Muncul Ruam Merah pada Area Mulut? Bisa Jadi Dermatitis Perioral

(0)
06 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Dermatitis perioral adalah jenis dermatitis atau peradangan kulit yang terjadi di sekitar area mulutdermatitis perioral adalah jenis dermatitis atau peradangan kulit yang terjadi di sekitar area mulut
Dermatitis merupakan peradangan pada kulit yang umum dialami oleh masyarakat. Dermatitis pun terdiri atas beberapa jenis. Salah satu tipe yang cukup umum terjadi adalah dermatitis perioral yang ‘menyerang’ area mulut. Apa penyebab dan gejala dermatitis perioral?

Mengenal dermatitis perioral dan gejalanya

Sesuai namanya, dermatitis perioral adalah jenis dermatitis atau peradangan kulit yang terjadi di sekitar area mulut. “Perioral” sendiri memang memiliki arti “sekitar mulut”. Namun, gejala yang muncul juga bisa menyebar ke hidung, dagu, dahi, bahkan ke mata.Dermatitis perioral dapat menimbulkan gejala ruam benjolan merah. Benjolan kecil tersebut terkadang mengandung nanah atau cairan. Benjolan akibat dermatitis perioral juga mungkin menyerupai jerawat.Selain ruam benjolan merah, dermatitis perioral juga dapat memicu sensasi terbakar atau rasa gatal. Sensasi tersebut bisa terjadi apabila ruam pada kulit pasien memburuk.Dermatitis perioral bisa dialami oleh semua kalangan berbagai umur, ras, dan etnis. Namun, dermatitis ini lebih umum terjadi pada wanita yang berusia 16-45 tahun. Dermatitis perioral juga bisa dialami oleh anak-anak di berbagai usia.Kasus dermatitis perioral yang tidak ditangani mungkin bisa hilang sendirinya. Hanya saja, masalah kulit ini berisiko kembali muncul pada pasien. Periode dermatitis perioral bisa berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan.

Apa sebenarnya penyebab dermatitis perioral?

Penggunaan tabir surya dapat menyebabkan dermatitis perioral
Alergi terhadap produk tabir surya dapat menjadi penyebab dermatitis perioral
Hingga saat ini, penyebab pasti dari dermatitis perioral tidak diketahui. Namun, diperkirakan bahwa dermatitis ini terjadi setelah penggunaan kortikosteroid oles dosis kuat untuk mengatasi masalah kulit lain.Nasal spray atau semprotan hidung yang mengandung kortikosteroid dan beberapa kandungan kosmetik juga disebutkan memicu dermatitis perioral. Sementara itu, produk krim kulit yang mengandung base petrolatum dan parafin dapat memperburuk dermatitis ini.Selain kemungkinan penyebab di atas, beberapa faktor risiko juga dikaitkan dengan dermatitis perioral, misalnya:
  • Infeksi jamur dan bakteri
  • Keluarnya air liur terus-menerus
  • Penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride
  • Konsumsi pil kontrasepsi
  • Reaksi alergi
  • Perubahan hormon
  • Penggunaan tabir surya
  • Masalah kulit lain seperti rosacea

Penanganan dermatitis perioral dari dokter

Dermatitis perioral dapat diatasi dengan strategi berikut dari dokter:

1. Penghentian kortikosteroid

Menurut American Osteopathic College of Dermatology (AOCD), langkah pertama untuk menangani dermatitis perioral adalah penghentian penggunaan kortikosteroid oles maupun semprotan hidung. Kandungan tersebut dapat memicu perburukan kondisi kulit yang dialami pasien.Hanya saja, Anda harus mendiskusikan dengan dokter sebelum menghentikan penggunaan obat kortikosteroid. Dokter mungkin juga akan meminta Anda untuk menghentikan penggunaan krim wajah dan pasta gigi yang mengandung fluoride.

2. Obat-obatan

Selain penghentian obat dan produk tertentu, dokter juga mungkin akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk menangani dermatitis perioral, misalnya:
  • Antibiotik topikal, seperti metronidazole dan eritromisin
  • Krim imunosupresif, seperti krim pimekrolimus atau tacrolimus
  • Obat jerawat topikal, seperti adapalene atau asam azelat
  • Antibiotik oral, seperti doksisiklin, tetrasiklin, minosiklin, atau isotretinoin (untuk kasus yang lebih parah)

Perubahan gaya hidup untuk memulihkan dermatitis perioral

Tak hanya penanganan dari dokter, Anda juga akan perlu menyesuaikan gaya hidup untuk meredakan dermatitis perioral. Beberapa cara yang akan diminta dokter, yaitu:
  • Hindari penggunaan scrub wajah berbahan keras atau pembersih wajah yang mengandung pewangi. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan air hangat selama  gejala terasa memburuk (flare-up). 
  • Setelah pulih dari dermatitis perioral, Anda bisa menggunakan pembersih wajah yang lembut dan jangan menggosok kulit.
  • Hindari krim kortikosteroid, termasuk hidrokortison tanpa resep 
  • Berhenti atau kurangi pemakaian make-up dan tabir surya
  • Mencuci sarung bantal dan handuk dengan air panas
  • Batasi konsumsi makanan yang terlalu asin atau pedas karena bisa mengiritasi kulit di sekitar mulut

Catatan dari SehatQ

Dermatitis perioral dapat menimbulkan ruam pada area mulut dan sekitarnya. Penanganan dari dokter dapat dilakukan dengan penghentian pemicunya serta pemberian obat tertentu. Anda juga akan perlu menyesuaikan gaya hidup untuk memulihkan dermatitis perioral.
penyakit kulitmasalah kulitruam kulitdermatitis
American Osteopathic College of Dermatology. https://www.aocd.org/page/PerioralDermatitis
Diakses pada 24 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/perioral-dermatitis
Diakses pada 24 Agustus 2020
Patient Info. https://patient.info/skin-conditions/skin-rashes/perioral-dermatitis
Diakses pada 24 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322181#symptoms
Diakses pada 24 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait