Penyebab dan Cara Mencegah Bayi Muntah Menyembur Habis Minum ASI


Bayi muntah menyembur saat menyusu sebetulnya wajar karena sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna. Namun waspadai muntah proyektil jika muntahnya banyak dan menyembur.

(0)
20 May 2019|Azelia Trifiana
Bayi muntah menyembur dapat menyebabkan dehidrasiPeriksakan ke dokter jika bayi sering mengalami muntah ASI atau gumoh yang berlebihan
Setiap orangtua pasti ingin bayinya tumbuh besar dengan sehat. Itu kenapa proses menyusui, baik dengan ASI atau susu formula, adalah tahapan paling penting dalam 1000 hari pertama kehidupan bayi sampai beberapa bulan ke depan. Namun, apa jadinya jika proses menyusui tidak berjalan mulus karena bayi kerap muntah menyembur (muntah proyektil)?Berbeda dengan refluks (gumoh) ketika bayi mengeluarkan sedikit susu usai menyusui, muntah pada bayi memiliki ciri yang berbeda.Simak lebih jauh apa itu muntah proyektil dan penyebab bayi muntah menyembur serta cara mengatasinya seperti berikut.

Apa itu muntah proyektil?

Muntah proyektil adalah kondisi di mana bayi mengangkat isi lambung dengan kuat. Ini bisa disebabkan karena sistem pencernaan bayi memang belum berkembang sempurna. Itu sebabnya bayi kerap gumoh, yaitu mengeluarkan kembali ASI atau susu formula usai menyusu.Meski demikian, Anda harus waspada ketika bayi mengalami muntah setiap sehabis menyusu. Kondisi ini mungkin bisa disebabkan karena adanya penyumbatan akibat penebalan otot di saluran keluar perut. Jika bayi Anda mengalaminya, maka segera temui dokter.[[artikel-terkait]]

Ciri-ciri bayi muntah menyembur atau proyektil

Apabila bayi hanya gumoh, cairan yang keluar biasanya hanya sedikit dan tampak seperti mengalir atau menetes dari mulut. Sehabis gumoh, bayi juga akan menjadi lebih baik ketika sudah bersendawa.Namun, muntah proyektil punya gejala-gejala yang berbeda dan bisa dikenali dari cara bayi mengeluarkan cairan. Muntah yang proyektil umumnya ditandai dengan bayi akan langsung muntah dengan cepat akibat adanya peningkatan tekanan pada lambung dan cairannya menyembur jauh. Biasanya cairan yang dimuntahkan cukup banyak.Berikut adalah tanda-tanda bayi muntah proyektil:
  • Cairan susu keluar menyembur dengan kuat, bukan mengalir atau menetes perlahan dari mulut.
  • Tidak ada tanda-tanda rewel sebelum muntah.
  • Bisa terjadi usai menyusui atau beberapa jam kemudian.
  • Terjadi terus-menerus seakan bayi menolak asupan cairan.
  • Buang air besar dan buang air kecil sangat jarang.
Jadi, ketika bayi dan anak kerap mengalami muntah, perhatikan gejalanya. Segera periksakan ke dokter apabila anak terus menerus menolak asupan cairan.Hal yang paling dikhawatirkan adalah bayi mengalami dehidrasi hingga penurunan berat badan drastis akibat muntah menyembur yang berlangsung terus menerus.

Penyebab bayi muntah menyembur atau proyektil

Sebelum mengambil tindakan, penting untuk tahu penyebab muntah pada bayi. Terlebih apabila Anda telah menyendawakan bayi dengan menggendong dalam posisi tegak, namun muntah masih saja terjadi.Penyebab bayi muntah menyembur atau proyektil dapat dikarenakan sejumlah kondisi berikut:

1. Stenosis pilorus

Salah satu penyebab muntah proyektil pada bayi yang paling umum adalah karena stenosis pilorus. Ini adalah kondisi ketika pilorus atau saluran antara lambung dan usus kecil bayi menyempit.Akibatnya, bayi sulit mencerna nutrisi dan cairan yang masuk ke tubuh. Lebih jauh lagi, kondisi stenosis pilorus akan menutup jalur makanan dari perut ke usus kecil.Biasanya, masalah stenosis pilorus pada bayi dapat diatasi dengan cara operasi kecil. Operasi minim risiko ini dapat membantu bayi bisa menerima asupan nutrisi dengan baik.

2. GERD (Gastroesophaeal Reflux Disease)

Gastroesophaeal Reflux Disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang umum dialami oleh bayi dan ditandai dengan kenaikan asam lambung berulang dalam jangka panjang.GERD tak hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja. Bayi pun bisa mengalaminya.GERD menyebabkan ASI yang masuk justru kembali naik ke esofagus atau kerongkongan bersama dengan cairan asam lambungnya.Tanda-tanda muntah menyembur akibat GERD pada bayi adalah memuntahkan cairan berwarna kuning atau hijau, sulit bernapas, hingga menolak menyusu atau makan.

3. Alergi

Respons alergi pada bayi tak melulu dalam bentuk kulit memerah, gatal, atau munculnya ruam. Muntah proyektil juga bisa menjadi respon bayi ketika alergi terhadap jenis makanan tertentu.Konsultasikan pada dokter atas kemungkinan ini. Bagi bayi yang menyusui langsung, periksa apa yang dikonsumsi ibu sebelum menyusui untuk membantu deteksi alergi.4. Kebanyakan minum ASI atau susu formulaKondisi lain yang bisa menyebabkan muntah proyektil adalah oversupply ASI atau pemberian susu terlalu banyak. Ketika hal ini terjadi, bayi harus menelan dengan cepat. Akibatnya, perut akan kelebihan udara dan berpotensi muntah.Bagi bayi yang minum susu formula, masuknya udara ke perut bisa terjadi saat mereka meminum susu dari botol dot dengan ukuran terlalu besar untuk usianya. Jangan sepelekan ketika bayi muntah dengan kuat dan mengeluarkan cairan selain susu. Contohnya berwarna hijau, kuning, berdarah, atau mengandung material berbentuk seperti bubuk kopi.Apabila kondisi ini membuat bayi Anda semakin tidak nyaman seperti lemas, kurang cairan, enggan menyusu, dan menangis kesakitan, segera ambil tindakan.Terutama jika anak Anda terus muntah dan tampak pucat, segera bawa ke dokter. Jangan berikan obat untuk menghentikan muntahnya.

Cara mencegah muntah menyembur

Gerak usus atau refluks dapat diredam dengan menjaga posisi bayi saat makan. Anda bisa mencoba tips berikut untuk mencegah bayi muntah menyembur:
  • Memberi makan bayi saat di posisi tegak
  • Angkat bayi Anda setelah makan
  • Letakkan bayi Anda di sisi kiri
  • Hindari menggoyang bayi setelah makan
Untuk mengatasi refluks ringan, Anda bisa mengentalkan makanan bayi dengan tepung jagung atau pengental makanan bayi.Bayi dan anak-anak memang pada dasarnya sering muntah dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Setelah muntah, anak Anda mungkin akan merasa haus dan lapar.Agar bayi tidak dehidrasi, ketika sudah berusia 6 bulan atau lebih, Anda disarankan untuk memberi air putih setelah bayi muntah. Selain mencegah dehidrasi, susu atau air juga dapat membantu membersihkan asam lambung dalam tubuh bayi.Untuk mengatasi bayi muntah menyembur atau proyektil, hindari konsumsi obat-obatan tanpa resep dokter. Segera berkonsultasi dengan dokter jika muntah pada bayi diikuti dengan gejala seperti dehidrasi, muntah terus menerus selama dua hari hingga perut terasa keras dan bayi kerap rewel. Dokter selanjutnya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengukur seberapa parah muntah yang dialami bayi guna memberikan penanganan yang tepat sesuai usia si Kecil.
bayimuntahanak muntahstenosis pilorus
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321034.php
Diakses 12 Mei 2019
NHS. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/vomiting-in-children-and-babies
Diakses 12 Mei 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/projectile-vomiting#infants-and-children
Diakses 12 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby/art-20044329
Diakses 12 Mei 2019
Betterhealth. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/children-and-vomiting
Diakses 19 Maret 2020
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/children-and-vomiting Diakses pada 27 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait