Mungkinkan Berhubungan Seks saat Haid Menyebabkan Kehamilan?


Berhubungan seks saat haid tetap saja bisa menyebabkan kehamilan sebab pada perempuan yang durasi haidnya lebih panjang, tetap akan terjadi pelepasan sel telur meski menstruasi masih terjadi.

(0)
09 May 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Widiastuti
Berhubungan seks saat haid tetap bisa hamilBerhubungan seks saat haid masih bisa menyebabkan kehamilan
Berhubungan seks saat haid tidak dilarang. Namun jika Anda melakukannya dengan bebas karena merasa tidak ada kemungkinan hamil, maka Anda salah besar. Sebab, saat menstruasi, beberapa perempuan ada yang tetap melepaskan sel telur yang jika dibuahi oleh sperma sehat, bisa saja kemudian berkembang menjadi janin.

Berhubungan seks saat haid tetap bisa menyebabkan kehamilan

Untuk bisa hamil, sel telur harus dibuahi oleh sperma. Sel telur yang bisa dibuahi adalah sel telur yang sudah matang. Pematangan sel telur dan pelepasan yang sudah matang ke rahim, disebut sebagai ovulasi. Ovulasi biasanya terjadi pada hari ke-14 dari siklus menstruasi, jika sikluas menstruasi Anda adalah 28 hari. Sementara itu, jika siklus menstruasi Anda lebih lama, sekitar 35 hari, maka ovulasi akan terjadi pada hari ke-21 dan jika siklus lebih pendek yaitu 21 hari, maka ovulasi biasanya terjadi pada hari ke-7 pada siklus.  Sel telur yang dilepaskan saat ovulasi, hanya bisa bertahan sekitar 12-24 jam. Jadi, jika Anda memang berencana untuk hamil, maka berhubungan intim di waktu-waktu ini sangat disarankan. Namun untuk Anda yang tidak berencana hamil, sebaiknya tidak berhubungan seks di hari ovulasi atau menggunakan kondom saat berhubungan.Setelah memahami konsep ovulasi, maka Anda akan lebih mudah memahami alasan berhubungan seks saat menstruasi masih bisa menyebabkan kehamilan. Ini kertiga alasan tersebut:
  • Saat proses ovulasi terjadi, perdarahan bisa saja keluar dari vagina. Perdarahan itu bukan menstruasi, namun sering dikira sebagai menstruasi. Jika Anda berhubungan seks di waktu ini tanpa menggunakan kondom ataupun kontrasepsi lainnya, maka ada potensi kehamilan bisa terjadi.
  • Pada perempuan yang siklus menstruasinya pendek, ovulasi bisa saja terjadi sebelum darah haid berhenti keluar. Jika sel telur yang keluar saat ovulasi tersebut dibuahi sperma, maka kehamilan bisa terjadi.
  • Jika ovulasi terjadi beberapa hari setelah haid selesai, risiko hamil tetap ada. Sebab, sperma bisa bertahan hingga 3 hari di dalam rahim. Apabila Anda ovulasi 3 hari setelah haid, maka sisa sperma yang ada di dalam rahim masih bisa membuahinya.
Perlu diingat, kemungkinan seorang wanita hamil akibat berhubungan seks saat haid memang tidak besar. Pada hubungan intim yang dilakukan di awal menstruasi, kemungkinannya pun akan semakin kecil. Namun, apabila Anda tidak ingin hamil, maka langkah-langkah pencegahan kehamilan seperti penggunaan kondom, minum pil kb, maupun langkah lainnya, tetap perlu dilakukan.

Bagaimana sperma dapat hidup lebih lama?

Lamanya kehidupan sperma dalam tubuh wanita sangat bervariasi tergantung pada beberapa faktor. Beberapa sperma memiliki masa hidup yang lebih pendek, tergantung pada kondisi vagina, tuba falopi, dan rahim.Pada lingkungan yang kering, seperti baju atau kasur, sperma akan segera mati saat semen sudah kering. Lain halnya dengan sperma dalam air, seperti air hangat, yang akan memperpanjang usia sperma.Meskipun demikian, kemungkinan sperma dalam air masuk ke dalam tubuh wanita dan menyebabkannya hamil merupakan hal yang tidak mungkin terjadi.Setelah ejakulasi, sperma dapat hidup dalam tubuh wanita selama sekitar 5 hari. Cairan dalam saluran reproduksi wanita memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan sperma untuk dapat hidup.

Cara agar tidak hamil saat berhubungan

Jika Anda sedang mencoba untuk hamil, melakukan hubungan seks saat awal menstruasi tidak akan membuat hamil kecuali siklus menstruasi kurang dari 28 hari. Meski demikian, kemungkinan untuk hamil memang selalu ada terutama pada hari-hari berikutnya.Jika Anda tidak mencoba untuk hamil, penting untuk menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom atau minum pil KB. Sebab, siklus ovulasi wanita dapat bervariasi, jadi tetap ada kemungkinan hamil meskipun sangat kecil saat sedang menstruasi.Proses menarik sebelum ejakulasi terkadang tidak dapat mencegah kehamilan. Sebelum ejakulasi terjadi, sejumlah kecil semen (yang disebut sebagai pre-cum) akan keluar dari penis tanpa disadari.Diketahui bahwa jika metode penarikan ini dilakukan dengan benar, kemungkinan untuk hamil masih ada sekitar 4%.Jika Anda mencoba untuk hamil dan belum hamil juga setelah satu tahun atau lebih berhubungan seks tanpa kondom, segera hubungi dokter. Masa ovulasi Anda akan dilacak dan dokter akan melakukan perawatan untuk meningkatkan peluang pembuahan.
siklus haidsekshubungan seksualhamilkehamilanhaidmenstruasibedah mitosmitos
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/what-is-ovulation#preferred-method
Diakses pada 17 Maret 2020
Naturalcycles. https://help.naturalcycles.com/hc/en-us/articles/360003358553--Can-I-ovulate-get-pregnant-during-my-period-
Diakses pada 17 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/sperm-and-semen-faq#1
Diakses pada 17 Maret 2020
MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319669#can-you-get-pregnant-with-the-withdrawal-method
Diakses pada 17 Maret 2020
PlannedParenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/withdrawal-pull-out-method/how-effective-is-withdrawal-method-pulling-out
Diakses pada 17 Maret 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/sex-during-period.html
Diakses pada 14 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait