logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Napas Bayi Grok-Grok Tanda Ada Lendir di Tenggorokan, Kapan Harus Waspada?

open-summary

Napas bayi grok-grok bisa menjadi tanda adanya lendir di tenggorokan. Umumnya napas bayi berbunyi adalah hal yang wajar namun orangtua harus waspada jika bayi sampai kesulitan bernapas.


close-summary

4 Mar 2020

| Atifa Adlina

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Napas bayi grok-grok saat tidur membuat orangtua khawatir

Biasanya, napas bayi grok-grok saat tidur karena ada lendir yang menyumbat

Table of Content

  • Penyebab napas bayi berbunyi grok-grok
  • Bagaimana mengatasi napas bayi grok-grok?
  • Kapan harus ke dokter?

Terkadang, saat terlelap bayi baru lahir bisa mengeluarkan suara yang “besar”. Biasanya, napas yang berbunyi atau napas bayi grok-grok membuat orangtua khawatir jika pernapasan mereka terganggu.

Advertisement

Sebenarnya, tak perlu cemas berlebihan karena pernapasan bayi baru lahir tergolong masih beradaptasi dengan dunia sekitarnya. Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab napas bayi berbunyi grok-grok

Mengutip dari Healthline, pernapasan bayi baru lahir terdengar berbeda dari anak yang lebih besar atau pun orang dewasa. Termasuk pola pernapasan tidak teratur serta membuat suara yang tidak biasa, sehingga menjadi perhatian orangtua.

Hal yang perlu Anda ingat adalah paru-paru dan hidung si kecil baru mengenal dengan konsep menghirup udara. Apalagi, saluran pernapasannya masih sangat kecil.

Tak jarang, Anda pun mendengar napas bayi berbunyi grok-grok atau ngorok seperti ada dahak. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya, yaitu:

1. Terdapat lendir

Salah satu penyebab napas bayi grok grok saat tidur adalah karena adanya lendir di saluran pernapasan. Ketika ada lendir, mereka belum bisa untuk melakukan refleks batuk atau mengeluarkannya sendiri.

Akibatnya, lendir tetap berada di sana, sehingga menyebabkan napas bayi berbunyi dan mengeluarkan suara grok grok, tetapi tidak terjadi flu.

Pada suatu waktu, bisa saja lendir turun ke tenggorokan dan menyebabkan bayi mengeluarkan suara seperti berkumur. Jika produksi lendir berlebihan hingga hidung bayi tersumbat, mungkin saja ia mengalami alergi.

2. Laringomalasia

Kondisi lainnya yang menyebabkan napas bayi berbunyi adalah laringomalasia, biasanya terdeteksi pada bayi baru lahir. Suara cenderung melengking dan bertambah nyaring saat berbaring.

Kondisi ini terjadi karena ada kelebihan jaringan di sekitar laring dan tidak berbahaya. Umumnya, laringomalasia akan hilang dengan sendirinya ketika anak menginjak usia 2 tahun.

3. Infeksi virus atau bakteri

Jika napas bayi grok grok diiringi dengan cara bernapas yang tersengal-sengal disertai gejala seperti demam, bisa jadi tanda adanya infeksi virus atau bakteri.

Contohnya pada bayi yang menderita pneumonia atau radang paru-paru, ia bisa mengeluarkan suara serak. Ketika diperiksa dengan stetoskop oleh dokter, akan muncul suara yang tidak beraturan (rales).

Meskipun napas bayi grok-grok bisa menjadi tanda adanya penyakit, hal itu belum tentu terjadi pada semua bayi. Bisa saja, suara terbut adalah bagian normal dari cara mereka bernapas. 

Baca Juga

  • Memahami Milia pada Bayi dan Perbedaannya dengan Jerawat
  • Variasi Botol Susu Bayi dan Tentukan Pilihan Terbaik untuk Si Kecil
  • Cara Mengobati Flu pada Bayi dengan Bawang Merah, Mitos atau Fakta?

Bagaimana mengatasi napas bayi grok-grok?

Pernapasan normal bayi baru lahir adalah sebanyak 30-60 kali per menit. Ketika terlelap, angka ini bisa turun menjadi sekitar 20 kali per menit. Sesekali, bayi juga bisa bernapas lebih cepat atau bahkan jeda sekitar 10 detik.

Jika napas bayi yang berbunyi grok-grok bukan merupakan indikasi penyakit serius, idealnya hal ini akan berlalu seiring dengan perkembangan sistem pernapasan mereka.

Namun, apabila orangtua ingin mengupayakan agar napas bayi tidak berbunyi, berikut adalah beberapa hal ini bisa Anda coba, seperti:

1. Berbaring telentang dengan posisi kepala lebih tinggi

Untuk bayi yang baru lahir dan belum bisa menyangga lehernya sendiri, sebisa mungkin selalu pastikan anak berbaring telentang dengan posisi kepala lebih tinggi dari dada.

Tak hanya mengurangi napas berbunyi seperti ngorok atau grok-grok, hal ini juga bisa mengurangi risiko kematian mendadak atau SIDS pada bayi. 

2. Saline drop

Beberapa obat tetes seperti larutan saline atau nasal spray bayi bisa menjadi cara membersihkan hidung yang aman. Tentunya, pilih yang sesuai dengan usia mereka.

Tujuan penggunaannya adalah untuk membantu mengencerkan lendir yang kental dan melegakan saluran pernapasan, sehingga tidak berbunyi grok-grok

3. Pakaian bayi nyaman

Terkadang, napas bayi terganggu karena merasa terlalu gerah dengan pakaiannya. Untuk itu, pastikan selalu mengenakan baju yang bisa menyerap keringat dan tidak terlalu tebal. Lalu, sesuaikan pakaiannya dengan cuaca.

4. Menggunakan humidifier

Cara lain untuk mengatasi napas bayi berbunyi grok-grok atau sesak napas saat tidur adalah dengan menggunakan pelembap udara (humidifier).

Alat ini dapat membuat udara menjadi lebih bersih, hangat, dan lembap yang bisa membantu mengencerkan dahak serta lendir di saluran pernapasan.  

Selain itu, orangtua juga perlu menjaga area tidur atau kamar si kecil tetap bersih.

5. Berjemur di bawah sinar matahari pagi

Cara alami lainnya untuk mengatasi bunyi napas bayi grok-grok ini adalah dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi. Vitamin D yang didapat secara alami membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mengatasi napas bayi berbunyi.

Waktu yang tepat untuk menjemur bayi adalah di bawah jam 10 pagi dengan durasi 15-30 menit.

Selama tidak ada keluhan lainnya, maka tak perlu ambil pusing. Jika memang hidung anak berlendir karena flu atau batuk, pastikan memberi obat dengan bijak.

Virus akan hilang seiring dengan meningkatnya daya tahan tubuh, tanpa perlu diberi antibiotik.

Sebagian besar keluhan napas bayi berbunyi grok-grok bukan hal yang harus dikhawatirkan.

Apabila ada tanda-tanda bayi mengeluarkan suara yang tidak biasa saat terlelap, coba rekam, dan tunjukkan kepada dokter spesialis anak.

Kapan harus ke dokter?

Mengutip dari Baby Centre UK, untuk membedakan napas bayi berbunyi yang mengkhawatirkan atau tidak, orangtua atau pengasuh perlu memperhatikan beberapa gejala ini:

  • Napas lebih dari 60 kali dalam satu menit.
  • Kesulitan bernapas.
  • Napas berhenti selama lebih dari 10 detik.
  • Nafsu makan turun drastis hingga berat badan turun.
  • Demam tinggi
  • Tampak tidak berenergi.
  • Kulit tampak pucat atau kebiruan.
  • Tidak mau minum susu.
  • Lendir berwarna kuning dan berbau.

Saat Anda melihat bayi benar-benar kesulitan bernapas dan menunjukkan beberapa gejala di atas, jangan tunda untuk menghubungi dokter spesialis anak.

Apabila Anda ingin tahu lebih banyak mengenai kondisi napas bayi berbunyi grok-grok, tetapi tidak mengalami flu, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

tumbuh kembang bayibayimerawat bayisaluran pernapasanbayi & menyusui

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved