Bolehkah Minum Nifedipine untuk Ibu Hamil? Ini Penjelasannya


Nifedipine adalah obat untuk meringankan hipertensi maupun sakit jantung akut. Konsumsi nifedipine untuk ibu hamil juga memerlukan resep dokter. Ada risiko yang harus diwaspadai.

(0)
12 Jan 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Nifedipine untuk ibu hamil harus dikonsumsi sesuai anjuran dokterKonsumsi nifedipine untuk ibu hamil dapat menurunkan gejala hipertensi
Nifedipine untuk ibu hamil tidak boleh sembarangan dikonsumsi. Apalagi sudah menjadi rahasia umum bahwa ibu hamil tidak boleh asal minum obat karena dikhawatirkan bisa membahayakan janin. Lantas, apa saja efek nifedipine untuk ibu hamil?Nifedipine adalah obat untuk meredakan sakit jantung akut (angina) atau tekanan darah tinggi (hipertensi). Prinsip kerjanya adalah sebagai calcium blocker, tepatnya dengan memengaruhi pergerakan kalsium di dalam sel, jantung, dan pembuluh darah.Setelah mengonsumsi nifedipine, pembuluh darah akan lebih rileks sehingga suplai darah dan oksigen menuju jantung akan lebih lancar. Beban kerja jantung pun berkurang. Nifedipine tersedia dalam bentuk kapsul dan tablet. Anda hanya bisa mendapatkan dengan resep dokter.

Anjuran penggunaan nifedipine untuk ibu hamil

Menurut klasifikasi obat yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA), nifedipine termasuk obat kategori C. Sementara itu, BPOM RI menyatakan penggunaan nifedipine untuk ibu hamil adalah kontraindikasi alias tidak boleh diberikan karena berisiko menimbulkan keracunan (toksik) selama kehamilan.
Nifedipine adalah obat dengan kategori C
Yang dimaksud dengan obat kategori C adalah semua jenis obat yang berpotensi menyebabkan efek buruk pada janin di dalam kandungan. Penelitian yang dilakukan pada hewan uji menunjukkan bahwa nifedipine dapat memengaruhi perkembangan janin. Namun hingga kini, belum ada penelitian yang dilakukan terhadap manusia.Meskipun demikian, FDA tetap memperbolehkan penggunaan nifedipine untuk ibu hamil dalam kondisi tertentu, misalnya saat tidak ada obat lain yang dapat meredakan masalah kesehatan yang dialaminya. Beberapa ahli juga memberi lampu hijau pada pemberian nifedipine untuk ibu hamil dengan usia kandungan di atas 20 minggu, tentunya dengan seizin dokter.

Apa saja efek nifedipine terhadap kehamilan?

Sejumlah penelitian mendalami efek penggunaan nifedimine terhadap kehamilan terutama dalam hal tekanan darah, baik itu pada manusia maupun hewan uji.

1. Penurunan gejala hipertensi

Sebuah penelitian mengkaji pemberian nifedipine untuk ibu hamil tua. Hasilnya, sebanyak 20 ibu hamil merasakan efek positif nifedipine dalam meredakan gejala hipertensi setelah meminum obat itu sebanyak 20 mg per 8 jam di bawah pengawasan dokter.

2. Memperlebar pembuluh darah

Riset lain yang dilakukan pada tikus yang tengah hamil tua sebagai hewan uji juga dapat memberi gambaran efek nifedipine untuk ibu hamil. Efek tersebut antara lain dapat membuat pembuluh darah di rahim dan plasenta membesar.

3. Mengurangi tekanan darah

Masih menurut penelitian yang sama, dan dipublikasikan di National Library of Medicine itu, penggunaan nifedipine untuk ibu hamil tua justru memiliki efek tokolisis alias mencegah janin lahir secara prematur. Efek positif nifedipine untuk ibu hamil ini pun terdapat dalam jurnal yang diterbitkan di Jurnal Obstetri dan Ginekologi Internasional BJOG.Dalam laporannya, nifedipine terbukti dapat mengurangi 20% tekanan darah sistolik, diastolik, dan tekanan darah rata-rata pada penderita hipertensi. Kondisi tekanan darah tinggi ini dapat membuat ibu hamil mengalami pre-eklampsia sehingga bayi lahir secara prematur alias belum cukup bulan.

4. Mencegah cacat lahir pada bayi

Mengonsumsi nifedipine saat hamil tua dengan dosis yang normal juga tidak membuat bayi lahir dengan cacat fisik maupun organ. Sebaliknya, nifedipine dianjurkan untuk dikonsumsi jika ada masalah kehamilan tertentu sesuai dengan rekomendasi dokter, misalnya hipertensi.

Risiko konsumsi nifedipine ketika hamil

Hati-hati, nifedipine berisiko meracuni janin
Meski efektif untuk mengatasi hipertensi pada ibu hamil tua, penggunaan nifedipine untuk ibu hamil pada umumnya hanya boleh dengan resep dokter. Apalagi, obat hipertensi yang bisa diberikan ke ibu hamil sendiri tidak selalu nifedipine, melainkan jenis lain, misalnya methyldopa dan beta-blocker, atenolol dan labetalol.Sejauh ini, belum ada data pasti mengenai efek pada manusia. Efek obat nifedipine untuk ibu hamil baru bisa disimpulkan berdasarkan penelitian terhadap hewan uji laboratorium, yaitu:
  • Meracuni embrio
  • Meracuni plasenta
  • Meracuni janin
  • Mengganggu perkembangan bentuk dan fungsi organ janin
Bicarakan sejak awal dengan dokter kandungan atau bidan jika Anda memiliki riwayat hipertensi atau pre-eklampsia. Dokter juga akan menjelaskan gejala yang wajib Anda waspadai dan tanda gawat darurat yang mengharuskan segera minum obat atau menjalani perawatan di rumah sakit.Untuk mengetahui informasi tentang rekomendasi obat selama masa kehamilan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilankehamilanpenyakit jantungmasalah kehamilan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/nifedipine-oral-route/description/drg-20071680
Diakses pada 27 Desember 2020
Drugs. https://www.drugs.com/pregnancy/nifedipine.html
Diakses pada 27 Desember 2020
BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/nifedipin
Diakses pada 27 Desember 2020
Online Library Wiley. https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1471-0528.2000.tb13222.x
Diakses pada 27 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait