Luka pada lambung dan maag dapat menjadi penyebab dari muntah darah
Muntah darah karena maag disebabkan adanya luka pada lambung

Maag atau dispepsia adalah gangguan pada sistem pencernaan. Meski bukan termasuk penyakit, tetapi maag tidak boleh dianggap sepele. Beberapa kasus ditemukan seseorang mengalami muntah darah karena maag.

Maag merupakan kondisi peradangan pada lambung. Peradangan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat menimbulkan komplikasi hingga tukak lambung.

Selain infeksi, konsumsi obat antinyeri tertentu juga berpotensi merusak dinding lambung. Konsumsi alkohol yang berlebih pun memengaruhi terjadinya gastritis.

[[artikel-terkait]]

Tidak semua darah pada muntahan disebut muntah darah

Muntah darah atau hematemesis merupakan kondisi di mana muntah bercampur dengan darah atau hanya darah saja. Bercak-bercak atau titik-titik darah terkadang belum tentu muntah darah.

Warna darah pada muntahan bisa berwarna merah terang, merah gelap, atau juga cokelat gelap seperti warna kopi. Warna dapat menunjukkan di mana kemungkinan terjadi perdarahan.

Muntah darah karena maag biasanya ditandai dengan warna darah kecokelatan.

Muntah darah karena maag

Muntah merupakan gejala yang cukup sering dialami para penderita dispepsia. Muntah yang keluar dapat disertai darah akibat luka pada lambung. Namun, sebenarnya, bagaimana mekanisme terjadinya muntah darah karena maag?

1. Infeksi bakteri Pylori

Infeksi bakteri Helicobacter pylori biasanya dapat menyebabkan luka pada dinding lambung ketika bakteri berhasil membentuk koloni pada dinding lambung.

Keadaan ini mungkin diperparah oleh kondisi imun seseorang yang lemah, pola makan yang buruk, dan produksi asam lambung yang terganggu.

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berpengaruh pada keadaan dinding lambung dan meningkatkan risiko terinfeksi bakteri ini.

2. Obat antinyeri

Obat antinyeri non-steroid merupakan golongan antinyeri yang dapat menyebabkan kondisi gastritis. Kandungan zat dalam obat tersebut dapat membuat proteksi terhadap dinding lambung berkurang dan ketahanan dinding lambung yang melemah.

Keadaan ini dapat menyebabkan terlukanya dinding lambung hingga memicu terjadinya muntah darah.

3. Alkohol

Konsumsi alkohol jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya gastritis. Riset menyatakan konsumsi alkohol berkonsentrasi 25% dapat merusak proteksi dinding lambung.

Jika terus dikonsumsi lama-kelamaan dinding lambung semakin menipis hingga dapat menimbulkan luka.

Tiga hal di atas merupakan penyebab yang sering menghasilkan kondisi peradangan pada lambung. Kondisi radang ini akan memicu terjadinya maag. Jika memang terdapat luka, maka muntah darah karena maag dapat terjadi.

Jika Anda sering mengalami kondisi maag, cari tahu penyebabnya. Jangan sepelekan kondisi maag yang sering Anda alami. Cegah muntah darah karena maag terjadi pada diri Anda. Jika terjadi, segera bawa ke dokter atau layanan kesehatan terdekat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/vomiting-blood

Diakses 13 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/indigestion/symptoms-causes/syc-20352211

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gastritis/symptoms-causes/syc-20355807

Diakses 13 Mei 2019

Kusters JG, van Vliet AH, Kuipers EJ. Pathogenesis of Helicobacter pylori infection. Clinical microbiology reviews. 2006 Jul 1;19(3):449-90

Sinha M, Gautam L, Shukla PK, Kaur P, Sharma S, Singh TP. Current perspectives in NSAID-induced gastropathy. Mediators of inflammation. 2013;2013

Bujanda L. The effects of alcohol consumption upon the gastrointestinal tract. The American journal of gastroenterology. 2000 Dec;95(12):3374

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed