logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Nyeri Tungkai Kaki Dapat Diakibatkan Gangguan Pembuluh Darah

open-summary

Penyebab nyeri tungkai kaki bisa sangat beragam. Di antaranya karena masalah pada pembuluh darah, seperti penyakit arteri perifer atau insufisiensi vena kronik. Berikut adalah penjelasan seputar masalah nyeri tungkai kaki ini.


close-summary

17 Jun 2020

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Nyeri tungkai kaki dapat disebabkan oleh masalah pembuluh darah

Seorang pria sedang mengalami nyeri tungkai kaki

Table of Content

  • Gangguan pembuluh darah penyebab nyeri tungkai kaki
  • Mengatasi nyeri tungkai akibat gangguan pembuluh darah

Tungkai kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang paling bekerja keras. Selain sebagai alat gerak, tungkai kaki juga harus menanggung beban tubuh saat beraktivitas sehari-hari. Terlebih jika Anda hobi berolahraga, maka bisa dipastikan kaki Anda bekerja lebih keras lagi. Oleh karena itu, kaki cukup rentan terhadap masalah.

Advertisement

Penyebab nyeri tungkai kaki bisa beragam mulai dari sendi, otot, tulang, saraf atau karena masalah pada pembuluh darah. Setiap orang memiliki gaya hidup dan kondisi kesehatan kaki yang berbeda. Karena itu, Anda bisa saja mengalami nyeri tungkai kaki karena satu sebab atau malah komplikasi beberapa penyebab.

Gangguan pembuluh darah penyebab nyeri tungkai kaki

Gangguan pada pembuluh darah bisa menyebabkan nyeri tungkai kaki yang sangat mengganggu. Walaupun kecil kemungkinannya memiliki risiko kematian, penyakit pembuluh darah dapat menyebabkan komplikasi dan menurunkan kualitas hidup Anda. Berikut ini adalah dua penyakit pembuluh darah yang menyebabkan nyeri pada tungkai kaki.

1. Penyakit arteri perifer (PAP)

Peripheral artery disease atau penyakit arteri perifer (PAP) merupakan salah satu bentuk dari penyempitan pembuluh darah arteri (aterosklerosis). Banyaknya lemak dan kolesterol dapat menjadi endapan plak pada pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan.

Penyakit yang sama menjadi penyebab utama stroke dan serangan jantung. Orang-orang yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami PAP adalah mereka yang memiliki kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan khususnya penderita diabetes.

Penyakit arteri perifer dapat menyebabkan otot kaki mengalami nyeri karena kurangnya pasokan oksigen. Gejala umum dari PAP adalah kram dan nyeri pada telapak kaki, paha, bokong dan paling sering terjadi pada bagian betis. Rasa nyeri pada tungkai kaki akibat PAP akan terasa dan semakin memburuk saat berjalan dan biasanya membaik setelah berhenti berjalan dan beristirahat.

Gejala lainnya adalah denyut nadi yang lemah pada bagian pembuluh arteri bawah, memar pada bagian bawah kaki yang tidak kunjung sembuh, kulit berwarna pucat dan terasa dingin. Seringkali pengidap PAP merasa kakinya terasa berat dan mudah lelah.

2. Insufisiensi vena kronik (IVK)

Insufisiensi vena kronik (IVK) merupakan penyakit yang menyebabkan kaki dan telapak menjadi bengkak. Sama halnya dengan PAP, IVK juga merupakan penyakit yang berkaitan dengan sirkulasi darah.

Pada IVK, sirkulasi darah pada pembuluh vena terganggu karena rusaknya katup-katup pada pembuluh vena. Darah yang menumpuk dan sulit mengalir ke arah jantung, kemudian merembes dan menyebabkan bengkak pada tungkai kaki.

Gejala IVK lainnya selain pembengkakan adalah:

  • Nyeri pada tungkai kaki saat berjalan
  • Varises
  • Peradangan pada kulit (dermatitis) dan borok
  • Luka terbuka yang sulit sembuh khususnya pada mata kaki
  • Selulit
  • Kaki terasa berat dan gatal.

Baca juga: 15 Penyebab Telapak Kaki Panas dan Cara Mengobatinya

Mengatasi nyeri tungkai akibat gangguan pembuluh darah

Penanganan nyeri tungkai kaki akibat gangguan pembuluh darah bisa beragam tergantung penyebab dan tingkat keparahannya.

1. Mengatasi nyeri penyakit arteri perifer (PAP)

Penyakit PAP memang tidak dapat disembuhkan, tetapi perubahan gaya hidup dan pengobatan dapat mengurangi gejala dan rasa sakit akibat PAP. Pengidap PAP dianjurkan untuk berhenti merokok dan berolahraga dengan cara berjalan sejauh dan selama mungkin.

Saat kaki mulai terasa sakit, segera istirahatkan kaki. Setelah gejala mereda, segera jalan kembali hingga rasa sakit muncul lagi. Ulangi latihan ini selama 3 bulan, dengan durasi berjalan 2 jam per minggu.

2. Mengatasi nyeri akibat insufisiensi vena kronik  (IVK)

Rasa sakit pada penyakit IVK dapat diredakan dengan beberapa cara berikut ini:

  • Angkat posisi kaki agar lebih tinggi dari tubuh, untuk membantu darah mengalir ke jantung. Anda bisa menggunakan bantal di kaki saat berbaring atau menyandarkan kaki pada dinding.
  • Hindari terlalu lama duduk atau berdiri. Sesekali gerakkan jari-jari kaki ke atas jika berdiam diri dalam satu posisi dalam waktu lama.
  • Penggunaan kaus kaki kompresi juga dapat membantu memompa aliran darah vena.
  • Penanganan tambahan mungkin diperlukan jika terjadi iritasi atau penyakit kulit sesuai gejala.

Jika gejala tidak kunjung sembuh dengan tindakan tanpa operasi, maka pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi rasa sakit di tungkai kaki.

Advertisement

kaki

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved