Ini Penyebab Hiperemesis Gravidarum dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai


Mual di pagi hari atau morning sickness, wajar dialami oleh wanita yang sedang hamil. Namun, ada yang mengalaminya dalam kondisi lebih parah. Bahkan, sejumlah wanita hamil muda mengalami kondisi yang disebut sebagai hiperemesis gravidarum.

(0)
09 Apr 2019|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Perubahan hormon bisa menjadi salah satu penyebab hiperemesis gravidarumMeski tidak bisa disembuhkan, Anda bisa melakukan sejumlah langkah untuk meringankan mual akibat hiperemesis gravidarum saat hamil muda
Mual di pagi hari atau morning sickness, wajar dialami oleh wanita yang sedang hamil. Namun, ada yang mengalaminya dalam kondisi lebih parah. Bahkan, sejumlah wanita hamil muda mengalami kondisi yang disebut sebagai hiperemesis gravidarum.Kondisi ini memang tidak bisa disembuhkan. Namun tenang saja, hiperemesis gravidarum ini sifatnya sementara, dan ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk meringankannya.

Penyebab hiperemesis gravidarum

Penyebab hiperemesis gravidarum masih belum diketahui secara pasti. Namun, dikutip dari My Cleveland Clinic, diduga kuat hiperemesis gravidarum pada wanita hamil muda berkaitan dengan peningkatan hormon.Adapun faktor risiko yang bisa menjadi penyebab hiperemesis gravidarum juga  berasal dari kondisi medis tertentu.Seorang wanita yang memiliki kondisi-kondisi berikut ini, berpotensi lebih besar mengalami hiperemesis gravidarum.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat hiperemesis gravidarum
  • Menjalani kehamilan bayi kembar
  • Kelebihan berat badan
  • Menjalani kehamilan pertama
  • Penyakit trofoblastik (pertumbuhan sel secara abnormal di dalam rahim)
Jika pernah mengalami kondisi ini pada kehamilan pertama, maka Anda berisiko untuk kembali menderita hiperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Wanita dalam masa hamil muda trimester pertama yang mengalami hiperemesis gravidarum, akan sering muntah, dengan intensitas yang konstan. Kondisi ini memicu persoalan lain, seperti dehidrasi dan penurunan berat badan.Baca juga: 19 Gejala Kehamilan yang Wajib Diketahui Setiap Wanita

Gejala hiperemesis gravidarum

Gejala hiperemesis gravidarum yang utama adalah mengalami mual dan muntah saat hamil lebih dari 3-4 kali sehari. Diagnosis hiperemesis gravidarum dapat dilihat dari perkembangan gejalanya hingga tes lanjutan seperti pemeriksaan urine.Umumnya, morning sickness akan menghilang pada akhir semester pertama kehamilan. Namun, hiperemesis gravidarum (HG) berlangsung lebih lama. Anda bisa merasakannya di antara minggu ke-4 hingga ke-6 kehamilan.Selain mengalami rasa mual dan muntah secara berlebihan, penderita juga akan mengalami gejala hiperemesis gravidarum lainnya, seperti:Kondisi ini biasanya akan menjadi lebih berat pada minggu ke-9 hingga ke-13 masa kehamilan. Dalam masa ini, seorang wanita hamil akan mengalami muntah berat. Bahkan, ada yang kesulitan menjalankan aktivitas sehari-harinya akibat hiperemesis gravidarum.

Tingkatan hiperemesis gravidarum

Selain mengenali penyebab hiperemesis gravidarum, ibu hamil juga perlu mengenali tingkatan keparahan kondisi ini dari gejalanya. Tingkatan hiperemesis gravidarum tahapannya adalah sebagai berikut:
  • Tahap satu: Ibu hamil terus menerus muntah selama 3-4 kali sehari dan tidak bisa makan atau minum dalam 24 jam
  • Tahap kedua: Kondisi ibu hamil semakin lemah ditunjukkan dengan denyut nadi yang melemah dan bola mata mulai menguning disertai demam.
  • Tahap ketiga: Di tahap terakhir ini, keadaan ibu hamil semakin parah dan bisa mengalami penurunan kesadaran, koma, denyut nadi semakin melemah, demam hingga tekanan darah menurun. Di tahap ini, perkembangan janin mulai terganggu dan bisa menyebabkan kelainan otak serta gangguan hati.
Sebelum berkembang dan menyebabkan kondisi yang lebih parah, saat mengalami mual dan muntah berlebihan, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter.Baca juga: Komplikasi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil, Salah Satunya Anemia

Komplikasi hiperemesis gravidarum pada wanita hamil muda

Tak hanya bagi Anda, hiperemesis gravidarum pun berdampak pada janin di dalam kandungan. Berikut ini adalah kondisi dan organ tubuh yang bisa mengalami komplikasi akibat hiperemesis gravidarum:
  • Kehilangan berat badan. Wanita bisa kehilangan lima persen berat badannya
  • Ginjal tak lagi bekerja dengan baik. Akibatnya, Anda menjadi jarang buang air kecil
  • Otot Anda bisa melemah akibat malnutrisi, kekurangan cairan, dan kurang beristirahat
  • Produksi air liur akan meningkat, saat Anda mengalami hiperemesis gravidarum. Akibatnya, Anda bisa semakin mual karena menelan ludah terlalu banyak
Kondisi ini memang tidak sampai membuat bayi keguguran. Namun, jika penanganan tidak segera dilakukan, kondisi ini bisa menyebabkan organ tubuh ibu hamil gagal berfungsi dengan baik, sehingga bayi bisa lahir prematur.

Perawatan untuk Hiperemesis Gravidarum

Saat mengalami hiperemesis gravidarum selama kehamilan, Anda membutuhkan perawatan bahkan mungkin hingga dirawat di rumah sakit. Sebab tanpa perawatan, bayi berpotensi lahir prematur, atau mengalami kekurangan berat badan. Tentu saja dua hal tersebut berbahaya bagi kesehatannya.Cara paling sederhana untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan mengubah gaya hidup ibu hamil. Anda disarankan untuk makan dengan porsi lebih kecil, tapi lebih sering. Begitu pula halnya saat minum. Sebaiknya Anda menggunakan sedotan untuk minum.Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan tidur, dan mengurangi stres. Selain itu, Anda bisa mengonsumsi 1-1,5 gram jahe setiap hari. Anda bisa mencampurkannya dengan teh.Dokter pun meresepkan vitamin pyrodoxine, yang juga dikenal sebagai vitamin B6. Vitamin B1 atau thiamine juga mampu mengurangi muntah-muntah. Apabila dibutuhkan, dokter akan merujuk Anda untuk menjalani perawatan di rumah sakit.Jika ingin berkonsultasi secara langsung pada dokter seputar penyebab hiperemesis gravidarum dan cara untuk mencegahnya, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilanmualhamilkehamilanmuntahmorning sickness
WebMD. https://www.webmd.com/baby/what-is-hyperemesis-gravidarum#1
Diakses pada 8 April 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum#risk-factors
Diakses pada 8 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait