasien yang baru melewati proses medis yang membuat darah rentan menggumpal, seperti operasi penggantian katup jantung, lutut, atau panggul.

Benarkah obat antikoagulan memperparah hematoma epidural?

Hal yang juga menjadi perhatian adalah apakah obat antikoagulan memperparah hematoma epidural? Ya, obat antikoagulan tertentu bisa meningkatkan risiko pembentukan hematoma epidural. Bahkan, cedera pada pembuluh darah bisa semakin parah.Obat pengencer darah atau antikoagulan bekerja dengan memperpanjang proses pembekuan darah. Akibatnya, pada orang yang menderita hematoma epidural, kerusakan pada pembuluh darah akan semakin sulit dipulihkan.Untuk menghindari komplikasi fungsi dari obat dan kondisi tubuh seseorang, sebaiknya Anda selalu berkonsultasi dengan dokter.Lebih jauh lagi, catat setiap jenis obat yang dikonsumsi agar tidak menimbulkan efek samping seperti obat antikoagulan yang bisa memperparah hematoma epidural.Terlepas dari fungsinya yang berlawanan dengan kondisi hematoma epidural, obat antikoagulan terbukti efektif bagi orang-orang yang menderita penyakit dengan bawaan penggumpalan darah.Kini sudah banyak alternatif obat antikoagulan baru dengan risiko lebih rendah terhadap hematoma epidural.

Efek samping dan bahaya antikoagulan

Perdarahan merupakan efek samping yang paling umum terjadi akibat penggunaan obat antikoagulan. Beberapa keluhan kesehatan lain yang bisa menandakan terjadinya perdarahan adalah:
  • Mimisan berulang dan lama berhenti
  • Tubuh lebih mudah memar
  • Batuk darah
  • Menstruasi dalam waktu yang lama pada wanita
  • Gusi berdarah
  • Feses berwarna hitam
  • Muntah darah
  • Sakit punggung parah yang muncul tiba-tiba
  • Terdapat darah pada urine dan feses
Tak hanya itu saja, efek samping lain juga kemungkinan muncul akibat penggunaan obat antikoagulan yang berbeda tergantung pada jenis antikoagulan yang digunakan, antara lain:
  • Mual
  • Rambut rontok
  • Sakit kepala
  • Rasa terbakar di dada (heartburn)
  • Kulit gatal
  • Hilang nafsu makan
  • Diare atau sembelit
  • Kulit dan putih mata menguning (penyakit kuning)
  • Nyeri dan iritasi di area bekas suntikan
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
pembekuan darahserangan jantungstrokehematoma epidural
Health Line. https://www.healthline.com/health/anticoagulant-and-antiplatelet-drugs#tips
Diakses 30 April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/dvt/news/20170228/study-tracks-bleeding-risk-from-common-blood-thinners#1
Diakses 30 April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324831.php
Diakses 30 April 2019
BPOM RI. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-2-sistem-kardiovaskuler-0/26-antikoagulan-dan-protamin/261-antikoagulan-oral
Diakses pada 4 November 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anticoagulants/
Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait