Nyaman dan Tenang dengan Melahirkan di Rumah, Ini Caranya

Proses melahirkan sendiri di rumah harus tetap didampingi tenaga medis seperti bidan atau dokter
Ketika bayi berhasil keluar melalui proses persalinan di rumah, pastikan agar tubuhnya tetap hangat

Menghitung hari jelang due date, segala perasaan berkecamuk jadi satu. Semangat, antusias, cemas, atau bahkan takut. Pernah membayangkan jika harus melahirkan sendiri atau memang merencanakan melahirkan di rumah? Jika iya, Anda harus memastikan diri agar tidak panik.

Setiap proses persalinan pasti berbeda. Bahkan pada ibu yang sama, kehamilan anak pertama dan selanjutnya juga berbeda pula.

Terkadang, rencana untuk melahirkan di rumah dilakukan untuk ibu yang akan melahirkan anak kedua. Umumnya, proses kontraksi berlangsung lebih singkat.

Persiapan melahirkan di rumah

Meskipun melahirkan sendiri, tentu ada pihak medis atau bidan yang menjadi pendamping proses persalinan. Selain itu, ada juga doula, istilah untuk pendamping saat proses persalinan.

Bidan dan doula ini sudah terbiasa mendampingi proses melahirkan di rumah dan tahu betul prosedur apa saja yang harus dilakukan. Apabila melahirkan di rumah telah terencana, maka hubungi para ahlinya sejak jauh-jauh hari.

Kepada mereka, sampaikan pertimbangan dan kesiapan Anda untuk melahirkan sendiri serta kapan hari perkiraan lahir (HPL) bayi Anda.

Tak kalah penting, pastikan Anda tidak terlalu panik ketika melahirkan di rumah. Tubuh Anda tahu apa yang harus dilakukan. Biasanya, kekhawatiran yang muncul adalah bagaimana proses mengejan sehingga bayi bisa keluar dengan lancar.

Tenang saja, selama bayi berada di posisi ideal dengan kepala di bawah dan menghadap ke bawah, maka bayi bisa keluar dengan lancar.

Pro kontra melahirkan sendiri

Memang ada banyak pro dan kontra terkait melahirkan di rumah. Mereka yang kontra menganggap melahirkan sendiri berisiko tinggi karena jika ada situasi darurat, bisa jadi peralatan yang tersedia hanya ada di rumah sakit.

Belum lagi budaya yang berkembang bahwa melahirkan perlu dilakukan di rumah sakit. Fenomena ini membuat skenario untuk melahirkan sendiri di rumah terasa janggal dan membuat orang mengangkat alis keheranan.

Namun bagi mereka yang pro, ada banyak juga kelebihan melahirkan di rumah yaitu:

  • Mengurangi intervensi medis yang tidak diperlukan
  • Ibu merasa lebih nyaman dan tenang karena berada di rumah sendiri
  • Ibu bisa menentukan posisi yang diinginkan
  • Trauma persalinan rendah

Menjawab pertanyaan apakah kemungkinan terjadi komplikasi atau masalah pada bayi setelah lahir, sebuah penelitian punya jawabannya. Tim dari beberapa universitas di Amerika Serikat meneliti selama 10 tahun terakhir tentang persalinan di rumah terutama di negara-negara maju.

Hasilnya, di Belanda yang merupakan negara dengan tingkat persalinan di rumah tertinggi, tidak ada peningkatan signifikan dari persentase risiko komplikasi bayi. Kemungkinan kematian bayi adalah 0,15% untuk persalinan di rumah sakit dan 0,18% untuk persalinan di rumah.

Walaupun demikian, tetap ada risiko kematian bayi dengan proses melahirkan di rumah. Selain itu, ada juga risiko bayi mengalami kejang pascalahir dan gangguan fungsi saraf.

Sebelum memutuskan akan menempuh proses melahirkan di rumah atau di rumah sakit, ibu hamil perlu memahami risiko apa saja yang akan dialaminya.

Persiapkan dengan detil

Semakin detil persiapan yang Anda lakukan, semakin besar kemungkinan persalinan di rumah berjalan dengan lancar. Mulai dari peralatan apa saja yang harus disiapkan, di mana lokasi persalinan akan dilakukan, dan apa tindakan untuk bayi setelah lahir.

Beberapa poin penting bagi yang ingin melahirkan di rumah:

1. Posisi bayi dalam kandungan tidak sungsang

Anda boleh melakukan persalinan di rumah jika posisi bayi telah masuk ke jalan lahir. Artinya kepala bayi berada di bawah. Bila bayi sungsang, biasanya dokter akan menyarankan untuk persalinan Caesar dan tentu saja harus dilakukan di rumah sakit.

2. Didampingi tenaga medis yang berpengalaman

Saat melahirkan di rumah, pastikan Anda didampingi oleh tenaga medis seperti bidan yang telah berpengalaman mendampingi persalinan di rumah. Selain itu, cek juga jarak ke rumah sakit terdekat jika terjadi sesuatu yang darurat terkait melahirkan di rumah.

3. Cari posisi senyaman mungkin

Tentukan di mana Anda akan melakukan persalinan. Umumnya, orang akan melapisi tempat tidur atau lantai kamar dengan plastik sebagai alas saat persalinan. Anda tak harus berada dalam posisi tidur. Cari posisi yang paling nyaman.

Contohnya duduk di ujung tempat tidur dan meletakkan kaki di sebuah kursi bisa jadi preferensi. Bidan bisa berada di sebelah Anda untuk menangkap bayi usai melahirkan. Posisi squat atau all fours dalam yoga juga bisa jadi pilihan.

 4. Atur napas

Mengatur napas menjadi kunci di setiap persalinan. Termasuk saat Anda memutuskan untuk melahirkan di rumah. Jika bukaan belum lengkap, sebisa mungkin tahan keinginan untuk mengejan. Ketika pembukaan saat melahirkan sudah lengkap, mengejanlah saat kontraksi kembali terasa. Jika Anda mengejan ketika pembukaan belum lengkap, risikonya jalan lahir akan membengkak dan menghambat bayi untuk keluar.

Saat kepala bayi mulai terlihat, perlahan dorong secara perlahan dengan mengejan. Dalam beberapa kali dorongan, idealnya bayi telah keluar mulai dari kepala, bahu, dan bagian tubuh lainnya mengikuti secara alami.

5. Setelah bayi keluar

Hal yang harus dilakukan setelah bayi berhasil keluar adalah memastikan tubuhnya tetap hangat. Balut dengan kain atau handuk dan letakkan di dada Anda untuk kontak langsung dan melakukan inisiasi menyusui dini (IMD).

Jangan lupa mengusap mulut dan hidung bayi untuk menyingkirkan lendir dan darah sehingga memudahkannya bernapas. Selain itu, usap bagian kepalanya seperti sedang mencuci rambut. Pastikan posisi bayi tetap lebih rendah dari kakinya sampai si kecil mulai bernapas.

Normalnya, bayi akan mulai bernapas secara alami tanpa stimulasi atau intervensi apapun. Setelah bayi bernapas, bimbing ia mencari payudara untuk menyusu. Tubuh akan memproduksi hormon oksitosin sehingga uterus berkontraksi dan mengeluarkan plasenta dari vagina.

Dengarkan semua sinyal dari tubuh Anda. Bahkan saat merasa bingung atau ragu sekalipun, biarkan bayi dan tubuh Anda bersinergi untuk melakukan “tugasnya”. Tetap tenang dan bersiap untuk merasakan pengalaman melahirkan yang begitu berkesan.

ACOG. https://www.acog.org/Clinical-Guidance-and-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Planned-Home-Birth?IsMobileSet=false
Diakses 20 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/home-birth/art-20046878
Diakses 13 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4399594/
Diakses 13 November 2019

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/emergency-labor
Diakses 13 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed