Napas Terasa Berat, Apa Saja Penyebabnya?

(0)
15 Sep 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Napas terasa berat? Bisa jadi Anda mengidap asma!Napas terasa berat dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit.
Napas terasa berat biasanya terjadi saat kita berolahraga dengan intensitas tinggi. Sebab, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen saat mengerahkan tenaganya.Namun, jika napas terasa berat saat tidak melakukan apa pun, sudah sepatutnya Anda waspada. Bisa jadi ada berbagai macam kondisi yang menyebabkannya.

Penyebab napas terasa berat

Napas terasa berat yang terjadi saat Anda tidak sedang beraktivitas fisik, menjadi pertanda bahwa tubuh harus bekerja ekstra keras untuk mencukupi kebutuhan oksigen.Tidak melulu penyakit fisik, napas terasa berat juga bisa disebabkan oleh gangguan pada mental. Berikut ini adalah penyebab napas terasa berat yang sepatutnya diwaspadai.

1. Demam

Saat demam menyerang, suhu tubuh meningkat dan tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen untuk menurunkan suhu badan yang panas.Tidak hanya itu, orang yang sedang demam akan merasa sulit bernapas ketika melakukan aktivitas fisik. Tidak heran jika dokter selalu menyarankan penderita demam untuk beristirahat hingga pulih, sebelum kembali beraktivitas.Jika kondisi napas terasa berat ini ditemani dengan gejala kebingungan dan pusing, ada baiknya segera datang ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Infeksi

Terdapat beberapa jenis infeksi yang dapat menyebabkan napas terasa berat, seperti infeksi sinus, pilek, flu, bronkitis, dan pneumonia.Sebagian dari jenis infeksi ini, seperti pilek misalnya, dianggap bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun infeksi yang lebih serius, seperti bronkitis dan pneumonia, harus segera ditangani oleh dokter untuk mencegah komplikasi berbahaya.Jika napas terasa berat disebabkan oleh infeksi sinus, dokter akan merekomendasikan semprotan hidung dan obat dekongestan.

3. Reaksi alergi

Reaksi alergi yang paling umum meliputi ruam kulit, mual, diare, bersin-bersin, sampai hidung mampet. Namun tahukah Anda kalau ada reaksi alergi anafilaksis yang sangat berbahaya?Anafilaksis merupakan reaksi alergi yang harus diwaspadai karena dapat mengancam nyawa. Reaksi alergi ini menyebabkan tenggorokan dan mulut membengkak sehingga membuat napas terasa berat.Jika memang anafilaksis yang menyebabkan napas terasa berat, sudah sepatutnya Anda datang ke dokter untuk meminta bantuan medis.

4. Asma

Nafas terasa berat
Napas terasa berat? Bisa jadi karena asma!
Asma adalah kondisi medis kronis yang menyebabkan saluran udara di paru-paru meradang dan mengalami pembengkakan. Selain membuat napas terasa berat, asma dapat menyebabkan gejala ini:
  • Mengi
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Perasaan sesak di dada.
Berkonsultasilah pada dokter untuk meminta obat-obatan yang dapat dikonsumsi saat asma menyerang.

5. Dehidrasi

Saat tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), tubuh tidak bisa menyuplai sel-sel tubuh dengan energi. Saat dehidrasi menyerang, bernapas pun bisa terasa lebih berat.Dehidrasi tidak hanya disebabkan oleh kurang minum air, tapi juga bisa diakibatkan paparan cuaca panas dalam waktu yang lama atau meminum terlalu banyak kopi serta alkohol.

6. Gangguan cemas

Penyakit mental seperti gangguan cemas juga bisa menyebabkan napas terasa berat. Ditambah lagi, kondisi sulit bernapas tersebut bisa meningkatkan kecemasan yang dirasakan oleh penderitanya.Selain sulit bernapas, gangguan cemas dapat menyebabkan:
  • Detak jantung cepat
  • Kepanikan
  • Pusing
  • Pingsan, terutama saat gangguan cemas menyebabkan hiperventilasi (terlalu cepat bernapas).
Penderita gangguan cemas selalu disarankan untuk menenangkan diri, mencari tempat yang sepi, dan bernapas dalam-dalam. Jika pernapasan tak kembali normal setelahnya, segeralah minta bantuan medis ke rumah sakit.

7. Obesitas

Memiliki berat badan berlebih akan menyebabkan tekanan pada paru-paru sehingga organ vital ini harus bekerja lebih keras. Hasilnya, napas akan terasa lebih berat dari biasanya. Ditambah lagi saat sedang beraktivitas fisik, penderita obesitas cenderung akan sulit bernapas.  Obesitas juga dapat menyebabkan munculnya penyakit yang berbahaya, seperti:
  • Masalah jantung
  • Diabetes
  • Sleep apnea.
Obesitas dapat diatasi dengan mengurangi porsi makan dan berolahraga secara teratur.

8. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah kelompok penyakit paru-paru, seperti bronkitis kronis, asma, dan emfisema (rusaknya kantung udara paru-paru), yang bisa membuat napas terasa berat. Umumnya, PPOK disebabkan oleh kebiasaan merokok.Selain sulit bernapas, PPOK dapat menyebabkan mengi, batuk kronis, kelelahan, hingga produksi lendir meningkat.

9. Gagal jantung

Gagal jantung terjadi saat jantung tak bisa memompa darah ke seluruh bagian tubuh secara efektif. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan dalam pembuluh darah dan bocornya cairan ke paru-paru. Saat hal ini terjadi, napas akan terasa lebih berat.Berikut ini adalah gejala lain dari gagal jantung yang penting untuk diperhatikan:
  • Nyeri dada
  • Palpitasi jantung (detak jantung cepat)
  • Batuk
  • Pusing
  • Pembengkakan di kaki
  • Berat badan naik dengan cepat.
Gagal jantung adalah penyakit yang mematikan. Biasanya dokter akan mengobatinya dengan prosedur operasi, menanamkan mesin pembantu jantung, dan obat-obatan.

10. Kanker paru-paru

Napas terasa berat dapat menjadi gejala kanker paru-paru, terutama saat sudah mencapai stadium akhir. Selain sulit bernapas, kanker paru-paru dapat menyebabkan batuk, nyeri dada, mengeluarkan darah saat batuk, meningkatnya produksi dahak, hingga suara serak.Apakah kanker paru-paru dapat diobati? Semua itu tergantung dari stadium, seberapa besar tumor, dan penyebaran sel kankernya. Dokter akan merekomendasikan kemoterapi, operasi, hingga terapi radiasi.

Kapan harus ke dokter?

Nafas terasa berat
Napas terasa berat tak boleh disepelekan
Napas terasa berat yang tak kunjung hilang setelah 1-2 minggu harus dianggap sebagai kondisi darurat. Jika perasaan sulit bernapas itu ditemani beberapa gejala di bawah ini, segera periksakan diri Anda ke dokter.
  • Dada terasa sesak
  • Munculnya darah di dahak
  • Pembengkakan mulut
  • Tenggorokan terasa sesak
  • Pusing.
Lewat konsultasi dengan dokter, Anda bisa mencari tahu penyebab napas terasa berat secara akurat. Dengan begitu, pengobatan terbaik akan bisa dilakukan dengan cepat sehingga hasil penyembuhannya maksimal.
infeksi saluran pernapasanpenyakit pernapasansesak napasgangguan pernapasan
Healthline. https://www.healthline.com/health/heavy-breathing
Diakses pada 1 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318210#1-fever-or-overheating
Diakses pada 1 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait