Nutrisi Ibu Hamil yang Wajib dipenuhi Untuk Cegah Anemia

Sayuran hijau kaya akan nutrisi zat besi untuk penuhi kebutuhan harian agar terhindar dari anemia pada ibu hamil
Kale termasuk kedalam golongan sayuran hijau yang bisa mencegah anemia pada ibu hamil

Anemia atau kekurangan sel darah merah dalam tubuh adalah salah satu gangguan kehamilan yang paling sering terjadi. Cara untuk mengatasinya pun relatif mudah, yakni lewat asupan nutrisi ibu hamil yang kaya zat besi. Apa alasannya?

Terdapat lebih dari 70 persen wanita hamil yang mengalami anemia terjadi akibat mereka kekurangan zat besi. Sementara jumlah kasus anemia karena kekurangan asam folat (vitamin B9) tidak sebanyak itu. Alasan mengapa anemia kekurangan zat besi paling sering terjadi adalah karena terjadinya peningkatan volume darah pada ibu hamil sehingga simpanan zat besi dalam tubuhnya terpakai.

Kapan anemia pada ibu hamil harus diwaspadai?

Meski termasuk wajar bagi ibu hamil menderita anemia ringan, bukan berarti anemia boleh disepelekan. Bila tak segera diobati, kondisi ini bisa semakin parah dan mengakibatkan komplikasi kehamilan yang lebih serius. Contohnya, melahirkan bayi sebelum waktunya alias prematur, keguguran, maupun berat lahir yang rendah.

Ketika ibu hamil baru memasuki fase awal anemia, gejalanya mungkin tidak terlalu terasa. Ciri-ciri anemia bahkan bisa mirip dengan kondisi kehamilan pada umumnya.

Untuk memastikan apakah Anda terkena anemia atau tidak, konsultasikan dengan dokter kandungan. Anda akan dianjurkan untuk melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hemoglobin dan hematokrit dalam darah.

Obati anemia dengan rekomendasi dokter

Jika Anda positif mengalami anemia, dokter biasanya akan meresepkan suplemen untuk mengatasinya. Suplemen ini bisa berupa asam folat atau zat besi guna menambah nutrisi ibu hamil. Jenisnya tergantung pada penyebab anemia yang Anda alami.

Suplemen tersebut penting untuk diminum dalam jangka waktu tertentu. Kenapa? Pasalnya, Anda harus mengejar defisiensi zat besi, folat, atapun vitamin B12 yang tidak lagi bisa dicukupi melalui konsumsi makanan sehari-hari.

Untuk melengkapi pengobatan anemia, dokter juga bisa memberikan saran agar Anda mengonsumsi lebih banyak bahan makanan yang tinggi zat besi atau folat selama masa kehamilan. Makanan yang direkomendasikan sebagai nutrisi ibu hamil yang mengurangi gejala anemia biasanya berasal dari protein hewani, seperti daging merah, telur, maupun produk susu.

Cegah anemia dengan ragam nutrisi ibu hamil ini

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Untuk itu, tidak ada salahnya Anda menyertakan beragam makanan berikut sebagai langkah pencegahan anemia

Untuk anemia defisiensi zat besi

Sama seperti langkah mengobati, makanan kaya zat besi juga bisa disantap untuk menghindarkan Anda dari anemia akibat kekurangan zat besi. Jenis makanannya meliputi daging merah, daging unggas, daging ikan, sayuran hijau (bayam, brokoli, kale), sereal dan biji-bijian yang kaya akan zat besi, kacang-kacangan, lentil, tahu, serta telur.

Untuk anemia defisiensi folat

Sedangkan anemia yang terjadi akibat kekurangan asam folat dapat dicegah dengan memperkaya konsumsi sayuran hijau, aneka buah sitrus (jeruk, lemon), kacang-kacangan, roti dan sereal yang sudah ditambah (difortifikasi) dengan asam folat.

Selain itu, konsumsi juga makanan yang kaya akan vitamin C untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi atau folat. Anda bisa mendapatkan vitamin C secara alami melalui konsumsi aneka jenis jeruk, stroberi, kiwi, tomat, maupun paprika.

Jika Anda adalah vegetarian, Anda sebaiknya bekonsultasi dengan dokter mengenai menu yang tepat untuk mencegah atau mengatasi anemia. Hal ini dimaksudkan agar nutrisi ibu hamil yang Anda dapatkan tetap seimbang, tanpa mengganggu diet Anda.

Artikel Terkait

Banner Telemed