Rambut Bayi Rontok, Kenali 6 Penyebabnya


Rambut bayi rontok kerap terjadi hingga bayi berusia 6 bulan. Penyebab kerontokan rambut antara lain mengalami fase telogen hingga gangguan pada hormon tiroid.

(0)
30 Jun 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Rambut bayi rontok biasanya ditemukan saat keramasRambut bayi rontok biasanya ditemukan saat bayi sedang mandi dan keramas
Rambut bayi rontok kerap terjadi hingga mencapai usia 6 bulan.Rambut yang tumbuh setelah Si Kecil mengalami rambut rontok pada bayi biasanya berbeda. Umumnya, rambut baru bayi lebih gelap dan kasar.Terlebih, rambut bayi rontok merupakan hal yang normal terjadi sehingga Anda tak perlu khawatir.Menurut American Academy of Pediatrics, sebagian besar bayi kehilangan separuh atau bahkan seluruh rambutnya dalam beberapa bulan pertama kehidupan. 

Penyebab rambut rontok pada bayi

Rambut bayi rontok umumnya terjadi hingga usia 6 bulan
Rambut bayi rontok biasanya terjadi hingga bayi berusia 6 bulan. Anda akan melihat adanya rambut di tangan setelah membelai kepala bayi, di bak mandi atau handuk setelah mencuci rambutnya, dan di tempat-tempat Anda meletakkan bayi seperti ayunan atau kereta dorong.Kondisi ini menjadi tanda bahwa rambut bayi akan memasuki siklus pertumbuhan baru.Pada beberapa bayi, pertumbuhan kembali rambut bisa terjadi pada saat yang bersamaan dengan kerontokan. Akan tetapi, bisa pula lebih lama hingga membuat bayi menjadi botak untuk sementara. Rambut yang baru akan berbeda dengan yang sebelumnya. Rambut setelah rontok menjadi lebih gelap dan kasar. Sebagian besar penyebab rambut bayi rontok tidaklah berbahaya.Meski demikian, dalam beberapa kasus, kerontokan ini dapat disebabkan oleh kondisi medis. Adapun penyebab kerontokan rambut bayi, di antaranya:

1. Telogen effluvium

Demam mampu picu rambut bayi rontok
Folikel rambut merupakan kantong kecil di kulit tempat tumbuhnya helai rambut. Ketika lahir, beberapa folikel berada dalam fase istirahat (telogen). Sementara itu, helai rambut lain berada dalam fase pertumbuhan (anagen). Akan tetapi, beberapa faktor tertentu seperti perubahan hormon, demam, dan stres dapat mendorong fase telogen sehingga menyebabkan rambut rontok. Ini hanyalah kondisi sementara. Rambut bayi akan segera tumbuh kembali.

2. Banyaknya gesekan

Posisi tidur telentang sebabkan bagian belakang rambut bayi rontok
Bayi mungkin mengalami kerontokan rambut di bagian belakang kepala (neonatal oksipital alopecia) akibat banyaknya gesekan dengan suatu permukaan. Sebab, bayi cenderung hanya berada dalam posisi tidur telentang. Para ahli merekomendasikan untuk menempatkan Si Kecil tidur telentang untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak. Akan tetapi, tak perlu khawatir karena rambut yang rontok akan mulai terisi kembali ketika bayi sudah bisa berguling. 

3. Kurap

Kurap sebabkan rambut bayi rontok dan bersisik
Kurap atau tinea kapitis adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan rambut bayi rontok. Selain itu, kondisi ini juga ditandai dengan adanya bulatan seperti cincin, ruam merah, dan bersisik pada kulit kepala si Kecil.Meski umumnya tak menginfeksi anak berusia di bawah 2 tahun, hal ini bisa saja terjadi pada bayi. Sebab, kurap sangat menular sehingga perlu berhati-hati.

4. Alopecia areata

Kebotakan pada alopecia areata merupakan penyebab rambut bayi rontok
Ini merupakan kondisi yang menyebabkan bayi mengalami kerontokan rambut di beberapa tempat.Alopecia areata disebabkan oleh kelainan pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkannya menyerang dan menghancurkan sel-sel rambut yang sehat. Kondisi ini jarang terjadi pada bayi berusia di bawah 6 bulan.

