Mengenal Kadar Asam Urat Normal dan Cara Menjaganya


Kadar asam urat normal untuk laki-laki dan wanita tidaklah sama. Memeriksakan darah adalah langkah yang tepat untuk memastikan nilai asam urat di dalam darah.

(0)
Asam urat normal agar tangan tidak kramAsam urat normal dapat mencegah Anda dari rasa sakit akibat asam urat
Sebuah riset di Indonesia menunjukan lebih dari 60% penyakit sendi terjadi pada usia 45 tahun ke atas dengan lebih dari setengahnya di atas usia 65 tahun. Penyakit sendi salah satunya disebabkan oleh kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia).Asam urat merupakan hasil olahan zat yang disebut purin. Purin sendiri merupakan bahan baku yang sangat dibutuhkan oleh tubuh khususnya dalam tingkat sel. Salah satunya sebagai bahan baku pembentukan DNA. Jadi setiap orang pasti memiliki asam urat di dalam darah. Tubuh secara normal mengatur produksi dan pembuangan asam urat. Hanya saja, terdapat kondisi di mana mekanisme ini tidak terjadi sehingga kadar asam urat dalam tubuh tinggi  dan berhubungan dengan berbagai penyakit.

Berapa kadar asam urat normal?

 Tak bisa disamakan, laki-laki dan perempuan memiliki rentang nilai asam urat normal yang berbeda. Kadar asam urat normal untuk orang dewasa rata-rata adalah 7,0 sampai 7,2 miligram perdesiliter (mg/dl) bagi laki – laki, dan 5,7 sampai 6,7 mg/dl pada perempuan. Lebih jelasnya, berikut adalah kadar asam urat normal berdasarkan usia yang perlu Anda ketahui:

Laki-laki

1-10 tahun: 2.4-5.4 mg/dL11 tahun: 2.7-5.9 mg/dL12 tahun: 3.1-6.4 mg/dL13 tahun: 3.4-6.9 mg/dL14 tahun: 3.7-7.4 mg/dL15 tahun: 4.0-7.8 mg/dL16 tahun atau lebih: 3.7-8.0 mg/dL

Perempuan

1 tahun: 2.1-4.9 mg/dL2 tahun: 2.1-5.0 mg/dL3 tahun: 2.2-5.1 mg/dL4 tahun: 2.3-5.2 mg/dL5 tahun: 2.3-5.3 mg/dL6 tahun: 2.3-5.4 mg/dL7-8 tahun: 2.3-5.5 mg/dL9-10 tahun: 2.3-5.7 mg/dL11 tahun: 2.3-5.8 mg/dL12 tahun: 2.3-5.9 mg/dL13 tahun atau lebih:  2.7-6.1 mg/dL

Apa yang menyebabkan kadar asam urat lebih tinggi atau rendah?

Jika kadar asam urat berada di bawah 2 mg/dL, maka keadaan ini disebut dengan hipourisemia atau kadar asam urat rendah dalam darah. Biasanya kondisi ini terjadi bila seseorang menderita penyakit pada organ hati sehingga terdapat kegagalan dalam produksi asam urat. Selain itu, gangguan ginjal, terapi kanker, dan konsumsi obat penurun asam urat yang berlebih juga dapat menyebabkan terjadinya keadaan ini.Keadaan di mana asam urat berlebih dinamakan hiperurisemia. Untuk laki-laki berada di atas 8 mg/dL dan perempuan di atas 6.1 mg/dL. Kondisi ini pada umumnya terjadi akibat ginjal tidak dapat membuang asam urat dengan baik. Beberapa penyebab lain yang sering memperlambat pembuangan asam urat yaitu,
  • Kondisi berat badan berlebih/overweight sampai obesitas
  • Memiliki diabetes/kencing manis
  • Konsumsi obat diuretik (obat untuk membuang cairan yang berlebih)
  • Gangguan ginjal

Menjaga nilai asam urat normal

Uniknya, konsumsi makanan tinggi purin dikatakan dapat meningkatkan nilai asam urat tetapi lebih jarang dibandingkan beberapa penyebab di atas. Namun, ada baiknya untuk tetap menjaga nilai normal asam urat dengan menjaga asupan makanan.Makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, seafood, sayuran berwarna hijau tua, juga makanan dengan pemanis buatan patut dipertimbangkan karena memiliki risiko meningkatkan nilai asam urat dalam darah.Konsumsi kopi dalam jumlah yang tepat, vitamin c, dan buah ceri dapat menurunkan risiko terkena penyakit sendi akibat asam urat yang tinggi.Sebuah riset di Italia mengungkapkan ada baiknya menjaga nilai asam urat tidak lebih dari 6 mg/dL baik laki-laki atau perempuan.Asam urat dimiliki semua orang dan baik selama berada dalam batas nilai normal. Segala sesuatu yang berlebihan terkadang menjadi tidak baik. Mari kita jaga nilai normal asam urat pada tubuh kita. Konsultasi pada dokter jika memang diperlukan.
kesehatan lansianyeri sendiasam uratradang sendi lututpenyakit sendiradang sendi
Laporan Nasional Riskesdas 2018. http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/materi_rakorpop_2018/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf
Diakses 16 April 2019
Maiuolo J, Oppedisano F, Gratteri S, Muscoli C, Mollace V. Regulation of uric acid metabolism and excretion. International journal of cardiology. 2016 Jun 15;213:8-14.
Diakses 16 April 2019
Mayo Clinic Labs. https://www.mayocliniclabs.com/test-catalog/Clinical+and+Interpretive/8440
Diakses 16 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/high-uric-acid-level/basics/causes/sym-20050607
Diakses 16 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gout-diet/art-20048524
Diakses 16 April 2019
Desideri G, Castaldo G, Lombardi A, Mussap M, Testa A, Pontremoli R, Punzi L, Borghi C. Is it time to revise the normal range of serum uric acid levels. Eur Rev Med Pharmacol Sci. 2014 May 1;18(9):1295-306. 
Diakses 16 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait