Narkolepsi : Pengertian, Gejala, dan Penyebabnya

(0)
15 Apr 2019|Aby Rachman
Penderita narkolepsi sangat sulit mengontrol rasa kantuk di siang hariNarkolepsi masih asing di telinga masyarakat
Pernahkah Anda melihat teman atau mungkin Anda sendiri yang merasa kantuk luar biasa dan tiba-tiba tertidur pulas? Bisa jadi, serangan tidur mendadak tersebut dikategorikan sebagai narkolepsi.Penderita narkolepsi sangat sulit mengontrol rasa kantuk di siang hari sehingga mudah tertidur dan tentunya akan mengganggu aktivitas.

Apa Penyebab Narkolepsi?

Secara pasti, belum diketahui apa penyebab narkolepsi. Namun, para ilmuwan telah meyakini bahwa gangguan tidur ini ada kaitannya dengan genetika tertentu. Gen-gen ini mengendalikan produksi bahan kimia di otak yang menandai siklus terjaga dan tertidur. Beberapa ahli juga mengganggap narkolepsi disebabkan karena kekurangan produksi zat kimia otak yang disebut hypocretin. Zat kimia otak hypocretin berfungsi untuk mengatur agar tubuh bisa tertidur atau terjaga sesuai kebutuhan.

Apa Gejala Narkolepsi?

Umumnya, rasa kantuk di siang hari yang berlebihan dianggap sebagai gejala narkolepsi. Selain itu, ada beberapa gejala narkolepsi lainnya yang dapat dikenali, antara lain:
  • Cataplexy
    Gejala ini muncul ketika secara tiba-tiba dan ditandai dengan otot akan kehilangan kontrol dan lemas. Gejala ini akan menyebabkan penderitanya bicara dengan cadel, tubuh terasa lemah, dan lunglai tergantung pada otot apa yang tidak dapat dikendalikan. Kondisi ini sering dipicu oleh perasaan emosi yang meledak seperti terkejut, tertawa atau marah.
  • Halusinasi
    Biasanya pengalaman berhalusinasi ini tampak nyata dan sering membuat penderita ketakutan. Meski halusinasi hanya berbentuk visual, tetapi panca indera yang lain turut terlibat. Bila kondisi ini terjadi saat tidur disebut halusinasi hipnagogik. Sebaliknya, jika terjadi saat bangun atau terjaga, konidisi ini disebut halusinasi hipnopompik.

    Selain halusinasi hipnopompik, halusinasi hipnagogik juga bisa dirasakan. Halusinasi hipnagogik bisa menyebabkan penderitanya merasakan halusinasi yang terasa nyata.  
  • Sleep Paralysis
    Gejala narkolepsi lainnya yang dapat dijumpai adalah ketidakmampuan untuk berbicara atau bergerak saat tertidur maupun terbangun. Kondisi ini umumnya terjadi sangat cepat dan berlangsung selama beberapa detik saja. Setelah kondisi ini berakhir, penderita akan bisa bergerak atau berbicara lagi seperti semula.

Pengobatan Narkolepsi

Pada dasarnya, tidak ada obat untuk narkolepsi. Tetapi, gejala-gejala narkolepsi dapat diminimalisir dengan pengobatan. Rasa kantuk yang berlebihan dapat diobati dengan stimulan seperti amphetamine. Sedangkan, gejala tidur REM yang abnormal dapat diobati dengan obat antidepresan.Di sisi lain, ada obat yang disetujui bagi penderita narkolepsi dan cataplexy. Obat ini disebut Xyrem yang berfungsi membantu tidur malam yang lebih nyenyak dan mengurangi rasa kantuk berlebihan di siang hari. Setidaknya, obat ini dapat membantu para penderita narkolepsi, meskipun harus tetap di bawah perawatan medis dari dokter. Pastikan Anda selalu menerapkan gaya hidup sehat dengan menghindari kafein, alkohol dan nikotin, serta menjadwalkan olahraga teratur dan pola makan yang tepat untuk mengurangi gejala narkolepsi.
gangguan tidurmasalah tidur
WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/narkolepsi#1Diakses pada Oktober 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait