Nyeri Sendi Lutut Tak Harus ke Dokter, Begini Cara Menyembuhkannya

Nyeri di bagian lutut memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda pada setiap penderita
Tingkat keparahan nyeri lutut bisa berbeda-beda pada tiap penderita

Bergerak aktif dan berolahraga sangatlah dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh Anda tetap bugar. Namun pergerakan yang terlalu aktif atau berlebihan juga bisa menyebabkan masalah, salah satunya adalah munculnya nyeri sendi lutut.

Sakit lutut sendiri banyak penyebabnya. Kegemukan, misalnya, akan menempatkan Anda sebagai orang yang berisiko terkena penyakit ini. Begitu pula dengan orang yang terlalu sering memaksakan diri dalam beraktivitas, maupun orang yang pernah mengidap radang pada persendian (artritis).

[[artikel-terkait]]

Kondisi seperti apa yang bisa dikatakan sebagai nyeri sendi lutut?

Gejala pertama dari nyeri sendi lutut adalah adanya rasa sakit di lutut Anda. Derajat sakit tersebut bisa berbeda-beda pada tiap orang, tergantung jenis penyakit di baliknya dan tingkat keparahannya.

Secara garis besar, inilah yang akan Anda rasakan ketika menderita nyeri sendi lutut:

  • Muncul rasa sakit ketika Anda membengkokkan atau meluruskan lutut. Nyeri ini juga bisa terjadi saat Anda naik atau turun tangga.
  • Lutut yang membengkak.
  • Lutut tidak mampu menopang beban tubuh Anda.

Anda kesulitan menggerakkan lutut, atau lutut yang sama sekali tidak bisa digerakkan dan kaku.

Bisakah nyeri sendi lutut diobati di rumah?

Pada kebanyakan kasus ringan dan lutut baru saja terasa sakit, kondisi in bisa diobati sendiri di rumah. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi nyeri lutut:

  • Istirahatkan lutut Anda. Kurangi aktivitas berat dan berlebihan selama lutut Anda terasa nyeri.
  • Kompres dengan es batu yang dibungkus kain atau handuk. Langkah ini dilakukan guna mengurangi rasa sakit sekaligus bengkak. Tempelkan kompres ke lutut yang sakit selama 15 hingga 20 menit. Anda bisa mengulanginya setiap 3 hingga 4 jam. Lakukan ini hingga dua sampai tiga hari ke depan, atau hingga nyeri di lutut Anda hilang.
  • Bebat lutut dengan perban elastis atau kain. Langkah ini bertujuan mengurangi bengkak serta menopang lutut agar tidak terlalu banyak bergerak.
  • Ganjal lutut Anda agar posisinya lebih tinggi ketika Anda duduk atau berbaring guna mengurangi bengkak. Anda bisa menggunakan bantal atau ganjalan lainnya.
  • Konsumsi obat pereda rasa nyeri, misalnya ibuprofen atau naproxen yang tergolong sebagai obat antiinflmasi nonsteroid (OAINS). Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki reaksi alergi atas obat-obatan ini.

Kapan harus menemui dokter?

Ada kalanya Anda tetap harus menemui dokter untuk menyembuhkan nyeri sendi lutut yang anda rasakan. Terutama jika mengalami kondisi-kondisi berikut:

  • Anda tidak mampu berdiri dan berjalan.
  • Anda merasakan sakit tidak tertahankan pada lutut, bahkan ketika tidak sedang berjalan.
  • Lutut tidak bisa digerakkan.
  • Lutut mengalami perubahan bentuk.
  • Anda tidak bisa meluruskan lutut.
  • Disertai demam.
  • Anda merasa sakit, bengkak, kebas, atau memar kebiruan yang menjalar ke betis.
  • Anda masih merasa nyeri setelah 3 hari menjalani perawatan sendiri di rumah.

Dokter akan membantu untuk mendiagnosis penyebab di balik nyeri pada lutut Anda serta memberikan penanganan yang sesuai. Misalnya, jika nyeri disebabkan oleh bursitis (peradangan atau pembengkakan pada kantong yang terletak di sekitar sendi akibat lutut dibengkokkan atau ditekan berkali-kali), dokter akan mengeluarkan cairan dari lutut Anda.

Bila menderita artritis (baik osteoartritis, penyakit asam urat, atau artritis rematoid), Anda harus mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk meredakan gejala ini. Sedangkan bagi Anda yang mengidap cedera ligamen lutut (seperti ACL) atau dislokasi lutut, Anda mungkin harus menempuh prosedur operasi.

Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani serangkaian terapi fisik demi mengembalikan fungsi lutut. Terapi ini harus dilakukan atas bimbingan ahli terapis berlisensi. Jika dokter mengizinkan, Anda pun dapat melakukan latihan ringan secara rutin sendiri dan sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait

Banner Telemed