Nyeri Punggung Bawah: Kenali Penyebabnya!

Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, penyebab nyeri punggung perlu Anda kenali
Kenali penyebab sakit punggung bawah agar mendapatkan penanganan yang tepat

Nyeri punggung bawah merupakan keluhan kedua terbanyak setelah keluhan saluran nafas atas, yang membuat pasien datang berobat ke dokter. Diperkirakan hampir semua orang pernah mengalami nyeri punggung bawah, paling tidak sekali seumur hidupnya.

Nyeri punggung bawah, yang disebut juga work related musculoskeletal disorders, merupakan sindrom nyeri yang ditimbulkan akibat pekerjaan atau aktivitas, dan lebih banyak terjadi pada laki-laki. Menurut penelitian yang dilakukan oleh COPORD (Community Oriented Program for Control of Rheumatic Disease) Indonesia, angka prevalensi nyeri punggung bawah pada laki-laki sebanyak 18,2% sedangkan pada perempuan sebanyak 13,6%.

Sebanyak 60% orang dewasa mengalami nyeri punggung bawah karena masalah duduk yang terjadi pada mereka yang bekerja atau beraktivitas lebih banyak dilakukan dengan duduk. Duduk lama dengan posisi yang salah dapat mengakibatkan otot-otot punggung menjadi tegang dan merusak jaringan lunak di sekitarnya.

Bila keadaan ini terus berlanjut, maka dapat menyebabkan penekanan pada bantalan tulang belakang yang dapat mengakibatkan bantalan tersebut akan menonjol keluar dan menekan saraf tulang belakang. Saat manusia duduk, beban maksimal lebih berat 6-7 kali daripada berdiri.

Selain duduk lama, aktivitas berat lainnya juga dapat menyebabkan nyeri punggung bawah, seperti pekerjaan mengangkat barang-barang berat. Seringkali terjadi salah posisi pada saat akan mengangkat barang yang terletak di bawah. Jika akan mengangkat barang yang terletak di bawah, sebaiknya diawali dengan berjongkok terlebih dahulu, kemudian mengangkat barang tersebut.

Penanganan penderita nyeri punggung bawah dapat dilakukan dengan terapi obat-obatan, fisioterapi, tindakan minimal invasif, sampai tindakan operasi, tergantung derajat berat ringannya penyakit. Pada derajat yang berat biasanya tindakan operasi dapat menjadi solusi.

Namun, banyak penderita nyeri punggung bawah datang berobat ke dokter dengan keluhan nyeri yang sedang-sedang saja dan gambaran radiologis yang tidak signifikan, telah minum obat antinyeri, dan beberapa juga sudah melakukan fisioterapi tetapi keluhannya belum membaik. Kelompok inilah yang memiliki opsi tindakan minimal invasif selain tindakan operasi.

Selain digunakan untuk terapi, tindakan minimal invasif dapat juga sebagai diagnostik untuk memastikan kemungkinan asal nyeri bukan dari berasal dari gangguan ginjal, kandung kemih, alat kelamin, saluran cerna bagian bawah, atau ekstremitas bawah.

Salah satu tindakan minimal invasif yang banyak dikerjakan adalah caudal epidural nerve block. Tindakan ini dilakukan dengan menginjeksi obat langsung ke daerah saraf yang mengalami gangguan.

Tindakan dapat diulang jika penderita mengalami keluhan yang sama dalam jangka waktu tertentu. Diharapkan setelah tindakan ini derajat nyeri penderita dapat berkurang dan begitu pula konsumsi obat-obatan antinyeri yang dalam jangka panjang dapat berdampak buruk pada lambung.

Penderita nyeri punggung bawah sebaiknya diperiksa terlebih dahulu oleh dokter spesialis saraf sebelum ditentukan apakah perlu dilakukan tindakan minimal invasif atau tidak. Tindakan ini sudah dapat dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap. Oleh karena itu segeralah berobat jika Anda menderita nyeri punggung bawah. Minum obat terus-menerus tidak selalu menjadi solusinya.

Artikel Terkait

Banner Telemed