5. Cradle cap

Cradle cap seperti ketombe picu rambut bayi rontok
Cradle cap terjadi ketika kepala bayi dipenuhi dengan bercak-bercak kasar, bersisik, dan tampak seperti ketombe yang mengeras.Tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, jamur atau perubahan hormon dipercaya membuat kulit kepala menghasilkan lebih banyak minyak. Hal ini memicu terjadinya kondisi ini.Meski tidak menyebabkan rambut bayi rontok secara langsung, saat membersihkan cradle cap,  Anda mungkin tidak sengaja mencabut beberapa helai rambut si Kecil. Kondisi ini umum terjadi pada bayi dan berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan bulan.

6. Gangguan tiroid

Gangguan hipotiroidisme menyebabkan rambut bayi rontok
Saat hormon tiroid mengalami hipotiroidisme, pertumbuhan rambut yang ada di akar rambut terganggu. Hal ini menyebabkan rambut mengalami kerontokan. Bahkan, rambut yang rontok pun tidak digantikan dengan rambut baru yang akan tumbuh

Cara mengatasi rambut bayi rontok

Sebetulnya, karena sebagian besar kerontokan rambut bayi merupakan hal yang normal, tak ada hal khusus yang harus Anda lakukan. Kemungkinan, bayi pun akan memiliki rambut yang penuh dalam setahun.

1. Tummy time

Tengkurap kurangi rambut bayi rontok di bagian belakang
Apabila rambut bayi rontok terjadi akibat terlalu banyaknya gesekan, cobalah untuk melakukan lebih banyak tummy time (meletakkan bayi dalam posisi tengkurap). Posisi ini dapat memberi rambut bayi waktu untuk bernapas.

2. Rawat kulit kepala dengan lembut

Rawat kulit kepala dengan shampo khusus bayi agar rambut bayi rontok teratasi
Selain itu, karena rambut bayi sangat halus, maka lakukan perawatan bayi baru lahir pada bagian kulit kepala dengan lembut dan hati-hati. Jangan terlalu sering menyisirnya sebab membuat rambutnya tertarik.Akhirnya, rambut rontok pada bayi pun terjadi. Hal ini pun juga bisa membuat kulit kepalanya terluka.Hindari pula mencuci rambut bayi setiap hari terutama menggunakan shampo yang bukan khusus untuk bayi.

3. Pijat kepala bayi

Pijat kepala bayi rangsang pertumbuhan rambut bayi rontok
Menurut riset yang diterbitkan Eplasty, pijat kulit kepala secara teratur membuat rambut lebih tebal. Selain itu, penelitian lain yang dipublikasikan di Dermatology and Therapy menunjukkan, rutin memijat kulit kepala dua kali sehari mampu mengurangi rambut rontok pada bayi.Hal ini dikarenakan folikel rambut meregang saat kulit kepala dipijat. Folikel pun mendapat rangsangan agar rambut tumbuh lebih tebal.Selain itu, pembuluh darah di bawah kulit pun menjadi lebih lancar ketika dipijat. Hal ini turut mendorong pertumbuhan rambut.

Catatan dari SehatQ

Rambut bayi rontok kerap terjadi hingga bayi berusia 6 bulan. Beberapa penyebabnya adalah bayi berada di fase telogen, kepala bergesekan dengan kasur saat terlentang terus-menerus, hingga gangguan tertentu.Untuk itu, atasi rambut rontok pada bayi dengan mengajak bayi untuk tengkurap, merawat kulit kepala dengan lembut, hingga rutin memijat kulit kepala bayi.Jika Anda masih melihat rambut bayi rontok hingga berusia lebih dari 6 bulan, segera hubungi dokter melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin mendapatkan keperluan perawatan bayi, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
rambut rontokkesehatan rambutmerawat bayibayi baru lahir
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-hair-loss#causes
Diakses pada 16 Juni 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_hair-loss-in-babies_85.bc
Diakses pada 16 Juni 2020
Eplasty. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4740347/
Diakses pada 25 November 2020
Dermatology and Therapy. https://link.springer.com/article/10.1007/s13555-019-0281-6
Diakses pada 25 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait