Sering Ngantuk Berat dan Tiba-tiba Tidur? Waspadai Terkena Narkolepsi!

Salah satu gejala narkolepsi adalah ngantuk berat yang tidak tertahankan dan mempengaruhi aktivitas saraf
Serangan tidur membuat penderita narkolepsi dapat tidur secara tiba-tiba

Rasa ngantuk berat yang tak tertahankan di siang hari sehingga tanpa sadar tertidur di tengah pekerjaan atau aktivitas lain, tentunya bukan kondisi yang normal. Tidak hanya mengganggu produktivitas, kondisi ini juga bisa membahayakan keselamatan. Jika hal ini sering dialami, ada kemungkinan gejala tersebut merupakan gangguan tidur narkolepsi.

Batasan tidur penderita narkolepsi tampak tidak jelas. Hal ini dikarenakan penderitanya bisa tertidur kapan saja dan di mana saja. Rasa ngantuk berat juga akan terus menghantui hampir setiap saat.

Apa itu Narkolepsi?

Narkolepsi merupakan gangguan saraf yang memengaruhi kendali atas kesadaran. Individu dengan narkolepsi sering tidur berlebihan di siang hari dan tidak dapat dikendalikan. Serangan tidur mendadak ini dapat terjadi saat melakukan aktivitas apa pun di sepanjang hari.

Narkolepsi dapat terjadi pada pria maupun wanita. Gejala penyakit ini biasa muncul pada usia 7 tahun hingga 25 tahun, namun bisa saja terjadi pada usia berapa pun.

Ciri-ciri Narkolepsi

Berikut adalah ciri-ciri narkolepsi yang umumnya terjadi, antara lain:

  1. Tidur dalam waktu yang berlebihan. Diawali dengan merasa ngantuk berat sepanjang hari, kesulitan berkonsentrasi, dan sulit untuk tetap terjaga.

  2. Serangan tidur. Penderita narkolepsi dapat tertidur secara tiba-tiba tanpa peringatan saat serangan tidur menyerang.

  3. Katapleksi. Kehilangan kendali sementara atas otot yang mengakibatkan kelemahan pada otot, sehingga penderitanya mudah terjatuh. Reaksi ini bisa dipicu akibat adanya luapan emosi, seperti terlalu senang atau marah.

  4. ‘Tindihan’. Tindihan, atau sleep paralysis, digambarkan sebagai ketidakmampuan menggerakkan anggota tubuh atau berbicara saat ingin bangun dari tidur atau dalam kondisi tertidur.

  5. Bermimpi terlalu sering dan berjalan saat tidur.

Penyebab Narkolepsi

Narkolepsi dengan katapleksi disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya akibat kekurangan senyawa kimia hipokretin yang menyebabkan kelemahan fisik dan kualitas tidur yang buruk. Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan rendahnya hipokretin:

  1. Gangguan autoimun: Hilangnya kemampuan otak dalam memproduksi hipokretin ini masih belum jelas diketahui penyebabnya, namun hal ini diduga terkait dengan sistem imun yang tidak normal. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun di dalam tubuh seseorang menyerang dirinya sendiri sehingga mengakibatkan hilangnya sel.

  2. Faktor keturunan: Kebanyakan kasus narkolepsi ditemukan secara acak dan faktor keturunan memberikan pengaruh sebanyak 10 persen.

  3. Cedera otak: Narkolepsi juga dapat terjadi karena adanya trauma pada otak yang mengatur kualitas tidur, atau bisa juga berasal dari tumor dan penyakit lainnya pada area otak yang sama. Meski demikian, narkolepsi karena cedera otak jarang terjadi.

Cara Mengatasi Narkolepsi

Walaupun belum ada obat untuk narkolepsi, namun beberapa gejala bisa diredakan dengan menjalabi pengobatan. Selain itu, penyesuaian gaya hidup juga dapat dilakukan. Berikut adalah cara mengatasi narkolepsi:

  1. Pengobatan. Beberapa obat, seperti modafinil dan amphetamine, berfungsi sebagai stimulan untuk dapat meningkatkan kesadaran dan vitalitas dari penderita narkolepsi. Antidepresan juga biasa digunakan untuk penderita narkolepsi.

  2. Perubahan gaya hidup dapat dilakukan dengan melakukan beberapa kali tidur siang secara teratur, menjaga rutinitas tidur, menghindari kafein atau alkohol sebelum tidur di malam hari, tidak merokok, hindari makan besar sebelum tidur, dan relaksasi sebelum tidur untuk membantu mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik di malam hari.

  3. Memerhatikan keselamatan. Individu dengan narkolepsi tidak disarankan untuk menyetir dikarenakan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba dapat berakibat pada kecelakaan hingga kematian.

  4. Kelompok pendukung. Walaupun mungkin hal ini masih jarang ditemui, kelompok pendukung akan sangat berguna bagi individu dengan narkolepsi untuk bersama-sama beradaptasi dengan gangguan tidur ini.

National Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/articles/narcolepsy
Diakses pada April 2019

WebMd. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/narcolepsy#1
Diakses pada April 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/narcolepsy/
Diakses pada April 2019

NIH (National Institute of Neurological Disorders and Stroke). https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Narcolepsy-Fact-Sheet
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed