Nikah Muda Membawa Konsekuensi Ini, Pikirkan Lagi!


Nikah muda bagi sebagian kalangan, dipandang sebagai sebuah tren yang layak diikuti. Padahal, ada sederet konsekuensi fisik dan psikis bagi pasangan suami-istri yang menikah di usia muda.

(0)
06 Nov 2020|Asni Harismi
Nikah muda bisa berakhir petaka tanpa persiapan matangNikah muda penuh risiko yang mungkin tidak pernah terduga sebelumnya
Nikah muda tak jarang dianggap sebagai gaya hidup yang keren. Sebab, keputusan ini dipandang sebagai langkah untuk menjalin hubungan suci dan lebih baik daripada melakukan perzinahan. Nikah muda pun kian menjadi fenomena ketika banyak figur publik yang melakukannya.Padahal, pernikahan yang dilakukan tanpa persiapan mental, fisik, hingga materi yang baik, dapat berakhir tragis, termasuk kekerasan dalam rumah tangga maupun perceraian. Inilah sebabnya banyak pihak, termasuk UNICEF, tidak mendukung muda-mudi yang melakukan pernikahan dini.Menurut UNICEF, yang dimaksud dengan nikah muda adalah terjadinya ikatan pernikahan antara laki-laki dan perempuan saat usia salah satu atau keduanya baru menginjak 18 tahun atau kurang. Sementara itu menurut Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, yang dimaksud nikah muda adalah pernikahan yang dilakukan orang berusia kurang dari 21 tahun.

Nikah muda terjadi karena alasan ini

Mengapa fenomena nikah muda masih terjadi di era modern seperti sekarang ini? Lalu, apa yang terjadi ketika ada anak yang memilih untuk menikah muda?Menurut data yang dipublikasikan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, persentase orang yang nikah muda di Indonesia masih tergolong tinggi, menduduki peringkat 37 di dunia dan tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja.Sementara itu, usia kawin pertama perempuan di perkotaan sekitar 16-19 tahun, sedangkan di perdesaan sekitar 13-18 tahun.Mengapa bisa demikian?
Nikah muda bisa terjadi akibat latar belakang pendidikan
Pertama, tingkat pendidikan yang rendah membuat masyarakat susah memperoleh pekerjaan layak. Bagi beberapa orang tua, hal ini menjadi alasan bagi mereka untuk menikahkan anaknya daripada menambah beban hidup keluarga.Kedua, ada anggapan negatif bahwa perempuan yang belum menikah setelah usia 17 tahun dianggap perawan tua. Ketiga, pernikahan dini dengan orang yang lebih mapan diharapkan dapat meningkatkan derajat dan ekonomi orang tua maupun keluarga.Meskipun demikian, tidak sedikit juga remaja yang masih dalam masa pubertas memutuskan nikah muda atas kesadaran pribadi. Dalam hal ini, mereka berpikir telah saling mencintai dan siap mengarungi bahtera kehidupan berdua, apapun yang terjadi.Positifnya, mereka juga secara sadar ingin menghindari perilaku seksual di luar nikah. Sayangnya, pemikiran baik ini seringkali tidak dibarengi dengan pola pikir, kersiapan mental, dan materi yang matang sehingga mereka mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat yang mengatasnamakan cinta.

Apa akibatnya bila nikah muda tanpa persiapan matang?

Nikah muda tanpa persiapan matang dapat menghancurkan kedua belah pihak, tapi biasanya perempuan menjadi pihak yang paling dirugikan. Beberapa efek negatif yang mungkin timbul saat remaja melakukan pernikahan terlalu cepat adalah:

1. Kekerasan dalam rumah tangga

Menurut penelitian yang dilakukan lembaga International Council of Research on Women (ICRW), perempuan yang nikah muda tanpa latar belakang edukasi yang baik lebih rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.Kekerasan yang dimaksud berupa bersifat fisik, yang bahkan menyakiti secara seksual (misalnya dipaksa melakukan hubungan suami-istri saat sedang sakit), dan berisiko mengganggu kesehatan mental.

2. Rentan stres dan sakit-sakitan

Secara psikologis, para perempuan yang nikah muda tanpa persiapan matang lebih rentan mengalami stres, depresi, maupun gejala post-traumatic stress disorder (PTSD).Sementara itu dari segi fisik, menikah sebelum perempuan genap berusia 18 tahun membuat mereka lebih rentan terkena kanker, penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

3. Komplikasi kehamilan

Nikah muda berisiko mengakibatkan komplikasi kehamilan
Secara fisik, tubuh remaja yang berusia di bawah 20 tahun belum siap untuk hamil, sehingga hadirnya janin di dalam rahim akan membawa berbagai masalah bagi calon bayi maupun calon ibunya.Sang ibu akan lebih rentan mengalami komplikasi kehamilan, mulai dari keguguran, pendarahan, janin meninggal dalam kandungan, maupun kematian bagi ibu itu sendiri.

4. Putus sekolah

Dari segi edukasi, nikah muda akan sangat membatasai akses perempuan terhadap pendidikan. Pernikahan kemungkinan besar akan mengganggu perkembangan akademik perempuan, apalagi bila ia langsung hamil setelahnya.Dalam beberapa kasus, nikah muda tidak jarang berujung pada perceraian. Bagi wanita, menyandang status janda bisa menjadi beban sosial tersendiri yang dapat menimbulkan perasaan malu, dikucilkan, dan dianggap sebagai perempuan yang tidak mampu mengurus rumah tangga sehingga, bisa berujung pada stres maupun depresi.Meskipun demikian, tidak dipungkiri juga ada orang yang sukses mengarungi bahtera rumah tangga jika nikah muda dilakukan dengan persiapan dan perhitungan yang matang.Namun, sebisa mungkin hindari nikah muda ketika belum mapan, baik secara mental maupun finansial, untuk menghindari efek negatif di atas.Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai dampak nikah muda bagi kesehatan, Anda bisa tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
perceraianmempertahankan pernikahanpernikahanpercintaan
UNICEF. https://www.unicef.org/rosa/what-we-do/child-protection/child-marriage
Diakses pada 25 Oktober 2020
BPK RI. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/47406/uu-no-1-tahun-1974
Diakses pada 25 Oktober 2020
Core. https://core.ac.uk/download/pdf/267945686.pdf
Diakses pada 25 Oktober 2020
Equality Now. https://www.equalitynow.org/long_term_impacts_child_marriage
Diakses pada 25 Oktober 2020
Phytojournal. https://www.phytojournal.com/archives/2018/vol7issue1/PartC/6-6-234-823.pdf
Diakses pada 25 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait