Obat Antidepresan Sebabkan Libido Menurun? Coba Siasati dengan 5 Cara Ini


Salah satu efek samping yang paling populer dari konsumsi obat antidepresan adalah libido menurun. Ini dapat terjadi baik pada perempuan maupun laki-laki

0,0
23 May 2021|Azelia Trifiana
Obat antidepresan dapat memengaruhi libidoObat antidepresan dapat memengaruhi libido
Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk mengobati depresi, salah satunya dengan mengonsumsi obat antidepresan. Sayangnya, salah satu efek samping yang paling populer dari konsumsi obat jenis ini adalah libido menurun. Ini dapat terjadi baik pada perempuan maupun laki-laki.Jangan salah pula, hilangnya gairah seksual pun bisa jadi merupakan gejala terjadinya depresi. Artinya, ini adalah dua sisi yang saling berkaitan dan perlu dirunut akar masalahnya agar bisa terurai.

Antidepresan dan efek samping seksual

Menurut riset, efek samping antidepresan secara seksual memang umum terjadi. Bahkan, dalam meta-analisis terhadap lebih dari 14.000 pasien dengan diagnosis depresi, sebanyak 50-70% di antaranya rentan mengalami disfungsi seksual.Lebih jauh lagi, pasien yang mengonsumsi obat antidepresan pun punya kemungkinan lebih tinggi yaitu 71%. Sementara bagi yang tidak berobat sama sekali, risiko masalah seksualnya bisa mencapai 65%.Beberapa gejala yang paling umum muncul ketika seseorang mengonsumsi obat antidepresan adalah libido menurun, vagina kering, serta disfungsi ereksi. Selain itu, ada pula beberapa kasus ketika seseorang kesulitan mencapai orgasme.Menambah rumit situasi, terkadang pasien depresi yang mengalami disfungsi seksual masih enggan melaporkan kondisinya pada dokter atau psikiater. Ada anggapan bahwa meski sudah mengutarakan masalah ini pun, belum tentu ada solusinya.

Bagaimana cara mengatasinya?

Tiap orang tentu punya cara berbeda untuk mengatasi masalah fungsi seksual akibat antidepresan. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Menurunkan dosis

Sampaikan kepada dokter tentang efek samping yang dialami. Kemudian, diskusikan tentang kemungkinan menurunkan dosis obat antidepresan yang dikonsumsi. Terkadang, ini sudah cukup ampuh untuk meredakan efek samping seksual namun tetap efektif menangani depresinya. Namun jangan sekali-sekali menurunkan dosis tanpa anjuran dari dokter psikitari.

2. Berhubungan seksual sebelum minum obat

Terkadang, kapan waktu konsumsi obat antidepresan juga turut berperan. Lakukan hubungan seksual sebelum mengonsumsi obat agar bisa menurunkan efek samping seksual. Ini masuk akal sebab keintiman bisa lebih bergelora ketika kadar obat dalam tubuh berada di titik terendah.Tentu ada banyak faktor lain yang perlu diperhitungkan, seperti efek samping lainnya. Ada kalanya pasien perlu menyesuaikan dengan waktu makan agar tidak mual, atau mengatur jarak dengan waktu tidur agar tidak sulit terlelap.

3. Alternatif obat

Beberapa jenis obat antidepresan memiliki efek samping seksual lebih rendah. Contohnya adalah Trintellix yang bekerja sedikit berbeda dibandingkan dengan obat antidepresan jenis SSRI.Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan menambahkan jenis obat lain untuk mengimbangi efek samping. Atau, bisa juga dengan meresepkan obat untuk mengatasi disfungsi seksual secara spesifik.

4. Periode bebas obat

Diskusikan dengan dokter kemungkinan melakukan periode bebas obat atau drug holiday. Ada orang yang menjadwalkan 1-2 hari tidak mengonsumsi obat antidepresan tertentu seperti Zoloft atau Paxil agar terbebas dari efek sampingnya.Namun, terkadang tidak semua obat bisa diliburkan. Contohnya Prozac yang kadar obatnya bertahan di aliran darah lebih lama dibandingkan dengan antidepresan lainnya. Artinya, kadar obat tetap konsisten di tubuh meski sudah berhenti mengonsumsinya.Cara kerja obat semacam ini adalah menekan risiko terjadinya withdrawal syndrome saat berhenti atau berganti obat. Namun, ini juga membuat periode bebas obat sulit dilakukan.

5. Penanganan non-obat

Apabila cara-cara di atas tidak efektif, coba beralih ke penanganan non-obat seperti terapi psikologi, akupuntur, konsumsi suplemen, atau alternatif lainnya. Ini berpeluang meredakan masalah disfungsi seksual tanpa harus mengganti obat antidepresan yang tengah dikonsumsi.Tak ada salahnya pula mengajak pasangan bersama-sama mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Contohnya dengan berolahraga bersama seperti yoga berpasangan atau mencoba teknik foreplay berbeda. Namun, tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.Tak kalah penting, terkadang efek samping secara seksual muncul ketika baru pertama kali mengonsumsi obat antidepresan. Namun, coba bersabar dan tunggu apakah efek samping ini perlahan memudar. Mungkin saja, tubuh sedang beradaptasi dengan obat yang dikonsumsi.Agar lebih mudah, buat timeline bersama dengan dokter untuk memantau efek samping. Dari situ, bisa terlihat apakah efek samping perlahan membaik atau tetap.

Catatan dari SehatQ

Komunikasi adalah hal pertama yang perlu dilakukan ketika mendapati adanya penurunan fungsi seksual seperti libido menurun akibat konsumsi obat antidepresan. Mulailah dengan mengakui bahwa ada yang tidak beres, kemudian komunikasikan dengan pasangan.Lebih lanjut, sampaikan kepada dokter atau psikiater. Dari situ, bisa dicari titik temu apakah akan mengganti dengan obat lain, mengubah dosis, menambahkan suplemen, dan sebagainya.Hindari pula saling menyalahkan pasangan ketika efek samping secara seksual ini muncul. Tak hanya itu, tahan pula keinginan untuk menyalahkan diri sendiri.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala pengaruh obat antidepresan terhadap masaah disfungsi seksual, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hubungan seksdepresimasalah seksual
Healthline. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/antidepressant-sexual-side-effects
Diakses pada 8 Mei 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/negative-effects-of-antidepressants-1067351
Diakses pada 8 Mei 2021
AAFP. https://www.aafp.org/afp/2000/0815/p782.html
Diakses pada 8 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait