Ngupil: Kebiasaan Buruk yang Menyimpan Bahaya


Ngupil adalah kebiasaan buruk mengorek lubang hidung dengan jari tangan untuk membersihkan kotoran atau upil di dalamnya. Bahaya sering mengupil, yakni risiko infeksi, mimisan, rusaknya rongga hidung, hingga kerusakan septum.

(0)
25 Dec 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ngupil adalah kebiasaan buruk mengorek lubang hidung dengan jari tangan untuk membersihkan kotoran atau upil di dalamnya. Hampir seluruh bagian upil terdiri dari ingus, yang dihasilkan oleh tubuh di dalam hidung. Salah satu fungsinya adalah untuk melindungi dari iritasi dan menjebak debu, kotoran, bakteri, dan virus yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.Saat ingus diproduksi secara berlebihan, lendir ini akan keluar melalui lubang hidung. Ingus lalu mengering bersama substansi yang terjebak bersamanya menjadi upil. Jadi, upil adalah cara tubuh untuk membuang kelebihan ingus dari sistem pernapasan. Banyak orang terbiasa ngupil dengan alasannya masing-masing. Meski dianggap lumrah, ternyata bahaya sering mengupil tidak boleh diabaikan.

Bahaya sering mengupil yang perlu diwaspadai

Ngupil pada dasarnya bukanlah suatu keharusan. Kebiasaan ini bahkan sebaiknya dihindari. Kebanyakan orang mengupil karena kebiasaan. Ada juga yang sering ngupil karena gangguan perilaku bernama rhinotillexomania.Secara umum, ngupil jarang menyebabkan masalah kesehatan. Namun, ada potensi bahaya bagi orang-orang dengan daya tahan tubuh lemah atau sedang sakit. Berikut ini adalah bahaya sering mengupil yang sebaiknya Anda ketahui.

1. Sumber penyebaran penyakit

Upil mengandung berbagai substansi, termasuk kuman-kuman sumber penyakit. Kebiasaan ini dapat menyebarkan kuman-kuman sehingga dapat menularkan penyakit pada orang lain.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Streptococcus pneumoniae juga dapat disebarkan oleh orang yang memiliki kebiasaan ngupil.

2. Rentan Infeksi

Terlalu sering ngupil dapat berisiko menyebabkan luka di jaringan dalam hidung. Kondisi ini bisa menjadi celah bagi bakteri untuk menginfeksi tubuh.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengupil memiliki kemungkinan lebih besar menjadi pembawa bakteri Staphylococcus aureus, yakni salah satu bakteri penyebab infeksi serius.

3. Dapat menyebabkan mimisan

Kebiasaan ngupil atau menggosok hidung terlalu keras dapat membuat pembuluh darah halus di dalam hidung rusak atau pecah. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya perdarahan dalam hidung atau mimisan.

4. Kerusakan rongga hidung

Bahaya sering mengupil lainnya adalah dapat merusak rongga hidung. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gangguan perilaku rhinotillexomania (kebiasaan mengupil secara kompulsif) bisa mengalami peradangan dan pembengkakan pada jaringan hidung. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan lubang hidung mengalami penyempitan.

5. Meningkatkan risiko penyakit lubang hidung

Munculnya berbagai penyakit di lubang hidung juga termasuk bahaya sering mengupil. Penyakit-penyakit yang bisa terjadi, di antaranya:
  • Vestibulitis hidung, yakni peradangan pada bukaan dan bagian depan rongga hidung yang bisa menyebabkan luka hingga menimbulkan keropeng yang menyakitkan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi ringan bakteri Staphylococcus.
  • Jerawat kecil atau bisul. Saat ngupil, bulu hidung bisa tercabut dari folikelnya sehingga memungkinkan jerawat atau bisul terbentuk pada folikel tersebut.

6. Menyebabkan kerusakan septum

Bahaya sering mengupil lainnya adalah dapat menyebabkan terjadinya kerusakan septum, yakni bagian tulang dan tulang rawan yang memisahkan lubang hidung kiri dan kanan.Kebiasaan ngupil memiliki risiko yang dapat menyebabkan septum mengalami kerusakan. Risiko yang paling parah adalah septum menjadi berlubang.

Cara menghentikan kebiasaan ngupil

Mengingat ada banyak bahaya sering mengupil, maka sebaiknya kebiasaan ini segera di atasi. Penyebab umum hidung tidak nyaman dan membuat orang sering ngupil adalah kondisi lubang hidung yang kering.Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan irigasi hidung dengan mengalirkan larutan saline melalui lubang hidung dengan menggunakan neti pot atau alat sejenis lannya.Irigasi dilakukan bergantian pada kedua lubang hidung. Cairan saline juga dapat dibuat dengan melarutkan 3 sendok teh garam tanpa yodium dan 1 sendok teh baking soda ke dalam air steril.Cara lain untuk menjaga kelembapan hidung untuk mencegaha kebiasaan ngupil adalah:
  • Minum banyak air
  • Menggunakan semprotan cairan salin untuk melumasi saluran hidung
  • Menggunakan pelembap udara (humidifier) di dalam ruangan.
Jika Anda terpaksa harus ngupil karena kondisi produksi ingus berlebih, maka bersihkan kotoran hidung dengan perlahan dan hati-hati sehingga bahaya sering mengupil, seperti luka, infeksi, atau mimisan, dapat dihindari.Kebiasaan sering ngupil juga dapat disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti adanya gangguan hidung atau gangguan perilaku. Jika Anda mengalami hal tersebut, segera berkonsultasi dengan dokter supaya bisa mendapatkan perawatan yang tepat.Jika Anda punya pertanyaan seputar hidung, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
mimisanhidung tersumbat
Healthline. https://www.healthline.com/health/nose-picking
Diakses 11 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-are-boogers
Diakses 11 Desember 2020
Well and Good. https://www.wellandgood.com/picking-your-nose-safety/
Diakses 11 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/nose-picking
Diakses 11 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait