Nyeri Tungkai Kaki Dapat Diakibatkan Gangguan Pembuluh Darah

(0)
01 Jul 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Nyeri tungkai kaki dapat disebabkan oleh masalah pembuluh darahSeorang pria sedang mengalami nyeri tungkai kaki
Tungkai kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang paling bekerja keras. Selain sebagai alat gerak, tungkai kaki juga harus menanggung beban tubuh saat beraktivitas sehari-hari. Terlebih jika Anda hobi berolahraga, maka bisa dipastikan kaki Anda bekerja lebih keras lagi. Oleh karena itu, kaki cukup rentan terhadap masalah.Penyebab nyeri tungkai kaki bisa beragam mulai dari sendi, otot, tulang, saraf atau karena masalah pada pembuluh darah. Setiap orang memiliki gaya hidup dan kondisi kesehatan kaki yang berbeda. Karena itu, Anda bisa saja mengalami nyeri tungkai kaki karena satu sebab atau malah komplikasi beberapa penyebab.

Gangguan pembuluh darah penyebab nyeri tungkai kaki

Gangguan pada pembuluh darah bisa menyebabkan nyeri tungkai kaki yang sangat mengganggu. Walaupun kecil kemungkinannya memiliki risiko kematian, penyakit pembuluh darah dapat menyebabkan komplikasi dan menurunkan kualitas hidup Anda. Berikut ini adalah dua penyakit pembuluh darah yang menyebabkan nyeri pada tungkai kaki.

1. Penyakit arteri perifer (PAP)

Peripheral artery disease atau penyakit arteri perifer (PAP) merupakan salah satu bentuk dari penyempitan pembuluh darah arteri (aterosklerosis). Banyaknya lemak dan kolesterol dapat menjadi endapan plak pada pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan.Penyakit yang sama menjadi penyebab utama stroke dan serangan jantung. Orang-orang yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami PAP adalah mereka yang memiliki kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan khususnya penderita diabetes.Penyakit arteri perifer dapat menyebabkan otot kaki mengalami nyeri karena kurangnya pasokan oksigen. Gejala umum dari PAP adalah kram dan nyeri pada telapak kaki, paha, bokong dan paling sering terjadi pada bagian betis. Rasa nyeri pada tungkai kaki akibat PAP akan terasa dan semakin memburuk saat berjalan dan biasanya membaik setelah berhenti berjalan dan beristirahat.Gejala lainnya adalah denyut nadi yang lemah pada bagian pembuluh arteri bawah, memar pada bagian bawah kaki yang tidak kunjung sembuh, kulit berwarna pucat dan terasa dingin. Seringkali pengidap PAP merasa kakinya terasa berat dan mudah lelah.

2. Insufisiensi vena kronik (IVK)

Insufisiensi vena kronik (IVK) merupakan penyakit yang menyebabkan kaki dan telapak menjadi bengkak. Sama halnya dengan PAP, IVK juga merupakan penyakit yang berkaitan dengan sirkulasi darah.Pada IVK, sirkulasi darah pada pembuluh vena terganggu karena rusaknya katup-katup pada pembuluh vena. Darah yang menumpuk dan sulit mengalir ke arah jantung, kemudian merembes dan menyebabkan bengkak pada tungkai kaki.Gejala IVK lainnya selain pembengkakan adalah:
  • Nyeri pada tungkai kaki saat berjalan
  • Varises
  • Peradangan pada kulit (dermatitis) dan borok
  • Luka terbuka yang sulit sembuh khususnya pada mata kaki
  • Selulit
  • Kaki terasa berat dan gatal.

Mengatasi nyeri tungkai akibat gangguan pembuluh darah

Penanganan nyeri tungkai kaki akibat gangguan pembuluh darah bisa beragam tergantung penyebab dan tingkat keparahannya.

1. Mengatasi nyeri penyakit arteri perifer (PAP)

Penyakit PAP memang tidak dapat disembuhkan, tetapi perubahan gaya hidup dan pengobatan dapat mengurangi gejala dan rasa sakit akibat PAP. Pengidap PAP dianjurkan untuk berhenti merokok dan berolahraga dengan cara berjalan sejauh dan selama mungkin.Saat kaki mulai terasa sakit, segera istirahatkan kaki. Setelah gejala mereda, segera jalan kembali hingga rasa sakit muncul lagi. Ulangi latihan ini selama 3 bulan, dengan durasi berjalan 2 jam per minggu.

2. Mengatasi nyeri akibat insufisiensi vena kronik  (IVK)

Rasa sakit pada penyakit IVK dapat diredakan dengan beberapa cara berikut ini:
  • Angkat posisi kaki agar lebih tinggi dari tubuh, untuk membantu darah mengalir ke jantung. Anda bisa menggunakan bantal di kaki saat berbaring atau menyandarkan kaki pada dinding.
  • Hindari terlalu lama duduk atau berdiri. Sesekali gerakkan jari-jari kaki ke atas jika berdiam diri dalam satu posisi dalam waktu lama.
  • Penggunaan kaus kaki kompresi juga dapat membantu memompa aliran darah vena.
  • Penanganan tambahan mungkin diperlukan jika terjadi iritasi atau penyakit kulit sesuai gejala.
Jika gejala tidak kunjung sembuh dengan tindakan tanpa operasi, maka pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi rasa sakit di tungkai kaki.
kaki
Harvard Health Publishing, Harvard Medical School
https://www.health.harvard.edu/pain/when-walking-makes-your-legs-hurt
Diakses 16 Juni 2020
NHS UK
https://www.nhs.uk/conditions/peripheral-arterial-disease-
Diakses 17 Juni 2020
Cleveland Clinic
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16872-chronic-venous-insufficiency-cvi/management-and-treatment
Diakses 17 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait