Napas Bayi Grok-Grok Tanda Ada Lendir di Tenggorokan, Kapan Harus Khawatir?


Napas bayi grok-grok bisa menjadi tanda adanya lendir di tenggorokan. Umumnya napas bayi berbunyi adalah hal yang wajar namun orangtua harus waspada jika bayi sampai kesulitan bernapas.

(0)
04 Mar 2020|Azelia Trifiana
Napas bayi grok-grok saat tidur membuat orangtua khawatirBiasanya, napas bayi grok-grok saat tidur karena ada lendir yang menyumbat
Terkadang saat terlelap, bayi yang masih kecil pun bisa mengeluarkan suara yang “besar”. Biasanya, napas bayi berbunyi atau napas bayi grok-grok membuat orangtua khawatir pernapasan mereka terganggu. Tak perlu cemas, karena sistem pernapasan Si Kecil masih beradaptasi dengan dunia sekitarnya.

Mengapa napas bayi grok grok saat tidur?

Sejak berada di dalam kandungan selama 9 bulan, bayi baru mulai beradaptasi dengan aktivitas “bernapas” lewat hidung. Dibandingkan dengan saat berada di dalam rahim, tentu udara di luar terasa lebih kering.Itulah mengapa terkadang saat bernapas, entah itu saat terjaga atau terlelap, bayi mengeluarkan suara-suara seperti napas bayi grok-grok atau seakan bayi tersedak. Apa saja pemicu napas bayi berbunyi saat tidur? 

1. Adanya lendir

Salah satu penyebab napas bayi grok grok saat tidur adalah karena adanya lendir di tenggorokan. Ketika ada lendir di hidung atau tenggorokan bayi, mereka belum menguasai refleks untuk membuang atau mengeluarkannya. Akibatnya, lendir tetap berada di sana dan menyebabkan napas bayi berbunyi dan mengeluarkan suara grok grok. Pada suatu waktu, bisa saja lendir turun ke tenggorokan dan menyebabkan bayi mengeluarkan suara seperti berkumur. Jika produksi lendir berlebihan hingga membuat hidung bayi tersumbat, maka perlu dicurigai adanya alergi.

2. Laringomalasia

Kondisi yang menyebabkan napas bayi berbunyi adalah laringomalasia, biasanya terdeteksi pada bayi yang baru lahir. Suara yang dikeluarkan cenderung melengking dan bertambah nyaring saat sedang berbaring.Kondisi ini terjadi karena ada kelebihan jaringan di sekitar laring dan tidak berbahaya. Umumnya, laringomalasia akan hilang dengan sendirinya ketika anak menginjak usia 2 tahun.

3. Infeksi virus atau bakteri

Jika napas bayi grok grok diiringi dengan cara bernapas yang tersengal-sengal disertai gejala lain seperti demam, bisa jadi sinyal adanya infeksi virus atau bakteri. Contohnya pada bayi yang menderita pneumonia atau radang paru-paru, bayi bisa mengeluarkan suara serak. Ketika diperiksa dengan stetoskop oleh dokter, akan muncul suara yang tidak beraturan (rales).Meskipun napas bayi grok-grok bisa menjadi sinyal adanya penyakit, hal itu belum tentu terjadi pada semua bayi. Bisa saja, suara yang dihasilkan adalah bagian normal dari cara mereka bernapas. 

Bisakah napas bayi grok grok ini diatasi?

Normalnya, bayi baru lahir bernapas sebanyak 30-60 kali per menit. Ketika terlelap, angka ini bisa turun menjadi sekitar 20 kali per menit. Namun sesekali, bayi juga bisa bernafas lebih cepat atau bahkan jeda sekitar 10 detik.Jika napas bayi grok-grok bukan merupakan indikasi penyakit serius, idealnya hal itu akan berlalu seiring dengan perkembangan sistem pernapasan mereka.Namun apabila orangtua ingin mengupayakan agar napas bayi tidak berbunyi, beberapa hal ini bisa dicoba:

1. Berbaring telentang dengan posisi kepala lebih tinggi

Untuk bayi yang baru lahir dan belum bisa menyangga leher mereka sendiri, sebisa mungkin selalu pastikan anak berbaring telentang dengan posisi kepala lebih tinggi dari dada. Hal ini juga bisa mengurangi risiko kematian mendadak atau SIDS pada bayi. 

2. Jaga area tidurnya tetap steril

Selain menjaga area tidur bayi tetap steril, usahakan jangan meletakkan terlalu banyak barang. Semakin banyak barang, kemungkinan bayi meraihnya dan tanpa sengaja menyumbat hidungnya pun kian besar. 

3. Saline drop

Beberapa obat tetes seperti larutan saline bisa jadi cara membersihkan hidung bayi yang aman. Tentunya, pilih yang sesuai dengan usia mereka. Tujuan penggunaannya adalah untuk membantu mengencerkan lendir yang kental dan melegakan saluran pernapasan bayi.

4. Pakaian bayi nyaman

Terkadang, napas bayi terganggu karena merasa terlalu gerah dengan pakaian yang dikenakannya. Untuk itu, pastikan selalu mengenakan baju yang bisa menyerap keringat dan tidak terlalu tebal. Sesuaikan dengan cuaca saat itu.

5. Menggunakan humidifier

Cara lain untuk mengatasi napas bayi berbunyi saat tidur adalah dengan menggunakan pelembap udara atau humidifier. Alat ini dapat membuat udara menjadi lebih hangat dan lembap yang bisa bantu mengencerkan dahak dan lendir di hidung.  

6. Berjemur di bawah sinar matahari pagi

Cara alami lainnya untuk mengatasi bunyi napas bayi grok-grok ini adalah dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi. Vitamin D yang didapat secara alami bantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan mengatasi napas bayi berbunyi. Waktu yang tepat untuk menjemur bayi adalah mulai pukul 07.30 sampai 08.30 dengan durasi 15-30 menit.Selama tidak ada keluhan lain, maka tak perlu ambil pusing. Jika memang hidung anak berlendir karena flu atau batuk, pastikan memberi obat dengan bijak. Virus akan hilang seiring dengan meningkatnya daya tahan tubuh, tanpa perlu diberi antibiotik.Sebagian besar keluhan napas bayi berbunyi bukan hal yang harus dikhawatirkan. Jika ada tanda-tanda bayi mengeluarkan suara yang tidak biasa saat terlelap, rekam dan tunjukkan kepada dokter spesialis anak.

Kapan harus ke dokter?

Dikutip dari Baby Centre UK, untuk membedakan mana napas bayi berbunyi yang mengkhawatirkan dan mana yang tidak, orangtua atau pengasuh perlu memerhatikan beberapa gejala ini:
  • Napas lebih dari 60 kali dalam satu menit
  • Kesulitan bernapas
  • Retraksi, otot dada masuk sangat ke dalam dibandingkan dengan biasanya karena usaha bernapas
  • Napas berhenti selama lebih dari 10 detik
  • Nafsu makan turun drastis hingga menurunkan berat badan
  • Demam tinggi 
  • Tampak tidak berenergi
  • Kulit tampak pucat atau kebiruan
  • Tidak mau minum susu
  • Lendir berwarna kuning dan berbau
Secara umum, beberapa indikator di atas bisa menjadi tanda kapan harus membawa anak ke dokter. Agar tidak bingung, perhatikan betul bagaimana Si Kecil bernapas saat sedang tidak ada keluhan. Kemudian, lakukan perbandingan dengan kondisi saat napas bayi berbunyi grok grok.Jika terlihat bayi benar-benar kesulitan bernapas dan menunjukkan beberapa gejala di atas, jangan tunda untuk menghubungi dokter spesialis anak.
tumbuh kembang bayibayimerawat bayisaluran pernapasan
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/your-newborn-babys-breathing-noises#1
Diakses 25 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/newborn-breathing#tips
Diakses 25 Februari 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/ask-heidi/noisy-baby-breathing.aspx
Diakses 25 Februari 2020
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/x1052134/my-newborn-makes-all-sorts-of-strange-breathing-noises-should-i-worry
Diakses 25 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait