Pola Makan dan Jenis Nutrisi yang Baik untuk Penderita Anemia

Ada beberapa makanan untuk penderita anemia
Makanan yang mengandung zat besi direkomendasikan bagi penderita anemia

Sering pucat dan lemas? Bisa jadi, hal tersebut disebabkan oleh anemia. Penyakit anemia adalah kondisi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah lebih rendah dari (nilai) normal, dan atau sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Kondisi ini sering juga disebut sebagai kurang darah.  

Pada kebanyakan kasus, anemia disebabkan oleh kurangnya zat gizi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah yang normal, terutama zat besi, asam folat, vitamin B12, dan protein. Sehingga, pada penderita anemia, pola makan yang tepat dan sehat perlu benar-benar diperhatikan.

Konsumsi makanan yang baik untuk menambah atau memperbaiki proses produksi sel darah merah, ditambah dengan terapi medis dari dokter, merupakan langkah yang efektif untuk menangani anemia.

Pola makan yang tepat untuk penderita anemia

Anemia adalah penyakit yang disebabkan oleh kurangnya kadar nutrisi tertentu di dalam tubuh. Sehingga cara paling efektif untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan memenuhinya. Ada dua kelompok nutrisi utama yang harus diperhatikan oleh para penderita anemia, yaitu zat gizi makro dan zat gizi mikro.

1. Zat gizi makro

Saat mengonsumsi sesuatu, penderita anemia harus memastikan jumlah asupan kalori dan zat gizi makro yang masuk ke tubuh. Komponen yang dikelompokkan sebagai zat gizi makro adalah karbohidrat, protein, dan lemak.

Ketiganya, perlu dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan kalori harian. Namun, tidak semua orang membutuhkan jumlah kalori yang sama. Sebab, kebutuhan jumlah kalori dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Jenis kelamin
  • Usia
  • Berat badan
  • Tinggi badan
  • Aktivitas fisik
  • Riwayat penyakit tertentu.
Jeruk mengandung vitamin C yang baik untuk anemia
Jeruk mengandung vitamin C yang baik untuk anemia

2. Zat gizi mikro

Selain zat gizi makro, penderita anemia juga harus memperhatikan jumlah asupan zat gizi mikro. Komponen yang masuk ke dalamnya adalah vitamin dan mineral, terutama yang dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah.

  • Mineral yang penting dipenuhi penderita anemia

Zat besi merupakan salah satu mineral utama yang menyusun hemoglobin sel darah merah. Kekurangan zat besi adalah salah satu penyebab paling umum terjadinya anemia.

Tidak melulu dari suplemen, zat besi bisa Anda dapatkan secara alami dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Di dalam makanan, zat besi dapat ditemukan dalam dua bentuk, yaitu besi heme dan besi nonheme. Besi heme lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan dengan besi nonheme.

Besi heme terkandung dalam bahan makan sumber hewani, seperti daging merah, ikan, ayam, hati sapi atau ayam, seafood, dan telur. Sementara itu, besi nonheme banyak terdapat pada sayuran hijau, buah bit, buah kering, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

  • Vitamin yang harus dipenuhi oleh penderita anemia

Penderita anemia juga disarankan untuk mengonsumsi vitamin C yang bisa didapatkan dari buah-buahan, seperti jeruk, tomat, stroberi, paprika, dan papaya.

Asupan tersebut termasuk dalam kelompok besi nonheme. Agar optimal dalam meningkatkan produksi sel darah merah, konsumsi asupan tersebut harus dibarengi dengan sumber zat besi heme.

Di samping vitamin C, asam folat dan vitamin B12 juga merupakan zat gizi mikro yang terlibat dalam pembentukan sel darah merah. Oleh karena itu, penderita anemia juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat dan vitamin B12.

Beberapa bahan makanan sumber asam folat adalah sereal, sayuran hijau (bayam, brokoli, asparagus, selada, kacang polong), kacang-kacangan, hati sapi, dan alpukat.

Sementara itu, vitamin B12 dapat ditemukan terutama pada bahan makanan sumber protein, seperti ikan salmon, ikan trout (sejenis ikan air tawar), ikan tuna, daging sapi, ayam, hati sapi, susu, dan produk susu.  

Jenis asupan yang sebaiknya dihindari penderita anemia

Teh tidak baik bagi penderita anemia
Teh sebaiknya dihindari penderita anemia

Selain mengonsumsi makanan yang baik untuk meningkatkan produksi sel darah merah, para penderita anemia juga perlu membatasi konsumsi makanan maupun minuman yang bisa menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.

Asupan-asupan, seperti teh, kopi, suplemen kalsium karbonat, cokelat, wheat bran, dan jenis serat tertentu, yang berlebih dapat menghambat penyerapan zat besi nonheme. Oleh karena itu, sebaiknya hindari konsumsi teh atau kopi bersamaan dengan makan, untuk menghindari penurunan penyerapan zat besi hingga 50 persen.

Untuk mendapatkan hasil yang terapi yang terbaik, penderita anemia harus mengonsumsi makanan secara seimbang, dengan meningkatkan bahan makanan sumber zat gizi untuk pembentukan sel darah merah.

Tidak ada satu jenis makanan spesifik yang dapat menyembuhkan anemia. Pola makan sehat dan bervariasi merupakan kunci utama dalam membantu mencegah dan mengobati anemia.

Resep masakan yang cocok untuk penderita anemia

Makanan untuk menyembuhkan penyakit biasanya tidak banyak diminati karena rasanya yang hambar, serta teksturnya yang terlalu lunak. Namun, bagi para penderita anemia, Anda tidak perlu khawatir akan hal tersebut. Sebab, resep di bawah ini bisa membantu Anda memenuhi kebutuhan berbagai nutrisi yang dibutuhkan, dengan rasa yang tetap lezat.

Menu: Cah daging sapi brokoli

Brokoli cah sapi makanan enak untuk penderita anemia
Cah sapi brokoli bagus dikonsumsi penderita anemia

Untuk 5 porsi
Kalori per porsi: 130 kkal

Bahan:

  • 250 gr daging sapi bebas lemak (has dalam), potong tipis
  • Brokoli 1 buah ukuran sedang
  • Jahe 1 ruas jari, geprek
  • ¼ buah paprika merah
  • ¼ buah paprika hijau
  • 1 buah bawang bombay kecil
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • Kecap manis 2 sdm
  • Kecap asin 1 sdm
  • Saos tiram 1 sdm
  • Maizena 1 sdt dilarukan dalam 1 sdm air
  • Garam, merica secukupnya
  • Minyak 1 sdm untuk menumis.

Cara:

  • Marinasi (baluri) daging dengan kecap manis, kecap asin, saos tiram, ½ sdt garam, dan ¼ sdt merica. Diamkan selama 30 menit–1 jam.
  • Tumis bawang bombay, bawang putih, jahe hingga harum
  • Masukkan daging yang sudah dimarinasi, masak hingga daging mulai berubah warna
  • Masukkan paprika merah dan hijau
  • Tambahkan 200-250 ml air
  • Masukkan brokoli, tutup wajan.
  • Masak hingga matang
  • Tambahkan tepung larutan maizena
  • Koreksi rasa sebelum disajikan
  • Tumis sapi brokoli siap dihidangkan.

Narasumber:
dr. Imelda Goretti, M.Gizi, Sp.GK
Dokter Spesialis Gizi
Eka Hospital Cibubur

Eka Hospital Cibubur

Artikel Terkait