Muntah Saat Puasa, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Muntah saat puasa bisa terjadi karena riwayat gangguan pencernaan
Muntah saat puasa mungkin terjadi akibat makanan atau minuman yang dikonsumsi saat sahur

Saat menjalankan ibadah puasa, pola makan Anda akan berubah dari biasanya. Tak jarang bila gangguan pencernaan dapat muncul setelah sahur atau di tengah-tengah aktivitas puasa Anda pada siang hari. Salah satu kondisi yang mungkin paling sering dialami adalah muntah saat puasa.

Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana mencegah muntah saat puasa?

Berbagai penyebab muntah saat puasa

Rasa mual dan ingin muntah kadang terjadi saat Anda tengah menjalani puasa, terutama pada beberapa hari pertama puasa Ramadan dilakukan. Hal ini bisa disebabkan oleh sistem pencernaan tengah beradaptasi dengan pola makan yang berbeda dari biasanya.

Umumnya, penyebab muntah saat puasa dapat terjadi karena riwayat gangguan pencernaan serta makanan atau minuman yang Anda konsumsi saat sahur dan berbuka puasa. Selain itu, aktivitas sehari-hari atau faktor pemicu lainnya juga dapat memengaruhi keinginan Anda untuk muntah saat tengah menjalani ibadah puasa.

Sebenarnya, muntah bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, jika terjadi terus menerus dan apa yang dikeluarkan oleh tubuh cukup banyak, muntah bisa jadi merupakan suatu gejala kondisi medis tertentu. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui penyebab muntah saat puasa berikut ini.

1. Makan berlebihan atau terlalu cepat saat sahur

Makan berlebihan saat sahur bisa jadi penyebab muntah saat puasa
Makan berlebihan menyebabkan lambung bekerja terlalu berat dalam mencerna makanan

Salah satu penyebab muntah saat puasa adalah makan berlebihan atau terlalu cepat saat sahur. Ya, saat lambung tidak sanggup lagi menampung atau mencerna makanan yang terlalu banyak, sistem pencernaan akan memaksa makanan agar keluar dari tubuh melalui muntah.

Hal ini dapat disebabkan oleh aktivitas lambung yang terlalu berat dalam mencerna makanan yang Anda makan.

2. Makan makanan berminyak saat sahur

Makanan berminyak jadi pemicu muntah saat puasa
Makanan berminyak, seperti gorengan, memiliki kandungan lemak yang tinggi

Penyebab muntah saat puasa berikutnya adalah terlalu banyak makan makanan berminyak saat sahur.

Makanan yang berminyak memiliki kandungan lemak yang tinggi. Ketika Anda terlalu banyak makan makanan berminyak saat sahur, perut menjadi lebih lamban dalam mencerna atau mengosongkan makanan dari lambung Anda.

Akibatnya, tidak jarang rasa mual menjadi muncul sehingga menyebabkan Anda muntah di tengah-tengah aktivitas puasa.

3. Sering makan pedas saat sahur

Sering makan pedas bisa berakibat mual dan muntah saat puasa
Sering makan pedas saat sahur bisa memicu berbagai gangguan pencernaan

Makanan pedas memang terasa nikmat dan dapat meningkatkan nafsu makan. Namun, terlalu banyak makan pedas, terutama saat sahur, dapat berisiko memicu beberapa masalah kesehatan, termasuk muntah.

Pada orang-orang yang memiliki riwayat gangguan pencernaan, seperti asam lambung yang naik ke tenggorokan (acid reflux), gastritis, hingga tukak lambung, sering makan makanan pedas dapat memperparah gejala penyakit tersebut yang ditandai dengan gejala mual dan muntah.

4. Langsung tidur setelah makan sahur

Tidur setelah sahur bisa berisiko menyebabkan muntah saat puasa
Tidur setelah makan sahur bisa berisiko menyebabkan Anda muntah saat puasa

Langsung tidur setelah makan sahur bisa menjadi salah satu pemicu rasa mual mendera sehingga menyebabkan Anda muntah saat puasa.

Hal ini terutama dialami oleh para penderita GERD (Gastroesophageal reflux disease) atau asam lambung meningkat.

Bagaimana cara mencegah muntah saat puasa?

Untuk mencegah muntah saat puasa, sebaiknya Anda mengatur pola makan saat sahur dan berbuka puasa. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai cara mencegah saat puasa adalah:

1. Makan makanan secara perlahan dan tidak berlebihan

Ketika makan sahur, sebaiknya Anda makan dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan. Selain itu, Anda perlu mengunyah makanan secara perlahan agar lambung dapat bekerja mencerna makanan dengan baik.

2. Hindari makanan yang pedas dan berminyak

Pada saat makan sahur, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Upayakan untuk memenuhi asupan nutrisi harian tubuh yang berasal dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, daging merah, dan susu.

Sebaiknya, hindari makanan yang pedas, berminyak, berlemak, dan berbumbu tajam untuk mencegah risiko muntah saat puasa.

3. Makan makanan yang hambar atau tanpa rasa

Salah satu cara mencegah muntah saat puasa adalah dengan makan makanan yang hambar atau tidak mengandung kaya rasa saat sahur. Misalnya, roti tawar atau biskuit.

Jenis makanan yang tidak mengandung kaya rasa dapat menyerap asam lambung dan menenangkan perut agar tidak terjadi mual yang menyebabkan muntah.

Jika Anda memiliki kondisi mual yang cukup kronis, sebaiknya pilih sajian makanan sahur dengan berbagai sayuran dan protein yang cukup agar tidak menyebabkan gangguan pencernaan.

4. Jangan langsung tidur setelah makan sahur

Cara mencegah muntah saat puasa lainnya adalah dengan menghindari langsung berbaring sesaat setelah makan sahur. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi sistem pencernaan mencerna makanan yang Anda makan.

Jika Anda membutuhkan waktu tidur setelah sahur, sebaiknya akali dengan mencuci peralatan makan sahur, berjalan-jalan di area rumah, atau duduk di tempat tidur seraya menopang bagian belakang tubuh dengan bantal selama beberapa menit.

Bagi umat muslim, Anda bisa juga menunaikan ibadah shalat subuh terlebih dahulu sebelum kembali tidur setelah waktu sahur berakhir.

Perlukah ke dokter bila mengalami muntah saat puasa?

Anda perlu memeriksakan diri ke dokter apabila muntah saat puasa diiringi dengan gejala lain, seperti:

  • Muntah yang dicurigai disebabkan oleh keracunan makan
  • Muntah yang berlangsung lebih dari 24 jam
  • Muntah disertai darah
  • Nyeri dada
  • Sakit perut parah atau kram
  • Penglihatan yang buram
  • Kebingungan atau linglung
  • Demam tinggi dan leher yang kaku
  • Sakit kepala berat
  • Feses berbau atau muntahan yang berbau seperti kotoran
  • Perdarahan rektal
  • Ada tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, berkurangnya frekuensi buang air kecil atau urine berwarna gelap

informasi selengkapnya mengenai tips puasa

Catatan dari SehatQ

Muntah bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Namun, muntah bisa jadi merupakan suatu gejala kondisi medis tertentu. Nah, dengan mengetahui penyebab muntah saat puasa, Anda bisa melakukan pencegahan yang tepat agar ibadah puasa selama bulan Ramadan dapat berjalan dengan maksimal.

Healthline. https://www.healthline.com/health/vomiting

Diakses pada 14 April 2020

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/8106-nausea--vomiting/when-to-call-the-doctor

Diakses pada 14 April 2020

Web Md. https://www.webmd.com/digestive-disorders/understanding-nausea-vomiting-treatment

Diakses pada 14 April 2020

Web Md. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-nausea-vomiting#1

Diakses pada 14 April 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/digestive-health/diet/foods-that-help-relieve-nausea/#03

Diakses pada 14 April 2020

Food ndtv. https://food.ndtv.com/food-drinks/what-happens-to-your-stomach-when-you-eat-over-spicy-food-1793511

Diakses pada 14 April 2020

Time. https://time.com/4996776/greasy-food-bad-for-you/

Diakses pada 14 April 2020

Artikel Terkait