Mengenal Dua Nyamuk Chikungunya, Aedes Aegypti dan Aedes Albopticus

Nyamuk chikungunya seperti aedes aegypti dan aedes albopticus biasa hidup dalam genangan air
Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopticus merupakan vektor penyakit chikungunya

Penyakit chikungunya adalah salah satu penyakit pada manusia yang disebarkan oleh binatang (zoonosis). Binatang penyebar penyakit dikenal dengan sebutan vektor. Khusus untuk penyakit chikungunya, vektor penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopticus. Mungkin nama nyamuk tersebut tidak asing di telinga Anda karena memang nyamuk penyebab chikungunya ternyata sama dengan nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) yang banyak berjangkit di Indonesia.

Karakteristik Nyamuk Chikungunya Aedes Aegypti

Nyamuk Aedes aegypti berukuran kecil, dengan kaki yang khas berwarna hitam-putih. Nyamuk ini aktif sepanjang tahun, dengan puncak aktivitas di bulan Agustus sampai Oktober. Nyamuk Aedes aegypti pada mulanya hidup di hutan, tepatnya di cekungan berisi genangan air. Namun, seiring dengan perubahan habitat manusia, nyamuk Aedes aegypti banyak berkembang biak di pemukiman manusia, pada wadah rumah tangga yang dapat berisi air, seperti tong, pot tanaman, dan ban yang tidak terpakai.

Di dalam ruang, nyamuk Aedes aegypti berkembang dengan baik karena suhu yang lebih hangat. Namun, adaptasi mulai terjadi, sehingga nyamuk Aedes aegypti mulai ditemukan dapat bertahan di ruang terbuka. Hal ini yang mungkin menjadi penyebab sulitnya pembasmian nyamuk ini.

Nyamuk chikungunya ini lebih banyak berada di pemukiman manusia, tidak lebih dari radius 100 meter. Nyamuk dewasa tidak dapat terbang lebih dari 400 meter. Walaupun musim hujan mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, namun kemampuannya untuk beristirahat dan beradaptasi dalam genangan air buatan (seperti yang banyak ditemukan di pemukiman), menyebabkan nyamuk ini dapat berkembang biak sepanjang tahun tanpa dipengaruhi musim.

Karakteristik Nyamuk Chikungunya Aedes Albopticus

Nyamuk Aedes albopticus mungkin tidak banyak disebut seperti nyamuk Aedes aegypti. Namun seiring dengan era globalisasi, distribusi nyamuk ini semakin meluas. Karakteristiknya yang lebih adaptif, menyebabkan nyamuk ini mulai menjadi vektor penyakit penting di berbagai negara karena dengan meluasnya persebaran nyamuk Aedes albopticus, penyakit yang disebarkannya juga meluas.

Nyamuk ini mampu bertahan hidup pada banyak jenis ekosistem, baik tropis maupun subtropis. Dengan perubahan iklim global, suhu bumi yang makin panas menyebabkan meluasnya distribusi nyamuk Aedes albopticus. Nyamuk ini juga menunjukkan adaptasi yang baik pada suhu yang lebih dingin, berkebalikan dengan nyamuk Aedes aegypti yang hanya bisa bertahan pada suhu panas. nyamuk Aedes Albopticus tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan peliharaan ataupun liar, seperti hewan reptil, burung, dan amfibi. Secara fisik, spesies ini mirip dengan nyamuk Aedes Aegypti.

Habitat nyamuk chikungunya seperti Aedes yang dekat dengan pemukiman manusia dan kecenderungannya untuk berkembang biak di tempat-tempat yang biasa digunakan sebagai wadah air, menyebabkan nyamuk ini sulit dibasmi.

Cara Mencegah Nyamuk Chikungunya Berkembang biak

Beberapa upaya pencegahan dapat Anda lakukan untuk mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk chikungunya, baik di dalam maupun di luar ruangan, yaitu mengurangi/membuang wadah yang menjadi tempat genangan air:

  • Dengan menyingkirkan semua wadah air terbuka, seperti pot tanaman yang tidak terpakai, sampah botol/kaleng, ban yang tidak terpakai.
  • Menggunakan larvasida pada penampungan air.
  • Menggunakan penutup wadah air yang rapat
  • Penggunaan kelambu atau kasa nyamuk di rumah

Pencegahan gigitan nyamuk juga penting. Perlu diingat nyamuk Aedes aktif di siang hari, baik di dalam maupun di luar ruangan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk di waktu tersebut. Perlindungan terhadap gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan pembasmi serangga, jika memungkinkan menggunakan baju berlengan dan celana panjang.
  • Menggunakan kelambu, terutama jika di rumah Anda tidak ada kasa nyamuk atau penyejuk ruangan.
  • Penderita chikungunya juga perlu melindungi diri dari gigitan nyamuk, untuk mencegah penularan ke orang lain.

Riskesdas 2017. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-tahun-2017.pdf
Diakses pada April 2019

European Centre for Disease Prevention and Control.
https://ecdc.europa.eu/en/disease-vectors/facts/mosquito-factsheets/aedes-aegypti
Diakses pada April 2019

https://ecdc.europa.eu/en/disease-vectors/facts/mosquito-factsheets/aedes-albopictus#C5
Diakses pada April 2019

https://ecdc.europa.eu/en/chikungunya/facts/factsheet
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed