Penyebab Coronavirus Berasal Dari Ular Hingga Kelelawar, Benarkah Demikian?

Penyebab coronavirus yang berasal dari hewan liar masih membutuhkan penelitian lebih lanjut
Banyak orang berpendapat mengenai penyebab virus corona berasal dari ular hingga kelelawar

Wabah virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok, kini dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan 41 orang meninggal dunia karenanya.

Parahnya, kasus virus yang disebut mirip Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) ini telah menyebar ke berbagai negara di sekitarnya, seperti Korea Selatan, Thailand, Singapura, hingga Amerika Serikat.

Banyak orang pun berpendapat mengenai penyebab coronavirus yang telah menyebar sedemikian luasnya. Salah satunya, penyebab coronavirus yang diduga berasal dari hewan liar, seperti ular, reptil, hingga kelelawar. Lantas, benarkah demikian?

Apa itu virus corona?

Virus corona atau Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).

Pada 7 Januari 2020, seperti yang dikutip dari laman Badan Kesehatan Dunia (WHO), pemerintah Tiongkok mengonfirmasi adanya jenis virus corona baru yang mewabah sejak akhir Desember lalu.

Virus tersebut merupakan jenis baru yang tidak mirip dengan virus corona lainnya. Virus ini sementara dinamakan novel coronavirus 2019 (2019-nCoV).

Coronavirus adalah virus yang dapat disebarkan melalui hewan ke manusia

Penyebab virus Corona dapat ditularkan melalui hewan ke manusia
Virus Corona dapat berasal dari kucing, anjing, ular, reptil, hingga kelelawar

Coronavirus adalah virus zoonosis, yakni virus yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Ini berarti pasien pertama yang terinfeksi virus korona bisa jadi tertular virus yang berasal dari hewan.

Mengutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDS), virus corona merupakan keluarga besar dari virus yang umum ditemukan pada sejumlah spesies hewan, seperti kucing, anjing, babi, sapi, kuda, unta, burung, hewan pengerat, kelelawar, kelinci, musang, ular, reptil, kelelawar, dan hewan liar lainnya, yang dapat menginfeksi manusia.

Namun, jarang sekali virus Corona yang berasal dari hewan dapat menginfeksi manusia kemudian menyebar di antara manusia, layaknya MERS dan SARS.

Meski jarang, tetapi ada sebuah hasil investigasi menunjukkan bahwa SARS-CoV ditularkan dari musang ke manusia, sementara MERS-CoV ditularkan dari unta dromedaris ke manusia. Ada pula beberapa CoV lain yang terdapat pada hewan, tetapi belum menginfeksi manusia.

Ketika CoV menginfeksi manusia maka protein dalam virus tersebut mengenali dan mengikat reseptor pada sel inang sehingga membuat virus memasuki sel dan mengubah protein.

Hal inilah yang mungkin memengaruhi kemampuan virus corona untuk menginfeksi dan berkembang biak di dalam tubuh manusia. Kemudian, dari manusia tersebut akan menularkan ke manusia lainnya.

Penyebab coronavirus adalah hewan liar, benarkah demikian?

Penyebaran munculnya coronavirus di Kota Wuhan, Tiongkok diduga berasal dari hewan liar, seperti ular dan kelelawar.

Sejumlah laporan menyatakan bahwa sebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit merupakan penjual dan pembeli di pasar grosir makanan laut lokal yang juga menjual daging olahan dan hewan langsung santap, seperti unggas, keledai, domba, babi, unta, rubah, musang, tikus, landak, reptil, burung, kodok, kelinci, ular, hingga kelelawar di wilayah Wuhan, Tiongkok.

Mengingat belum ada laporan lebih lanjut yang menjelaskan virus corona dapat menginfeksi sejumlah hewan, maka masuk akal apabila muncul dugaan virus corona berasal dari hewan-hewan yang dijual di pasar makanan laut tersebut.

Dugaan penyebab ini didukung oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Virology. Temuan para peneliti mengungkapkan bahwa coronavirus merupakan rekombinasi dari dua jenis virus corona, yaitu bat coronavirus dan satu lagi coronavirus yang belum dikenali.

Para peneliti menggunakan analisis kode protein pada coronavirus dan membandingkannya dengan kode protein dari coronavirus pada sejumlah hewan berbeda, seperti burung, ular, landak, kelelawar, serta manusia.

Hasilnya pun mengejutkan, mereka menemukan kode protein coronavirus paling mirip dengan yang terdapat pada ular.

Akan tetapi, bagaimana virus dapat beradaptasi dengan sel inang hewan berdarah panas dan berdarah dingin inilah yang masih menjadi pertanyaan. Maka dari itu, dugaan penyebab ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Pasalnya, para peneliti membutuhkan verifikasi asal virus melalui percobaan laboratorium, termasuk mencari urutan genetik coronavirus pada ular.

Kendati demikian, sejak virus corona menjadi wabah, pasar makanan laut di Wuhan, Tiongkok, telah ditutup dan didisinfeksi sehingga sulit bagi peneliti untuk melakukan investigasi lanjutan terhadap sumber virus baru melalui hewan.

informasi selengkapnya mengenai virus corona

Langkah pencegahan virus corona yang disarankan

Akibat kemunculan virus baru yang menyebabkan wabah coronavirus ini, pasar makanan laut di Kota Wuhan, Tiongkok, ditutup untuk mencegah penyebaran virus.

Selain itu, pemerintah Tiongkok juga melakukan desinfeksi, pemantauan, serta pencegahan sarana publik, seperti stasiun, terminal bus, hingga bandara.

Mengingat virus sudah menyebar ke negara lainnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia pun mulai mengimbau cara mencegah penyebaran virus corona dari Tiongkok dengan cara sebagai berikut:

  • Meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi penyebaran wabah virus corona.
  • Meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat yang ingin pergi ke Tiongkok. Ia juga mengimbau agar selama di Tiongkok menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup. Termasuk untuk menghindari konsumsi makanan laut sementara.
  • Selalu menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun selama 20 detik lalu bilas.
  • Menerapkan etika batuk dan bersin yang baik dengan cara menutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan baju sehingga tidak menularkan ke orang lain.
  • Makan makanan bergizi seimbang.
  • Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.
  • Melakukan olahraga minimal setengah jam setiap hari.
  • Cukup istirahat.
  • Segera berobat jika sakit, terutama yang mengalami demam dan batuk.

Walaupun saat ini belum ada laporan mengenai infeksi virus corona di Indonesia, tak ada salahnya apabila Anda tetap waspada terhadap kemunculan virus ini.

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/transmission.html

Diakses pada 27 Januari 2020

Science Alert. https://www.sciencealert.com/snakes-are-the-likely-source-of-china-s-deadly-coronavirus-here-s-why

Diakses pada 27 Januari 2020

Journal of Medical Virology. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/jmv.25682

Diakses pada 27 Januari 2020

World Health Organization. https://www.who.int/health-topics/coronavirus

Diakses pada 27 Januari 2020

World Health Organization. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019

Diakses pada 27 Januari 2020

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/article/view/20010700001/penyakit-pnemonia-berat-yang-belum-diketahui-penyebabnya-muncul-di-tiongkok.html

Diakses pada 27 Januari 2020

Kompas. https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/26/082000465/menyoal-virus-corona-disebut-berasal-dari-hewan-hingga-menular-lewat-mata?page=all

Diakses pada 27 Januari 2020

Artikel Terkait