Nyaris Tak Terdeteksi, Begini Tanda-tanda High-Functioning Depression

Orang dengan high-functioning depression tetap dapat melakukan pekerjaan meski ia tengah diliputi depresi
Orang dengan high-functioning depression tetap dapat menjalani kehidupan meski berusaha sekuat tenaga untuk fokus

Orang yang terkena depresi seringkali dikaitkan dengan kesedihan, kemurungan, putus asa, sulit konsentrasi, dan cenderung tak produktif. Namun ternyata, tidak semua orang depresi menunjukkan tanda tersebut, salah satunya adalah penderita high-functioning depression

Mereka yang mengalami high-functioning depression terlihat baik-baik saja di luar meski sangat rapuh di dalam sehingga kerap menunjukkan senyum palsu di hadapan orang-orang. 

Apa itu high-functioning depression?

High-functioning depression adalah istilah yang digunakan untuk seseorang yang mengalami depresi di dalam diri, namun terlihat sangat baik di luar. Orang dengan depresi ini juga dapat bekerja, menyelesaikan tugas, dan menjaga hubungan yang baik dengan orang lain. 

Tak heran, jika sulit mengenali orang yang mengalami high-functioning depression karena hidupnya terlihat normal-normal saja. Meski mungkin dalam hatinya, merasa tertekan dan ingin berteriak.

High-function depression dapat dimulai sejak dini, baik pada masa kanak-kanak, remaja atau dewasa muda. Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena depresi ini, yaitu:

  • Terdapat anggota keluarga dengan gangguan depresi
  • Mengalami peristiwa traumatis
  • Stres berat
  • Terlalu berat memikirkan penilaian orang lain
  • Rendah diri atau pesimistis
  • Kecewa karena ekspektasi tak sesuai realita
  • Media sosial yang toxic
  • Riwayat gangguan kesehatan mental lain

Kondisi ini termasuk dalam jenis depresi kronis, namun berada pada tingkat yang rendah. Meski tidak melumpuhkan kehidupan, tetapi high-functioning depression dapat menjadi faktor risiko depresi berat di kemudian hari.

Tanda-tanda high-functioning depression

Orang dengan kondisi ini mungkin tidak menyadari bahwa apa yang dialaminya termasuk dalam depresi. Oleh sebab itu, berikut tanda-tanda high functioning depression yang harus dikenali:

1. Merasa berpura-pura terus-menerus

Ketika mengalami depresi ini, Anda akan merasa berpura-pura terus-menerus agar terlihat normal dan baik-baik saja di hadapan orang lain. Anda juga mungkin akan mencoba tertawa saat berbincang dengan teman, meski dalam hati terasa kosong dan tak bermakna.

2. Perlu perjuangan untuk melewati hari

Meski dapat menjalani kehidupan layaknya seperti tak ada masalah, namun orang yang mengalami high-functioning depression perlu perjuangan untuk melewati hari. Selain itu, meski berhasil menyelesaikan pekerjaan namun Anda juga mungkin tak menyelesaikannya dengan potensi penuh yang Anda miliki.

3. Merasa sangat lelah ketika tiba di rumah

Setelah melalui hari, Anda bisa merasa begitu lelah ketika tiba di rumah. Bahkan Anda akan mengabaikan kebutuhan diri sendiri, seperti halnya makan dan malah lebih memilih untuk cepat-cepat tidur. Ini dapat berpengaruh terhadap perubahan nafsu makan, berat badan, dan pola tidur Anda.

4. Mengalami siklus emosi yang buruk

Meski tidak memperlihatkannya pada orang lain, namun Anda mengalami siklus emosi yang buruk. Anda mungkin diliputi perasaan bersalah, malu, sedih atau marah ketika merasa tak memiliki energi untuk melakukan sesuatu.

5. Mencoba untuk fokus sekuat tenaga

Sebab pikiran diliputi oleh depresi, maka akan sulit bagi Anda untuk fokus sehingga terus mencobanya dengan sekuat tenaga. Meski mungkin memerlukan waktu yang lebih lama, namun orang yang mengalami high-functioning depression bisa menyelesaikan urusannya.

6. Putus asa dan tak percaya diri

Walau terlihat baik-baik saja, Anda merasa sangat putus asa dan tak percaya diri. Hal yang dulu membuat Anda bahagia juga menjadi hilang daya tariknya dan tak bermakna sama sekali.

7. Memikirkan kematian

Meski tidak secara aktif merencanakan bunuh diri, namun Anda mulai memikirkan kematian tanpa adanya rasa takut. Anda mungkin membayangkan diri Anda mati secara mendadak entah karena kecelakaan mobil, terjatuh dari tebing, dan sebagainnya. Jika sudah ada keinginan bunuh diri, segera hubungi psikiater. 

Jika Anda merasa mengalami high-functioning depression, Anda dapat mencoba menceritakannya pada orang terdekat. Akan tetapi, bila keadaan tak juga membaik atau tak ada orang yang bisa Anda percaya untuk bercerita, sebaiknya segera berkonsultasi pada psikolog atau dokter spesialis kejiwaan.

Orang yang mengalami depresi ini seringkali enggan meminta bantuan karena tidak ingin terlihat lemah. Padahal bantuan dari tenaga profesional dapat membantu Anda mengatasi depresi yang dirasakan. 

Dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan psikoterapi dan mengonsumsi obat antidepresan untuk membuat Anda menjadi lebih baik. Agar dapat segera pulih, Anda juga sebaiknya tidak minum minuman beralkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang karena malah bisa memperburuk depresi yang Anda alami.

Healthline. https://www.healthline.com/health/what-you-should-know-high-functioning-depression#7
Diakses pada 07 April 2020

Psych Central. https://psychcentral.com/blog/how-familiar-with-high-functioning-depression-are-you/
Diakses pada 07 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/persistent-depressive-disorder/symptoms-causes/syc-20350929
Diakses pada 07 April 2020

Women's Health. https://www.womenshealthmag.com/health/a27243083/smiling-depression/
Diakses pada 07 April 2020

Artikel Terkait