Mulut Terasa Kering? Waspadai Penyebab dan Akibatnya!

Peningkatan plak gigi merupakan gangguan gigi akibat mulut kering
Jangan sepelekan bila mulut terasa kering karena bisa jadi indikasi penyakit tertentu.

Mulut terasa kering bukanlah masalah yang serius. Demikianlah yang dipikirkan oleh sebagian besar orang. Sesaat mulut kering terasa seperti sesuatu yang sepele, tetapi sebenarnya bila kondisi ini terjadi terus-menerus, bisa jadi pertanda sesuatu yang serius.

Penyebab mulut terasa kering

Mulut terasa kering dapat ditimbulkan oleh banyak hal, mulai dari yang tidak berbahaya sampai yang sangat mengkhawatirkan. Penyebab mulut terasa kering perlu ditelusuri secara rinci agar tidak terjadi kesalahan dalam penanganannya.

Mulut terasa kering dapat dipicu oleh obat tertentu, seperti antihistamin untuk alergi, obat depresi, dan sebagainya. Konsumsi narkotika, meminum alkohol, dan merokok juga dapat berkontribusi dalam memunculkan sensasi mulut terasa kering.

Jika Anda sedang menjalani kemoterapi, ada kemungkinan obat-obatan kemoterapi dapat membuat mulut terasa kering.

Pada kasus tertentu, kerusakan pada saraf ataupun penyakit tertentu dapat mengakibatkan mulut terasa kering, seperti diabetes, stroke, HIV/AIDS, Alzheimer, dan sebagainya. Begitupun juga dengan gangguan tidur, seperti mendengkur, sleep apnea, dan sebagainya.

Terkadang, mulut terasa kering dapat diakibatkan oleh hal-hal sepele, seperti penggunaan lipstick yang melengket di gigi.

Konsekuensi yang dapat dialami

Jangan remehkan sensasi mulut terasa kering! Selain mengganggu, mulut kering dapat menimbulkan gangguan-gangguan lainnya, seperti luka dalam mulut atau di sudut mulut, kesulitan dalam mengunyah dan menelan, mulut berbau tak sedap, dan bibir kering.

Mulut terasa kering tidak hanya menimbulkan gangguan yang ringan, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan serius, seperti peningkatan plak gigi, kerusakan gigi, penyakit gusi, dan infeksi jamur di dalam mulut.

Sesaat, mulut terasa kering sepertinya tidak mampu membuat kerusakan apapun pada gigi, tetapi mulut kering dapat menurunkan produksi air liur yang merupakan pembersih gigi alami. Penurunan produksi air liur dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Gejala dari mulut terasa kering

Mulut terasa kering kadang merupakan hal yang tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan meminum air. Namun, Anda perlu mewaspadai mulut terasa kering yang tidak kunjung sembuh dengan gejala berikut ini:

  • Napas yang berbau tidak sedap
  • Kesulitan mengunyah, berbicara, dan menelan
  • Kesulitan saat memakai perawatan gigi
  • Perubahan pada indera pengecap
  • Air liur yang kental dan seperti benang
  • Tenggorokan yang kering, nyeri, dan serak
  • Rasa kering dan lengket di mulut
  • Lidah yang kering dan berlekuk-lekuk


Pemeriksaan penyebab mulut terasa kering

Dokter akan mencari tahu penyebab mulut terasa kering sebelum memberikan penanganan yang sesuai untuk penderita. Selain memeriksa mulut serta menanyakan rekam medis dan obat-obatan yang dikonsumsi, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lainnya, seperti:

  • Tes pencitraan untuk melihat kelenjar air liur
  • Tes darah
  • Tes untuk mengukur kadar air liur yang diproduksi
  • Pengambilan jaringan dari kelenjar air liur dalam bibir untuk memeriksa kemungkinan sindrom Sjorgen (biopsi)

Adakah cara untuk mengatasi mulut terasa kering?

Mulut terasa kering yang menimbulkan rasa tidak nyaman sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Dokter akan memberikan Anda obat untuk meningkatkan produksi air liur atau produk yang dapat menggantikan air liur. Namun, Anda dapat mencoba melakukan hal-hal tertentu untuk mengurangi sensasi mulut terasa kering yang dirasakan.

Konsumsi alkohol, kafein, dan obat-obatan tertentu yang memicu mulut terasa kering harus dihindari karena dapat memperparah kondisi mulut. Obat kumur dan pasta gigi yang mengandung alkohol juga perlu untuk dihindari.

Permen karet atau permen bebas gula dapat diandalkan untuk menstimulasi produksi air liur dalam mulut Anda. Konsumsi air tidak boleh dilupakan, usahakan untuk dapat mengonsumsi air yang cukup setiap harinya.

Saat mengunyah, Anda dapat mencampurkan makanan dengan kuah, saus, dan sebagainya untuk dapat membuat makanan lebih lembap dan lembek untuk dimakan. Hindari makanan yang tinggi gula dan garam, serta kering. Konsumsilah makanan yang tidak panas.

Bernapaslah menggunakan hidung karena bernapas menggunakan mulut dapat membuat mulut semakin terasa kering. Anda juga dapat menyalakan pelembap ruangan (humidifier) untuk menambah kelembapan di kamar tidur Anda.

Semoga tips di atas dapat membantu mengurangi kondisi mulut kering. Namun, apabila masalah mulut terasa kering yang dialami tidak kunjung sembuh atau semakin parah, segera berkonsultasi dengan dokter.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/10902-dry-mouth-treatments
Diakses pada 13 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-mouth/expert-answers/dry-mouth/faq-20058424
Diakses pada 13 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-mouth/symptoms-causes/syc-20356048
Diakses pada 13 Mei 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/causes-of-mouth-dryness-at-night-3014727
Diakses pada 13 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed