Murah Meriah, Ini Manfaat Oncom bagi Kesehatan

(0)
16 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Oncom adalah makanan yang sering dikonsumsi tapi tidak banyak yang tahu manfaatnyaOncom adalah makanan yang sering dikonsumsi, tapi jarang yang tahu manfaatnya
Bicara soal makanan murah namun bergizi tinggi, oncom adalah salah satu pilihan yang sangat baik. Oncom kaya akan protein yang diperlukan tubuh serta mengandung nilai gizi lain yang berguna bagi kesehatan secara umum.Oncom adalah makanan tradisional Indonesia yang dibuat dari bahan dasar bungkil tahu (kedelai yang telah diambil proteinnya dalam pembuatan tahu) dan bungkil kacang tanah maupun ampas tapioka. Di pasaran, Anda mungkin familiar dengan dua jenis oncom, yaitu oncom merah dan oncom hitam.Oncom merah pada umumnya dibuat dari bungkil tahu kemudian dicampur dengan kapang Neurospora sitophila. Sementara itu, oncom hitam dibuat dari bungkil kacang tanah yang dicampur tepung tapioka serta kapang tempe Rhizopus oligosporus.

Kandungan dan manfaat oncom bagi kesehatan

Oncom adalah salah satu makanan dengan kandungan gizi yang cukup lengkap. Dengan makan oncom, Anda akan mendapatkan protein, serat, karbohidrat, lemak, air, zat besi, kalium, serta natrium.Namun, kadar gizi tersebut tergantung dari jenis oncom yang Anda makan. Penelitian menunjukkan oncom hitam mengandung protein lebih besar sekitar 8,6 persen di setiap sajiannya, sedangkan oncom merah mengandung protein sekitar 4,9 persen saja.Penelitian juga mengungkapkan bahwa dalam 100 gram oncom terdapat nutrisi, seperti:
  • Air 87,46 persen
  • Protein 13 gram
  • Energi 187 kkal
  • Lemak 6 gram
  • Karbohidrat 22,6 gram
  • Kalsium 96 mg
  • Fosfor 115 mg
  • Zat besi 27 mg
  • Vitamin B1 0,09 mg.
Berdasarkan kandungan gizi tersebut, beberapa manfaat kesehatan pada oncom adalah:

1. Mencegah perut kembung

Tidak perlu khawatir perut Anda akan terasa kembung setelah makan oncom. Pasalnya, proses fermentasi oleh Neurospora sitophila dan kapang Rhizopus oligosporus dapat mencegah perut menghasilkan gas berlebih sehingga tidak mengakibatkan munculnya rasa kembung.

2. Menyehatkan saluran cerna

Proses fermentasi yang dilakukan kapang membuat beberapa oligosakarida sederhana, seperti sukrosa, rafinosa, dan stakhiosa menurun pesat. Rafinosa dan stakhiosa inilah yang masih tinggi pada kedelai maupun kacang tanah serta bisa membuat Anda merasa mulas atau rasa tidak enak pada perut.

3. Sumber energi

Kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi pada oncom adalah sumber energi yang baik dan aman bagi tubuh. Selain itu, kandungan gizi pada oncom juga baik untuk pertumbuhan jaringan tubuh pada janin.

4. Mengurangi kolesterol

Manfaat lain dari oncom adalah mengurangi kolesterol dan meningkatkan ekskresi steroid tinja. Kandungan serat pada oncom juga dapat merangsang produksi rantai pendek asam lemak oleh mikroflora usus sehingga kadar kolesterol dalam tubuh juga ikut berkurang.

Tetap hati-hati saat mengonsumsi oncom

Meski oncom memiliki banyak manfaat dan dapat menjadi sumber protein alternatif, tetap ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika memakannya. Salah satu hal penting dalam konsumsi oncom adalah memastikan kebersihan dalam proses pembuatannya.Sanitasi yang baik dalam pembuatan oncom bertujuan mencegah berkembangnya jenis mikroba seperti Aspergillus flavus yang menghasilkan racun aflatoksin sehingga berpotensi memicu risiko kanker. Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah memastikan konsumsi oncom dalam keadaan segar, yakni maksimal 1-2 hari setelah disimpan pada suhu ruang.Oncom yang sudah disimpan lama akan berkurang kandungan proteinnya karena terjadi degradasi oleh enzim proteolitik. Proses degradasi ini akan mengakibatkan terbentuknya amonia dalam oncom yang justru membuatnya tidak lagi layak dikonsumsi.Agar oncom tidak cepat rusak, Anda dapat menyimpannya di kulkas dengan dibungkus kertas aluminium foil terlebih dahulu agar oncom dapat bertahan lebih dari 7 hari. Cara lain untuk mengawetkan oncom adalah mengolahnya menjadi makanan, misalnya tutug oncom.
makanan sehat
Jurnal Biologi LIPI. https://e-journal.biologi.lipi.go.id/index.php/berita_biologi/article/view/1421/1302
Diakses pada 30 Juni 2020
Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia. https://jurnal.uns.ac.id/jkpk/article/download/39428/26031
Diakses pada 30 Juni 2020
Repository Unimus. http://repository.unimus.ac.id/3164/4/11.%20BAB%20II-converted.pdf
Diakses pada 30 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait