Pilihan Penanganan dan Obat Anemia Berdasarkan Jenis-jenisnya

Obat anemia dan penanganannya dapat beragam, disesuaikan dengan jenis yang diderita pasien
Obat anemia dan penanganannya dapat beragam, disesuaikan dengan jenis yang diderita pasien

Anemia merupakan salah satu penyakit yang cukup sering terdengar. Penyakit ini pada dasarnya terjadi ketika ada masalah pada sel darah merah, komponen yang penting untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Apabila seseorang mengalami penyakit ini, pilihan obat anemia akan didasarkan pada jenis anemia yang diderita.

Obat anemia dari dokter berdasarkan jenis penyakitnya

Beberapa anemia yang umum dikenal beserta obat dan penanganannya, yaitu:

1. Obat anemia defisiensi zat besi dan penanganannya

Sesuai namanya, anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi. Zat besi diperlukan untuk memproduksi sel darah merah sebagai komponen darah pengangkut oksigen.

Obat utama untuk penanganan anemia defisiensi zat besi adalah suplemen zat besi. Suplemen ini bisa diminum secara oral, namun juga mungkin diberikan dalam bentuk cair untuk anak-anak. Suplemen zat besi mungkin perlu dikonsumsi untuk waktu yang cukup lama.

Anemia defisiensi zat besi
Kekurangan zat besi bisa picu anemia

Apabila suplemen zat besi tidak mempan sebagai obat anemia, kondisi ini mungkin juga bisa dipicu oleh perdarahan atau masalah pada penyerapan zat besi itu sendiri. Untuk menanganinya, dokter mungkin akan menawarkan penanganan sebagai berikut:

  • Obat-obatan lain, seperti obat kontrasepsi oral untuk mengendalikan perdarahan saat menstruasi bagi perempuan
  • Antibiotik untuk menangani ulkus peptik
  • Tindakan bedah untuk mengangkat polip perdarahan, tumor, atau fibroid
  • Pada kasus yang parah, pasien mungkin diberikan zat besi melalui infus, atau menjalani transfusi darah

2. Obat anemia defisiensi vitamin dan penanganannya

Anemia defisiensi vitamin dapat terjadi karena pasien kekurangan vitamin tertentu. Misalnya, kekurangan vitamin C, vitamin B9 (folat), atau vitamin B12, atau juga bisa terjadi jika ada masalah pada penyerapan vitamin tersebut. Vitamin-vitamin diperlukan tubuh dalam produksi sel darah merah.

Pengobatan anemia defisiensi vitamin diberikan dengan konsumsi suplemen untuk vitamin yang kadarnya rendah di tubuh. Sebagian besar suplemen ini diberikan secara oral. Namun, untuk kondisi tertentu, dokter mungkin akan memberikan jenis vitaminnya secara injeksi (seperti pada defisiensi vitamin B12).

Kekurangan vitamin B12 dan folat dapat memicu jenis anemia lain, yakni anemia megaloblastik. Pada kondisi ini, sel darah merah yang dihasilkan berukuran besar melebihi ukuran normalnya. Pengobatannya pun akan dilakukan dengan pemberian suplemen vitamin B12 dan suplemen folat.

Konsumsi suplemen vitamin akan perlu diiringi dengan konsumsi makanan sehat atas arahan dokter.

3. Obat anemia aplastik dan penanganannya

Anemia aplastik terjadi ketika sel induk di sumsum tulang mengalami kerusakan. Akibatnya, sel induk tidak mampu menghasilkan sel darah. Sel induk bisa kosong sama sekali (aplastik) atau berisi sedikit sel darah (hipoplastik). Penyebab anemia aplastik pun beragam, mulai dari masalah imun hingga infeksi virus.

Ada beberapa penanganan dan obat yang mungkin ditawarkan dokter untuk menangani anemia aplastik, misalnya:

  • Transfusi darah, untuk mengontrol perdarahan dan meredakan gejala pada pasien. Pasien dapat menerima sel darah merah dan trombosit dari transfusi ini.
  • Transplantasi sel induk atau transplantasi sumsum tulang, untuk membangun kembali sumsum tulang menggunakan sel induk dari donor.
  • Obat penekan sistem imun (imunosupresan), diberikan untuk pasien yang mengalami anemia aplastik karena autoimun, atau tidak bisa menjalani transplantasi sumsum tulang.
  • Obat perangsang sumsum tulang, seperti sargramostim, filgrastim, dan pegfilgrastim.
  • Obat antibiotik dan antivirus, jika anemia aplastik disebabkan oleh infeksi.

4. Obat anemia hemolitik dan penanganannya

Anemia hemolitik terjadi ketika sel darah merah hancur sebelum waktunya atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penyebab anemia hemolitik pun sangat beragam, seperti karena reaksi autoimun, infeksi, tumor, atau penyakit lain seperti leukemia.

Penanganan dan pengobatan anemia hemolitik akan bergantung pada faktor pemicu, tingkat keparahan pasien, usia, hingga kondisi kesehatan pasien.

Pilihan prosedur dan pengobatan anemia hemolitik tersebut, yaitu:

  • Transfusi darah
  • Immunoglobulin intravena (IVIg), yakni terapi memasukkan imunoglobulin (antibodi) ke tubuh pasien
  • Obat penekan sistem imun (imunosupresan), seperti kortikosteroid
  • Pembedahan

5. Obat anemia sel sabit dan penanganannya

Sesuai namanya, anemia sel sabit terjadi ketika bentuk sel darah ada yang berbentuk bulan sabit (normalnya berbentuk bulat pipih). Sel sabit ini mudah tersangkut di pembuluh sehingga menghambat aliran darah.

Sel darah pada anemia sel sabit
Sel darah merah yang menyerupai bulan sabit dapat mengganggu aliran darah

Belum ada obat yang bisa menyembuhkan anemia sel sabit. Namun, konsumsi obat tertentu bisa dijalani untuk meredakan gejalanya, di samping juga mungkin menjalani transfusi darah.

Jenis obat tersebut, yaitu:

  • Hydroxyurea, untuk mengurangi frekuensi periode nyeri pada pasien dan menurunkan kebutuhan transfusi darah. Hanya saja, obat ini berisiko meningkatkan risiko infeksi.
  • Bubuk L-glutamin oral, untuk mengurangi frekuensi periode nyeri
  • Crizanlizumab, diberikan melalui pembuluh vena untuk mengurangi periode nyeri
  • Obat pereda nyeri lain

Pasien mungkin juga perlu menjalani transplantasi sumsum tulang atau mengonsumsi penisilin untuk mencegah infeksi.

Catatan dari SehatQ

Beberapa jenis anemia bisa diatasi dengan suplemen nutrisi, seperti suplemen zat besi dan vitamin. Walau begitu, pasien yang menderita anemia tertentu mungkin akan membutuhkan prosedur tertentu untuk meredakan kondisinya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/hemolytic-anemia
Diakses pada 5 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia
Diakses pada 5 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/aplastic-anemia
Diakses pada 5 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/iron-deficiency-anemia
Diakses pada 5 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sickle-cell-anemia
Diakses pada 5 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vitamin-deficiency-anemia
Diakses pada 5 Maret 2020

Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/immunoglobulin-therapy
Diakses pada 5 Maret 2020

Artikel Terkait