Ternyata Nyeri Pinggang Dapat Dipengaruhi oleh Faktor Psikologis

Faktor psikologis adalah salah satu penyebab nyeri pinggang kronis yang sering dilupakan
Nyeri pinggang kadang berkaitan dengan faktor psikologis

Nyeri pinggang adalah salah satu keluhan yang sering ditemukan. Sekitar 80% orang akan merasakan nyeri pinggang dalam hidupnya. Nyeri pinggang, atau dikenal juga dengan istilah low back pain, didefinisikan sebagai rasa nyeri pada daerah pinggang, sebatas tulang iga paling bawah sampai ke bokong. Nyeri pinggang yang disertai dengan nyeri menjalar sampai ke kaki dikenal dengan skiatika.

Nyeri pinggang seringkali tidak dapat diidentifikasi penyebabnya. Beberapa penyebab nyeri pinggang yang umum diketahui adalah Hernia Nukleus Pulposus (HNP), cedera pada tulang belakang yang disebabkan oleh mengangkat benda berat, skiatika. Namun, di luar penyebab yang umum, penyebab nyeri pinggang kronik yang sering dilupakan adalah faktor psikologis.

Nyeri sebenarnya adalah reaksi otak atas stimulus yang dikirim oleh saraf. Sebaliknya, otak juga dapat mengirimkan sinyal ke bagian tubuh yang lain, mengatur batas nyeri yang akhirnya berpengaruh pada persepsi nyeri. Hal ini dapat meningkatkan rasa nyeri, tapi juga dapat menghambat nyeri. Mekanisme inilah yang menjelaskan mengapa orang-orang dapat merasakan tingkat nyeri yang berbeda dengan rangsangan yang sama.

Faktor Psikologis Dapat Berpengaruh pada Persepsi Nyeri Pinggang

Atensi dan antisipasi dapat memengaruhi tingkat nyeri yang dirasakan. Nyeri yang dianggap penting oleh otak akan dirasakan lebih hebat, sedangkan nyeri yang dianggap tidak penting tidak terlalu terasa.

Mood atau suasana hati juga dapat mempengaruhi nyeri. Mood yang baik meningkatkan ambang nyeri seseorang dan menurunkan tingkat nyeri, sebaliknya mood yang buruk membuat toleransi terhadap nyeri menurun, menyebabkan nyeri dirasakan lebih intens.

Persepsi kita terhadap nyeri, ternyata dapat memengaruhi tingkat nyeri. Kecenderungan seseorang untuk mempercayai bahwa hal yang terburuklah yang akan terjadi, ternyata dapat meningkatkan rasa nyeri.

Cara Mengatasi Nyeri Pinggang Kronis

Jika Anda menderita nyeri pinggang yang kronis, pernahkah Anda mendengar saran dari kerabat untuk belajar "menerima kondisi" yang Anda alami. Mengingat faktor psikologis berpengaruh pada tingkat nyeri, mungkin kalimat itu tidak sepenuhnya salah walaupun memang mungkin sulit untuk dilakukan. Jangan lupa juga untuk mengkonsultasikan keluhan Anda ke dokter saraf.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda coba untuk "berdamai" dengan nyeri pinggang kronis:

1. Menerima

Pusatkan perhatian pada hal-hal yang dapat Anda lakukan, daripada terlalu fokus pada hal yang tidak dapat Anda lakukan. Misalnya, jika nyeri pinggang yang dirasakan membuat Anda tidak lagi mampu mengangkat beban di pusat kebugaran, mungkin ini saatnya Anda mencoba olahraga yang baru, misalnya berenang.

2. Menjaga Kebugaran

Menjaga kebugaran terbukti dapat mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan fungsi tubuh. Selain itu, endorfin yang dihasilkan saat berolahraga dapat meredakan kecemasan dan depresi, yang seringkali membayangi orang-orang dengan nyeri kronis. Mulailah dengan olahraga ringan, dan ada baiknya jika Anda berkonsultasi dengan fisioterapis atau dokter rehabilitasi medik untuk mendapatkan daftar olahraga yang aman bagi kondisi Anda.

3. Manajemen Stres

Stres tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya dari kehidupan Anda, tapi Anda dapat mengatur bagaimana Anda bereaksi terhadap stres. Saat ini, banyak hal yang dapat Anda coba untuk mengatasi stres, seperti terapi kognitif, relaksasi, meditasi, yoga, atau hipnosis.

4. Tetap Aktif

Isi hidup Anda dengan kegiatan yang bermakna. Jika nyeri menyebabkan Anda enggan keluar rumah atau beraktivitas, kemungkinan besar rasa nyeri yang Anda rasakan akan bertambah. Orang-orang yang membiarkan dirinya sibuk dengan kegiatan, ternyata cenderung tidak merasa nyeri.

Pillay S. The psychology of low back pain. https://www.health.harvard.edu/blog/psychology-low-back-pain-201604259537.
Diakses pada Mei 2019

World Health Organization. https://www.who.int/bulletin/volumes/81/9/Ehrlich.pdf.
Diakses pada Mei 2019

Vrbanic TS. Low back pain-from definition to diagnosis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22232956
Diakses pada Mei 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/8040-chronic-back-pain-psychological-factors.
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed