Muntah Parah saat Hamil Muda Bisa Menandakan Hiperemesis Gavidarum

Mual karena hiperemesis gravidarum di masa hamil muda dapat menyebabkan komplikasi kehamilan
Meski tidak bisa disembuhkan, Anda bisa melakukan sejumlah langkah untuk meringankan mual akibat hiperemesis gravidarum saat hamil muda.

Mual di pagi hari atau morning sickness, wajar dialami oleh wanita yang sedang hamil. Namun, ada yang mengalaminya dalam kondisi lebih parah. Bahkan, sejumlah wanita hamil muda mengalami kondisi yang disebut sebagai hiperemesis gravidarum.

Kondisi ini memang tidak bisa disembuhkan. Namun tenang saja, hyperemesis gravidarum ini sifatnya sementara, dan ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk meringankannya.

Seperti Apa Hiperemesis Gravidarum Selama Hamil Muda?

Wanita dalam masa hamil muda yang mengalami hyperemesis gravidarum, akan sering muntah, dengan intensitas yang konstan. Kondisi ini memicu persoalan lain, seperti dehidrasi dan penurunan berat badan.

Umumnya, morning sickness akan menghilang pada akhir semester pertama kehamilan. Namun, hiperemesis gravidarum (HG) berlangsung lebih lama. Anda bisa merasakannya di antara minggu ke-4 hingga ke-6 kehamilan.

Kondisi ini akan menjadi lebih berat pada minggu ke-9 hingga ke-13 kehamilan. Dalam masa ini, seorang wanita hamil akan mengalami muntah berat. Bahkan, ada yang kesulitan menjalankan aktivitas sehari-harinya akibat hiperemesis gravidarum.

Penyebab kondisi ini memang masih belum diketahui. Namun para dokter yakin, hiperemesis gravidarum pada wanita hamil muda, berkaitan dengan peningkatan hormon. Jika pernah mengalami kondisi ini pada kehamilan pertama, maka Anda berisiko untuk kembali menderita hiperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Untuk membantu meringankan kondisi ini, Anda bisa mengonsumsi multivitamin, sebelum merencanakan kehamilan.

Faktor Risiko terhadap Hiperemesis Gravidarum

Seorang wanita yang memiliki kondisi-kondisi berikut ini, berpotensi lebih besar mengalami hiperemesis gravidarum.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat hiperemesis gravidarum
  • Menjalani kehamilan bayi kembar
  • Kelebihan berat badan
  • Menjalani kehamilan pertama
  • Penyakit tropoblastik (pertumbuhan sel secara abnormal di dalam rahim)

Komplikasi Hiperemesis Gravidarum pada Wanita Hamil Muda

Tak hanya bagi Anda, hiperemesis gravidarum pun berdampak pada janin di dalam kandungan. Berikut ini adalah kondisi dan organ tubuh yang bisa mengalami komplikasi akibat hiperemesis gravidarum.

1. Berat Badan:

Wanita bisa kehilangan lima persen berat badannya.

2. Ginjal:

Ginjal tak lagi bekerja dengan baik. Akibatnya, Anda menjadi jarang buang air kecil.

3. Otot:

Otot Anda bisa melemah akibat malnutrisi, kekurangan cairan, dan kurang beristirahat.

4. Air liur:

Produksi air liur akan meningkat, saat Anda mengalami hiperemesis gravidarum. Akibatnya, Anda bisa semakin mual karena menelan ludah terlalu banyak.

Perawatan untuk Hiperemesis Gravidarum

Saat mengalami hiperemesis gravidarum selama kehamilan, Anda membutuhkan perawatan. Sebab tanpa perawatan, bayi berpotensi lahir prematur, atau mengalami kekurangan berat badan. Tentu saja dua hal tersebut berbahaya bagi kesehatannya.

Cara paling sederhana untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan mengubah gaya hidup. Anda disarankan untuk makan dengan porsi lebih kecil, tapi lebih sering. Begitu pula halnya saat minum. Sebaiknya Anda menggunakan sedotan untuk minum.

Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan tidur, dan mengurangi stres. Selain itu, Anda bisa mengonsumsi 1-1,5 gram jahe setiap hari. Anda bisa mencampurkannya dengan teh.

Dokter pun meresepkan vitamin pyrodoxine, yang juga dikenal sebagai vitamin B6. Vitamin B1 atau thiamine juga mampu mengurangi muntah-muntah.

Apabila dibutuhkan, dokter akan merujuk Anda untuk menjalani perawatan di rumah sakit.

WebMD. https://www.webmd.com/baby/what-is-hyperemesis-gravidarum#1
Diakses pada 8 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum#risk-factors
Diakses pada 8 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed