Ngilu Pada Testis, Apa Itu Blue Balls?

(0)
21 Jun 2020|Azelia Trifiana
Blue balls adalah kondisi ngilu akibat orgasme tertundaBlue balls terjadi karena orgasme yang tertunda
Rasa gatal dan ngilu pada testis secara medis disebut epididymal hypertension atau blue balls. Biasanya, orang yang mengalami blue balls akan merasakan gatal dan nyeri ini karena orgasme yang tertunda atau tidak ejakulasi. Kerap kali, terlihat warna kebiruan di testis karena banyaknya darah di area itu. Selain jarang terjadi, kondisi ini juga tidak terlalu serius.Gejala terjadinya blue balls adalah gatal, nyeri, dan ngilu pada testis. Selain itu, orang yang mengalaminya juga akan merasa testis lebih berat ketimbang biasanya. Jika ngilu pada testis terasa sangat mengganggu dan sering terjadi, segera konsultasikan dengan dokter.

Penyebab terjadinya blue balls

Saat seorang pria mengalami orgasme artinya pembuluh darah di penis dan testis membesar karena aliran darah juga menjadi lebih kencang. Kondisi inilah yang membuat penis membesar dan keras. Begitu pula dengan testis yang menjadi lebih besar dan terasa berat.Idealnya, aliran darah ini menjadi normal setelah ereksi tuntas. Meski demikian, ada kemungkinan terlalu banyak darah yang tetap berada di area penis dan testis dalam jangka waktu lebih lama. Ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman.Bahkan, sensasi ini dapat disertai dengan ngilu pada testis dan munculnya warna lebam kebiruan karena tekanan darah yang meningkat. Orang yang bisa mengalami blue balls adalah mereka yang mudah mengalami stimulasi. Masturbasi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya blue balls.

Bagaimana jika frekuensinya cukup sering?

Apabila blue balls terjadi cukup sering bahkan mengganggu aktivitas seksual, bisa jadi epididymal hypertension mengindikasikan masalah medis lainnya. Beberapa kemungkinannya adalah:
  • Diabetes neuropati di area paha
  • Peradangan testis atau epididymitis
  • Infeksi
  • Adanya batu ginjal
  • Gondong
  • Orchitis
  • Kanker testis
  • Memakai celana terlalu ketat
Blue balls juga bisa terjadi karena testis terpelintir secara tiba-tiba. Ini juga bisa menyebabkan pembengkakan dan ngilu pada testis. Jika ini kasusnya, perlu segera dilakukan penanganan medis seperti operasi.

Kapan harus ke dokter?

Masalah blue balls tidak terlalu serius, sehingga tidak perlu langsung diperiksakan ke dokter. Terlebih jika ini hanya terjadi satu kali dan mereda dengan sendirinya. Namun jangan tunda konsultasi dengan dokter apabila epididymal hypertension mengganggu kehidupan seksual atau menimbulkan nyeri terus menerus.Perhatikan juga apakah ada indikasi lain seperti testis besar sebelah, rasa sakit di paha dalam dan punggung bawah. Ini bisa menjadi tanda penyakit yang lebih serius seperti kanker testis.Penanganan untuk blue balls masih terus diteliti. Salah satu pengobatan yang paling sederhana dan cepat adalah untuk ejakulasi saat orgasme. Ini bisa terjadi lewat masturbasi atau hubungan seksual. Setelah orgasme, rasa ngilu pada testis akan hilang dengan sendirinya.Selain itu, bisa juga disiasati dengan mencari cara agar tidak lagi terangsang secara seksual. Beberapa caranya adalah:
  • Mandi air dingin
  • Berpikir hal lain yang tidak berhubungan dengan seksual
  • Mengalihkan fokus pada musik
  • Bekerja
  • Melakukan aktivitas yang membuat sibuk
  • Berolahraga atau mengangkat sesuatu yang berat
  • Berbaring
  • Menempelkan kompres es batu atau air hangat
Jadi, idealnya orang yang mengalami blue balls atau ngilu pada testis akan mereda dengan sendirinya setelah ejakulasi atau tidak lagi merasa terangsang secara seksual.Pada perempuan, fenomena semacam blue balls juga bisa terjadi, disebut blue vulva. Ini terjadi ketika aliran darah ke organ reproduksi perempuan meningkat karena rangsangan seksual. Orang yang mengalaminya akan merasakan sensasi gatal dan berat di sekitar klitoris dan vulva.Sama seperti pria, sensasi ini akan hilang dengan sendirinya ketika aliran darah kembali normal. Entah itu melalui orgasme atau saat tidak lagi merasa terangsang secara seksual.
nyeri testiskesehatan organ intimkesehatan pria
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324870
Diakses 6 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/blue-balls
Diakses 6 Juni 2020
Pediatrics AAP. https://pediatrics.aappublications.org/content/106/4/843?sso=1&sso_redirect_count=1&nfstatus=401&nftoken=00000000-0000-0000-0000-000000000000&nfstatusdescription=ERROR%3a+No+local+token
Diakses 6 Juni 2020
Men’s Health. https://www.menshealth.com/sex-women/a19534594/science-blue-balls/
Diakses 6 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait