logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Ilmuwan Cina: Virus Corona Bisa Bermutasi Menjadi 33 Jenis

open-summary

Mutasi virus SARS-CoV-2 penting untuk dipahami. Menurut ahli di Cina, mutasi virus corona bisa mencapai 33 jenis – 19 di antaranya baru dikenali. Simak laporan terbarunya di sini.


close-summary

28 Apr 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Mutasi virus corona dilaporkan mencapai 33 jenis

Virus corona dilaporkan telah memiliki mutasi hingga 33 jenis

Table of Content

  • Mutasi virus corona SARS-CoV-2 bisa mencapai hingga 33 jenis
  • Apa pentingnya mempelajari mutasi virus corona?
  • Catatan dari SehatQ

Kasus pasien yang terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat di berbagai negara. Di saat penyakit ini belum memiliki vaksin maupun obat yang disepakati bersama, kekhawatiran merebak terkait mutasi virus SARS-CoV-2. Mutasi ini berpotensi memengaruhi jenis penanganan spesifik pada pasiennya.

Advertisement

Mutasi virus corona SARS-CoV-2 bisa mencapai hingga 33 jenis

Sebuah studi di Cina melaporkan bahwa virus corona SARS-CoV-2 dapat bermutasi hingga 33 mutasi genetik. Sekitar 19 mutasi di antaranya merupakan mutasi yang cenderung baru dan tidak ditemukan sebelumnya.

Studi tersebut dipimpin oleh ilmuwan ternama Cina, yakni Li Lanjuan dari Zhejiang University. Riset dilakukan dengan menganalisis strain virus yang diisolasi dari 11 pasien Covid-19 - yang dipilih secara acak dari Hangzhou, di timur provinsi Zhejiang. Kemudian, ia menguji seberapa efisien virus dapat menginfeksi dan membunuh sel.

Berikut ini beberapa poin penting dalam studi yang dimuat di makalah non-peer reviewed di situs medRxiv.org tersebut:

1. Beberapa kasus mutasi memengaruhi protein virus

Li Lanjuan dan rekannya dalam studi tersebut menemukan, beberapa kasus mutasi dapat menyebabkan perubahan fungsional pada protein lonjakan virus corona SARS-CoV-2. Protein lonjakan virus adalah struktur unik di atas selubung virus, yang memungkinkan virus corona menempelkan dirinya pada sel manusia.

2. Jenis strain paling agresif memicu jumlah virus 270 kali lebih banyak

Untuk memastikan kebenaran teorinya, peneliti pada riset ini menginfeksi sel dengan strain virus corona SARS-CoV-2 yang membawa mutasi berbeda. Mereka melaporkan, jenis yang paling agresif dapat memicu viral load (jumlah virus dalam sampel) 270 kali lebih banyak dibandingkan jenis yang paling lemah. Strain yang agresif tersebut juga membunuh sel-sel paling cepat.

3. Mutasi mematikan juga ditemukan di wilayah lain

Dalam laporannya, Li Lanjuan juga menuliskan bahwa mutasi paling mematikan pada pasien Zhejiang juga telah ditemukan pada sebagian besar pasien di seluruh Eropa. Sementara itu, strain virus yang lebih ringan adalah varietas dominan yang ditemukan di bagian Amerika Serikat, seperti negara bagian Washington.

Dilansir dari South China Morning Post, sebuah studi terpisah menemukan bahwa strain virus corona yang ada di New York, Amerika Serikat, telah ‘diimpor’ dari Eropa. Tingkat kematian di New York pun serupa dengan di banyak negara Eropa.

Apa pentingnya mempelajari mutasi virus corona?

Temuan ini penting karena bisa menjelaskan perbedaan jumlah kematian di berbagai wilayah di dunia. Infeksi virus corona dan tingkat kematian bervariasi dari satu negara ke negara lain, dan para ahli sebenarnya telah mencoba mencari tahu penyebab perbedaan jumlah tersebut. Li Lanjuan juga menyebutkan, mutasi virus corona selama ini cenderung diabaikan.

Para ilmuwan genetika telah memerhatikan bahwa wilayah yang berbeda memiliki strain virus dominan yang berbeda pula. Beberapa peneliti mencurigai, perbedaan angka sebagian kematian akibat Covid-19 dapat disebabkan oleh adanya mutasi – namun, mereka tidak memiliki bukti langsung terkait asumsi ini.

Virus corona
Beberapa mutasi virus corona mungkin dapat memicu tingkat keparahan yang berbeda

Masalah ini semakin rumit karena pasien yang bisa bertahan hidup bergantung pada banyak faktor, seperti usia maupun kondisi kesehatan pasien.

Umumnya, para dokter di rumah sakit memberlakukan Covid-19 sebagai ‘satu penyakit’ saja. Pasien juga menerima pengobatan yang sama terlepas dari strain virus corona SARS-CoV-2 yang menginfeksi mereka.

Li Lanjuan dan rekan peneliti menyebutkan, mengetahui mutasi virus corona di suatu wilayah bisa menentukan tindakan (yang lebih tepat) untuk melawan virus tersebut. Studi Li pun diharapkan memberikan bukti kuat pertama, bahwa mutasi virus corona dapat memengaruhi seberapa parah virus menyebabkan penyakit atau kerusakan pada pasien yang terinfeksi.

banner corona

Catatan dari SehatQ

Temuan terkait mutasi virus corona tersebut diharapkan membantu penanganan Covid-19 yang lebih spesifik pada pasiennya. Kita terus menantikan apabila ada laporan terbaru terkait virus SARS-CoV-2 – terutama terkait penanganan dan pengobatannya.

Advertisement

covid-19

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved