Waspadai Muntah Proyektil: Bayi Muntah dan Menyembur dalam Jumlah Banyak

Muntah dengan jumlah banyak pada bayi biasa disebut dengan muntah proyektil
Muntah proyektil menimbulkan kekhawatiran dalam diri orangtua.

Tidak ada orangtua yang tak ingin bayinya tumbuh sehat dengan memberi asupan seperti ASI atau susu formula. Namun apa jadinya jika proses menyusui tidak berjalan mulus karena bayi kerap muntah proyektil?

Memang benar, sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna. Itu sebabnya mereka kerap mengeluarkan kembali ASI atau susu formula usai menyusui. Meski demikian, ada yang perlu diwaspadai, yaitu ketika bayi mengalami muntah proyektil.

Berbeda dengan refluks (gumoh) ketika bayi mengeluarkan sedikit susu usai menyusui, muntah proyektil memiliki ciri yang berbeda.

Simak lebih jauh apa penyebabnya.

[[artikel-terkait]]

5 Ciri muntah proyektil

Sama seperti muntah pada orang kebanyakan, muntah proyektil bisa di kenali dari cara bayi mengeluarkan cairan. Bayi akan muntah dengan cepat, instan, dan cairannya terlempar jauh,dan biasanya cairan yang dimuntahkan cukup banyak.

Apabila bayi hanya gumoh, mereka bisa kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa. Cukup menggendong dalam posisi burping maka mereka akan kembali merasa nyaman.

Namun muntah proyektil punya ciri-ciri berbeda:

  • cairan susu keluar dengan kuat, bukan perlahan dari mulut atau easy flow
  • tidak ada tanda-tanda sebelum muntah
  • bisa terjadi usai menyusui atau beberapa jam kemudian
  • terjadi terus-menerus seakan bayi menolak asupan cairan
  • buang air besar dan kecil sangat jarang

Jadi, ketika anak kerap mengalami muntah, perhatikan gejalanya. Segera periksakan ke dokter apabila anak terus menerus menolak asupan cairan.

Hal yang paling dikhawatirkan adalah bayi mengalami dehidrasi akibat muntah proyektil ini.

4 penyebab muntah proyektil

Sebelum mengambil tindakan, penting untuk tahu mengapa muntah proyektil terjadi. Terlebih, apabila Anda telah menyendawakan bayi dengan menggendong posisi tegak, namun muntah masih saja terjadi.

Muntah proyektil pada bayi terjadi karena beberapa hal, di antaranya:

  • Stenosis pilorus

Muntah proyektil pada bayi hampir selalu disebabkan stenosis pilorus. Ini adalah kondisi ketika pilorus atau saluran antara lambung dan usus kecil bayi menyempit.

Akibatnya, bayi sulit mencerna nutrisi dan cairan yang masuk ke tubuh. Lebih jauh lagi, kondisi stenosis pilorus akan menutup jalur makanan dari perut ke usus kecil.

  • GERD (Gastroesophaeal Reflux Disease)

Gastroesophaeal Reflux Disease tak hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja. Bayi pun bisa mengalaminya. Dalam situasi yang parah, makanan yang masuk justru kembali ke esofagus atau kerongkongan.

Selain itu, tanda-tanda GERD pada bayi lainnya adalah memuntahkan cairan berwarna kuning atau hijau, sulit bernapas, hingga menolak menyusu atau makan.

  • Alergi

Respons alergi pada bayi tak melulu dalam bentuk kulit memerah, gatal, atau munculnya ruam. Muntah proyektil juga bisa menjadi respon bayi ketika alergi terhadap jenis makanan tertentu.

Konsultasikan pada dokter atas kemungkinan ini. Bagi bayi yang menyusui langsung, periksa apa yang dikonsumsi ibu sebelum menyusui untuk membantu deteksi alergi.

  • Oversupply ASI atau susu formula

Kondisi lain yang bisa menyebabkan muntah proyektil adalah oversupply ASI. Ketika hal ini terjadi, bayi harus menelan dengan cepat. Akibatnya, perut akan kelebihan udara dan berpotensi membuat muntah.

Bagi bayi yang minum susu formula, masuknya udara ke perut bisa terjadi saat mereka meminum susu dari botol dot dengan ukuran terlalu besar untuk usianya.

Jangan sepelekan ketika bayi muntah dengan kuat dan mengeluarkan cairan selain susu. Contohnya berwarna hijau, kuning, berdarah, atau mengandung material berbentuk seperti bubuk kopi.

Apabila muntah proyektil membuat bayi Anda semakin tidak nyaman seperti lemas, kurang cairan, enggan menyusu, dan menangis kesakitan, segera ambil tindakan.

Biasanya, masalah stenosis pilorus pada bayi dapat diatasi dengan cara operasi kecil. Operasi minim risiko ini dapat membantu bayi bisa menerima asupan nutrisi dengan baik.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321034.php
Diakses 12 Mei 2019

NHS. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/vomiting-in-children-and-babies
Diakses 12 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/projectile-vomiting#infants-and-children
Diakses 12 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby/art-20044329
Diakses 12 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed