Normalkah Jika Bayi Sering BAB? Ini yang Perlu Orangtua Ketahui

(0)
03 Sep 2020|Bayu Galih Permana
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bayi sering BAB sebanyak 2-5 kali per hari hingga ia berusia 6 mingguFrekuensi BAB bayi akan mengalami penurunan setelah ia berusia 6 minggu
Melihat bayi sering BAB tentu menimbulkan kekhawatiran di benak orangtua, terutama mereka yang baru pertama kali punya anak. Pup atau kotoran bayi memang merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh para orangtua. Melalui pup, Anda dapat mengetahui beragam informasi penting terkait kondisi kesehatan si Kecil. Sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh para orangtua misalnya warna kotoran si Kecil maupun teksturnya. Lalu, bagaimana jika bayi sering BAB? Ternyata hal tersebut belum tentu menjadi pertanda adanya masalah kesehatan dalam tubuh si Kecil.

Bayi sering BAB: Berapa kali jumlah yang wajar?

Pada rentang waktu 24-48 jam setelah lahir, pup bayi akan berwarna hijau kehitaman yang disebut dengan mekonium. Mekonium merupakan kotoran dengan kandungan bahan yang tertelan saat bayi masih berada dalam kandungan.Keesokan hari setelah mengeluarkan mekonium, bayi akan mulai buang air kecil dan BAB secara teratur. Hingga usia 6 minggu, umumnya bayi sering BAB sebanyak 2 hingga 5 kali dalam sehari. Biasanya, bayi akan buang air beberapa saat setelah minum ASI atau susu formula. Memasuki usia 6 minggu hingga 3 bulan, frekuensi buang air besar bayi akan mengalami penurunan. Beberapa di antaranya buang air besar 1 kali dalam sehari, tapi ada juga yang BAB seminggu sekali. Jika hanya BAB 1 kali dalam seminggu, Anda tidak perlu khawatir karena ia menyerap seluruh ASI yang diberikan sehingga tidak ada yang tersisa untuk dibuang menjadi kotoran.  Sementara itu, sebuah studi menganalisis frekuensi BAB pada 600 bayi dengan usia di bawah tiga bulan. Pada minggu-minggu pertama setelah mereka lahir, bayi yang mendapat pasokan susu rata-rata buang air besar 3-4 kali per hari. Namun, jumlah itu menurun seiring berjalannya waktu, di mana frekuensi rata-rata bayi BAB selama 3 bulan adalah 1-2 kali per hari.Apabila diberi susu formula, frekuensi buang air besar mereka biasanya lebih jarang.  Namun, perlu dicatat bahwa hal ini belum tentu dialami semua bayi mengingat perbedaan kondisi satu sama lain.Dapat diperhatikan dari warna, bau, ataupun tekstur, berikut sejumlah perbedaan pup bayi yang diberikan ASI dan susu formula:
  • ASI

Kotoran dari bayi yang minum ASI biasanya akan mempunyai tekstur lembut, bahkan mungkin bisa saja berair. Sementara itu, kotoran akan berwarna kuning, oranye, atau hijau dengan tekstur berbiji. Aroma pup bayi tidak akan terasa menyengat tapi baunya juga dapat dipengaruhi apa yang ibu makan.
  • Formula

Bayi yang minum susu formula biasanya akan memiliki tekstur kotoran padat. Untuk warnanya sendiri dapat berupa campuran antara abu-abu dan kuning, abu-abu gelap, atau kecokelatan.

Mengetahui kondisi kesehatan bayi dari pup

Bayi sering BAB terutama saat baru lahir
Bayi baru lahir biasanya sering BAB, bergantung pada jumlah ASI dan sufor
Guna mengetahui kondisi kesehatan bayi Anda melalui pup, ada sejumlah hal yang perlu untuk diperhatikan. Beberapa faktor yang wajib menjadi perhatian para orangtua di antaranya:
  • Jumlah

Banyaknya kotoran bayi bergantung pada jumlah ASI atau susu formula yang diminum. Jumlah kotoran yang dikeluarkan tidak berpengaruh pada kesehatan, asalkan bayi sehat, perutnya tidak menonjol, dan tampak kenyang setelah makan.
  • Warna

Tiga warna kotoran yang menjadi pertanda bahwa bayi Anda sedang mengalami masalah kesehatan adalah merah, hitam, dan putih. Pup warna merah menunjukkan adanya pendarahan yang mungkin disebabkan alergi protein susu, ambeien, atau luka pada permukaan anus (fisura ani). Sementara itu, kotoran hitam menjadi tanda adanya darah lama, bukan darah segar. Bila bayi Anda mengeluarkan kotoran berwarna hitam, kemungkinan terjadi perdarahan di saluran pencernaan atau tanpa sengaja menelan darah dari puting ibu yang lecet . Apabila kotoran berwarna putih (atau abu-abu seperti tanah liat), hal itu mengindikasikan bahwa bayi Anda mempunyai masalah pada hati. Biasanya bayi dengan masalah pada hati juga disertai dengan warna kulit yang menguning. Segera hubungi dokter anak jika Anda mendapati warna BAB bayi putih atau abu-abu.
  • Tekstur

Kotoran yang sangat encer menjadi pertanda bahwa bayi Anda tidak menyerap nutrisi sebagaimana mestinya. Sementara, ketika kotoran yang keluar sangat keras, muncul kemungkinan bahwa bayi tengah mengalami sembelit. Sementara itu, pup yang berlendir menjadi pertanda adanya ketidakberesan pada sistem pencernaan.
  • Bau

Kotoran yang sangat bau bisa menjadi indikasi bahwa penyerapan nutrisi dalam tubuh bayi tidak berjalan dengan baik. Namun, Anda tidak perlu merasa khawatir apabila bayi tumbuh dengan baik, apalagi jika kotorannya memiliki warna maupun tekstur yang normal.Sebagai orangtua, Anda perlu memerhatikan kotoran yang dikeluarkan si Kecil setiap kali BAB. Jika menemui keanehan pada warna, tekstur, konsistensi, maupun aroma pada pup buah hati Anda, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter.
diare pada bayibayi sembelitkotoran bayifeses bayi
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/how-often-should-a-newborn-poop#other-concerns
Diakses pada 21 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/newborn-poop#5.-Smell
Diakses pada 21 Agustus 2020
Raisingchildren.net.au. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/poos-wees
Diakses pada 21 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait