Nafas bayi grok-grok saat tidur membuat orangtua khawatir
Biasanya, nafas bayi berbunyi saat tidur karena ada lendir yang menyumbat

Terkadang saat terlelap, bayi yang masih kecil pun bisa mengeluarkan suara yang “besar”. Biasanya, nafas bayi berbunyi atau nafas bayi grok-grok membuat orangtua khawatir pernapasan mereka terganggu. Tak perlu cemas, karena sistem pernapasan Si Kecil masih beradaptasi dengan dunia sekitarnya.

Mengapa nafas bayi berbunyi?

Sejak berada di dalam kandungan selama 9 bulan, bayi baru mulai beradaptasi dengan aktivitas “bernapas” lewat hidung. Dibandingkan dengan saat berada di dalam rahim, tentu udara di luar terasa lebih kering.

Itulah mengapa terkadang saat bernapas – entah itu saat terjaga atau terlelap – bayi mengeluarkan suara-suara seperti nafas bayi grok-grok atau seakan tersedak. Apa saja pemicu nafas bayi berbunyi?

  • Adanya lendir

Ketika ada lendir di hidung atau tenggorokan bayi, mereka belum menguasai refleks untuk membuang atau mengeluarkannya. Akibatnya, lendir tetap berada di sana dan menyebabkan nafas bayi berbunyi. Pada suatu waktu, bisa saja lendir turun ke tenggorokan dan menyebabkan bayi mengeluarkan suara seperti berkumur. Jika produksi lendir berlebihan atau menyumbat, perlu dicurigai adanya alergi.

  • Laringomalasia

Kondisi yang menyebabkan nafas bayi berbunyi adalah laringomalasia, biasanya terdeteksi pada bayi yang baru lahir. Suara yang dikeluarkan cenderung melengking dan bertambah nyaring saat sedang berbaring.

Kondisi ini terjadi karena ada kelebihan jaringan di sekitar laring dan tidak berbahaya. Umumnya, laringomalasia akan hilang dengan sendirinya ketika anak menginjak usia 2 tahun.

  • Infeksi virus atau bakteri

Jika nafas bayi berbunyi diiringi dengan cara bernapas yang tersengal-sengal disertai gejala lain seperti demam, bisa jadi sinyal adanya infeksi virus atau bakteri. Contohnya pada bayi yang menderita pneumonia, bayi bisa mengeluarkan suara serak. Ketika diperiksa dengan stetoskop oleh dokter, akan muncul suara yang tidak beraturan (rales).

Meskipun nafas bayi grok-grok bisa menjadi sinyal adanya penyakit, hal itu belum tentu terjadi pada semua bayi. Bisa saja, suara yang dihasilkan adalah bagian normal dari cara mereka bernapas. 

Kapan harus ke dokter?

Untuk membedakan mana nafas bayi berbunyi yang mengkhawatirkan dan mana yang tidak, orangtua atau pengasuh perlu memerhatikan beberapa indikator ini:

  • Nafas lebih dari 60 kali dalam satu menit
  • Kesulitan bernafas
  • Retraksi, otot dada masuk sangat ke dalam dibandingkan dengan biasanya karena usaha bernapas
  • Napas berhenti selama lebih dari 10 detik
  • Nafsu makan turun drastis
  • Demam tinggi 
  • Tampak tidak berenergi
  • Kulit tampak pucat atau kebiruan

Secara umum, beberapa indikator di atas bisa menjadi tanda kapan harus membawa anak ke dokter. Agar tidak bingung, perhatikan betul bagaimana Si Kecil bernapas saat sedang tidak ada keluhan. Kemudian, lakukan perbandingan dengan kondisi saat nafas bayi berbunyi.

Jika terlihat bayi benar-benar kesulitan bernapas dan menunjukkan beberapa gejala di atas, jangan tunda untuk menghubungi dokter spesialis anak.

Bisakah hal ini diatasi?

Normalnya, bayi baru lahir bernapas sebanyak 30-60 kali per menit. Ketika terlelap, angka ini bisa turun menjadi sekitar 20 kali per menit. Namun sesekali, bayi juga bisa bernafas lebih cepat atau bahkan jeda sekitar 10 detik.

Jika nafas bayi grok-grok bukan merupakan indikasi penyakit serius, idealnya hal itu akan berlalu seiring dengan perkembangan sistem pernafasan mereka.

Namun apabila orangtua ingin mengupayakan agar nafas bayi tidak berbunyi, coba beberapa hal ini:

  • Berbaring telentang dengan posisi kepala lebih tinggi

Untuk bayi yang baru lahir dan belum bisa menyangga leher mereka sendiri, sebisa mungkin selalu pastikan anak berbaring telentang dengan posisi kepala lebih tinggi dari dada. Hal ini juga bisa mengurangi risiko kematian mendadak atau SIDS pada bayi

  • Jaga area tidurnya tetap steril

Selain menjaga area tidur bayi tetap steril, usahakan jangan meletakkan terlalu banyak barang. Semakin banyak barang, kemungkinan bayi meraihnya dan tanpa sengaja menyumbat hidungnya pun kian besar. 

  • Saline drop

Beberapa obat tetes bisa jadi cara membersihkan hidung bayi yang aman. Tentunya, pilih yang sesuai dengan usia mereka. Tujuan penggunaannya adalah untuk membantu mengencerkan lendir yang kental.

  • Pakaian bayi nyaman

Terkadang, napas bayi terganggu karena merasa terlalu gerah dengan pakaian yang dikenakannya. Untuk itu, pastikan selalu mengenakan baju yang bisa menyerap keringat dan tidak terlalu tebal. Sesuaikan dengan cuaca saat itu.

Sebagian besar keluhan nafas bayi berbunyi bukan hal yang harus dikhawatirkan. Jika ada tanda-tanda bayi mengeluarkan suara yang tidak biasa saat terlelap, rekam dan tunjukkan kepada dokter spesialis anak.

Selama tidak ada keluhan lain, maka tak perlu ambil pusing. Jika memang hidung anak berlendir karena flu atau batuk, pastikan memberi obat dengan bijak. Virus akan hilang seiring dengan meningkatnya daya tahan tubuh, tanpa perlu diberi antibiotik.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/your-newborn-babys-breathing-noises#1
Diakses 25 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/newborn-breathing#tips
Diakses 25 Februari 2020

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/ask-heidi/noisy-baby-breathing.aspx
Diakses 25 Februari 2020

Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/x1052134/my-newborn-makes-all-sorts-of-strange-breathing-noises-should-i-worry
Diakses 25 Februari 2020

Artikel Terkait