Musim Pancaroba Tak Hanya Rentan Mengundang Penyakit Flu

(0)
24 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salah satu contoh penyakit musim pancaroba adalah batuk pilekBatuk pilek termasuk penyakit yang sering muncul di musim pancaroba
Perubahan cuaca seperti yang terjadi saat musim pancaroba bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit. Hal ini muncul karena adanya peralihan temperatur yang cukup cepat, terutama dari musim kemarau ke musim penghujan.Perubahan suhu udara dengan cepat ternyata bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda serta meningkatkan risiko berkembangnya virus maupun bakteri. Oleh karena itu, tidak heran jika berbagai penyakit, terutama batuk pilek, kerap muncul selama musim pancaroba.

Pengaruh perubahan cuaca terhadap imunitas tubuh

Perubahan cuaca dan temperatur, terutama dari panas ke dingin, dapat membuat seseorang lebih mudah terserang penyakit. Ini terjadi karena virus lebih mudah berkembang biak dan bertahan di suhu yang lebih dingin. Artinya, ada lebih banyak virus yang bisa menyebabkan beragam infeksi selama musim pancaroba. Udara dingin juga bisa mengganggu kemampuan sistem imun dalam melawan virus. Pasalnya, pembuluh darah cenderung menyempit di suhu yang lebih dingin untuk mempertahankan suhu di organ-organ inti. Secara tidak langsung, kondisi ini menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan virus.Potensi terserang penyakit pun semakin besar karena pada musim pancaroba, orang lebih sering berada di ruang tertutup, seperti di dalam rumah atau kantor. Ini membuat risiko penularan penyakit lebih besar dari satu orang ke orang lainnya.Ketiga alasan tersebut, yaitu meningkatnya jumlah virus, menurunnnya kemampuan sistem imun, dan meningkatnya potensi penularan penyakit, patut membuat kita waspada terhadap kesehatan selama musim pancroba.

Apa saja jenis penyakit yang biasa terjadi saat musim pancaroba?

Ada beberapa penyakit yang rentan muncul selama musim pancroba dan harus diwaspadai perkembangannya. Penyakit-penyakit tersebut meliputi: 
  • Batuk pilek

 Virus Rhino (Rhinovirus) dan influenza adalah contoh dari sejumlah virus yang semakin berkembang biak selama musim pancaroba. Kedua virus ini umum menyebabkan batuk pilek dan flu.Batuk pilek kerap ditandai dengan hidung meler ataupun tersumbat, batuk-batuk, sering bersin, nyeri otot, meriang, serta demam. Gejala-gejala ini perlu dicermati karena sangat mudah menular, yakni lewat percikan air liur saat penderita batuk atau bersin. 
  • Sakit tenggorokan

 Sakit tenggorokan merupakan salah satu kondisi yang sering muncul selama musim pancaroba. Kondisi ini juga sering terjadi akibat virus yang sama seperti flu dan batuk pilek. Meski demikian, gejalanya berbeda.Gejala sakit tenggorokan bisa berupa rasa nyeri atau gatal pada tenggorokan, susah menelan, hingga perubahan suara yang menjadi parau atau serak.  
  • Migrain

 Sebuah riset yang dimuat dalam Journal of Headache and Pain mengemukakan bahwa migrain berkaitan dengan perubahan cuaca. Para peserta riset ini mengalami serangan migrain yang lebih parah saat udara dingin. Mungkin hal itulah yang juga membuat gejala migrain Anda terasa lebih berat selama musim pancaroba, ketika musim kemarau berubah ke musim penghujan. 
  • DBD 

 Selama musim penghujan, suhu udara turun dan menjadi lebih lembap. Hujan pun membawa banyak genangan air.Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan nyamuk lebih mudah untuk berkembang biak, termasuk nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD). Gejala demam berdarah dengue umumnya meluputi demam tinggi terus-menerus dan tanpa batuk, nyeri otot maupun sendi, sakit perut, serta muncul bintik-bintik merah di kulit. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak. 
  • Nyeri sendi

 Nyeri sendiri kerap muncul ketika terjadi perubahan cuaca, khususnya yang berhubungan dengan osteoarthritis. Pernyataan ini diperkuat oleh sebuah penelitian yang diadakan selama dua tahun pada beberapa ratus orang Eropa yang mengidap osteoarthiritis.Riset tersebut mengungkapkan bahwa gejala osteoarthiritis semakin parah ketika udara lebih lembap. Sementara fungsi sendi akan menurun saat terjadi peningkatan tekanan udara (barometrik).Di samping itu, studi tertentu di Inggris juga mengungkapkan hubungan antara cuaca dan nyeri kronis. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa gejala sakit ini akan meningkat pada musim penghujan.Menilik dari hasil-hasil penelitian tersebut, tak heran bila keluhan nyeri lebih mungkin terjadi pada musim pancaroba, terutama dari musim kemarau ke musim hujan. Pasalnya, udara yang dingin akan meningkatkan tekanan udara serta kelembapannya. 
  • Perubahan suasana hati (mood)

 Di samping fisik, kesehatan mental juga dipengaruhi oleh perubahan cuaca maupun tekanan barometrik. Penelitian tertentu pada sejumlah mahasiswa, memperlihatkan bahwa adanya kaitan antara paparan sinar matahari dan tekanan mentalHasil riset tersebut menunjukkan bahwa tekanan mental meningkat seiring berkurangnya paparan sinar matahari selama perubahan musim. Sedangkan tekanan psikis akan menurun ketika paparan sinar matahari meningkat.Kondisi tersebut juga mungkin berlaku pada peralihan musim kemarau ke musim hujan. Pasalnya, udara dingin dan hujan bisa membuat kebanyakan orang menjadi malas keluar rumah sehingga kurang terpapar cahaya matahari.Apabila Anda merasakan gejala-gejala yang mencurigakan, periksakan ke dokter. Jangan menunda hingga keluhan Anda semakin parah.Anda pun perlu melakukan usaha ekstra dalam menjaga tubuh supaya tetap sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit di musim pancaroba.

Terapkan tips menjaga kesehatan ini selama musim pancaroba

Langkah terbaik untuk menjaga kesehatan selama musim pancaroba dan terhindar dari berbagai penyakit adalah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Anda dapat melakukannya dengan beberapa cara di bawah ini: 

1. Menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang

 Langkah ini bisa Anda lakukan dengan lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah serta membatasi asupan makanan berlemak. 

2. Mengonsumsi suplemen vitamin bila dirasa perlu

 Jika Anda tidak bisa mencukupi asupan vitamin dari bahan pangan alami, Anda dapat menambahkannya melalui suplemen. Contohnya, suplemen vitamin C, A, dan E. Pasalnya, ketiga vitamin ini baik untuk mempertahankan sistem imun tubuh.Pada kondisi normal, jumlah asupan harian dari vitamin-vitamin tersebut meliputi:
  • Vitamin C: 75 mg per hari pada wanita dan 90 mg per hari pada pria dewasa
  • Vitamin A: 700 mikrogram (mcg) per hari untuk wanita berusia 14 tahun ke atas dan 900 mcg per hari untuk pria berusia 14 tahun ke atas
  • VItamin E: 15 mg per hari untuk orang berusia 14 tahun ke atas
Namun, harap diingat bahwa kebutuhan masing-masing vitamin tersebut tentu berlainan pada tiap individu. Anda dapat berdiskusi dengan dokter mengenai perlu tidaknya penambahan suplemen.Dokter akan menentukan dosis dan frekuensi konsumsi suplemen secara tepat supaya sesuai dengan kondisi Anda. 

3. Rajin berolahraga

 Durasi olahraga yang sebaiknya Anda lakukan adalah kira-kira setiap 30 menit per hari. Jenis latihannya pun tak perlu terlalu rumit.Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, berenang, menari, lompat tali, dan banyak lagi. Yang perlu Anda ingat adalah durasinya yang minimal 30 menit setiap hari.  

4. Beristirahat

 Mencukupi kebutuhan istirahat juga sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Salah satunya dengan menerapkan durasi tidur setidaknya 7-9 jam setiap malam untuk orang dewasa. 

5. Mengelola stres

 Terdapat berbagai cara untuk mengendalikan stres, misalnya dengan melakukan hobi dan teknik relaksasi (seperti yoga dan latihan pernapasan). 

6. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat

 Contoh perilaku hidup bersih dan sehat yang mudah dilakukan meliputi rajin mencuci tangan dan memerhatikan kebersihan makanan, supaya Anda terhindar dari ancaman penyakit.Musim pancaroba dapat memengaruhi cara kerja imunitas dan membuat Anda rentan terkena beragam penyakit. Meski begitu, ada banyak cara untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh agar Anda tetap sehat. Mulai dari menjaga asupan gizi, berolahraga, hingga cukup beristirahat.Tidak lupa pula untuk mewaspadai beragam gejala penyakit yang mungkin muncul di musim pancaroba. Periksakan diri ke dokter jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami keluhan tertentu yang mencurigakan, khususnya keluhan yang tidak kunjung sembuh atau semakin parah.
suplemenpilekmigrainadv oxyvit
Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. https://dinkes.kalbarprov.go.id/waspada-terhadap-demam-berdarah-dengue-dbd-di-musim-pancaroba/
Diakses pada 20 Juli 2020
Berkeley Wellness. https://www.berkeleywellness.com/self-care/preventive-care/article/how-weather-affects-your-health
Diakses pada 20 Juli 2020
Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/out-in-the-cold
Diakses pada 20 Juli 2020
Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system
Diakses pada 20 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/can-a-sudden-drop-in-temperature-make-you-sick
Diakses pada 20 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-c-benefits
Diakses pada 20 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/diet/supplement-guide-vitamin-e#1-3
Diakses pada 20 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/supplement-guide-vitamin-a#1
Diakses pada 20 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/symptoms-causes/syc-20351635
Diakses pada 20 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323431
Diakses pada 20 Juli 2020
National Institute of Health. https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/flu-virus-fortified-colder-weather
Diakses pada 20 Juli 2020
The University of Manchester. https://www.manchester.ac.uk/discover/news/link-between-weather-and-chronic-pain-is-emerging-through-an-innovative-national-smartphone-research-project
Diakses pada 20 Juli 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24462921/
Diakses pada 20 Juli 2020
American Journal of Epidemiology. https://academic.oup.com/aje/article/160/11/1047/142576
Diakses pada 20 Juli 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0165032716306553
Diakses pada 20 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait